Tanya Dokter

  • Hubungan badan pasca terpai iodium radioaktif bagi hipertiroid

  •  Ria Sari
    Anggota

    Halo dok, saya mau bertanya.. Saya baru saja melakukan terapi iodium radioaktif untuk pengobatan hipertiroid saya.. Saya ingin bertanya apakah setelah melakukan terapi tersebut tidak boleh melakukan hubungan dengan suami? Seperti berciuman, dll.. Jika tidak boleh, apa yang akan terjadi atau dampak dengan pasangan tsb? Kemudian apa yang harus dilakukan jika sudah terjadi dok?

    Halo, Ria Sari, terima kasih sudah bertanya pada Alodokter.

                Terapi iodine radioactive merupakan terapi yang banyak dikenal untuk penderita hipertiroid/kelebihan hormon tiroid pada tubuh. Terapi ini menghancurkan sel-sel yang menghasilkan hormone tiroid.

                Setelah melakukan terapi iodine radioactive, tubuh Anda akan mengandung radioaktif pada level rendah yang akan menghilang dalam jangka waktu 3 minggu. Radioiodine yang tidak terserap oleh kelenjar tiroid akan dikeluarkan bersama kencing dalam beberapa hari setelah terapi. Untuk itu, beberapa hal ini harus dilakukan untuk mencegah paparan radiasi pada orang lain:

    1.     Anda harus tidur sendiri untuk 3-5 hari setelah terapi, tergantung pada kekuatan dosis. Tanyakan pada dokter Anda.

    2.     Kontak personal pada anak-anak (misalnya berpelukan, ciuman) harus dihindari selama 3 hingga 7 hari, tergantung kekuatan dosis.

    3.     Dalam 3 hari setelah terapi, jaga jarak dari orang lain (terlebih anak-anak dan wanita hamil dan menyusui), kira-kira 2 meter. Hindari tempat umum terlebih dahulu. Minum air putih yang banyak untuk membantu membuang radioactive iodine lewat urin.

    4.     Untuk 3 hari pertama, jangan gunakan alat-alat bersama dengan yang lain, misalnya tempat tidur, handuk, atau alat-alat pribadi lainnya. Cuci baju dan cuci piring sebaiknya terpisah. Setelah menggunakan kloset, lap dengan tissue. Sering-seringlah cuci tangan dengan sabun dan mandi.

    Intinya, jaga agar urin, saliva (air liur), keringat, dan cairan tubuh lainnya tidak mengenai orang lain untuk mencegah efek radioaktif. Tanyakan pada dokter Anda berapa hari Anda harus menjaga paparan radiasi pada orang lain, karena hal-hal tersebut tergantung pada dosis yang diberikan pada Anda. Sejumlah kecil radiasi bisa terdeteksi pada monitor radiasi di bandara, rumah sakit, atau lainnya, sampai 3 bulan setelah terapi. Minta dokter surat yang menjelaskan mengenai keadaan Anda jika Anda tidak dapat menghindari tempat-tempat tersebut.

    Hal-hal tersebut di atas sebaiknya dilakukan untuk mencegah paparan radiasi yang tidak perlu pada orang lain. Jika sudah terjadi paparan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi seseorang akan terkena efek dari radiasi iodine tersebut, seperti dosis paparan, durasi paparan (berapa lama terjadi paparan), dan cara terjadi paparan. Selain itu, usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan secara umum, gaya hidup, keturunan, dan pola makan juga dapat mempengaruhi.

    Kemungkinan efek terpapar terapi radioiodine pada orang normal adalah misalnya terjadi gangguan hormone tiroid, namun seperti yang disebutkan tadi, tergantung pada hal-hal di atas. Untuk itu, jika telah terjadi paparan, Anda bisa periksakan orang yang kira-kira terpapar tersebut ke dokter untuk dipastikan kondisi tubuhnya. Selain itu, perbanyak minum air putih, menjalani gaya hidup sehat, dan istirahat yang cukup agar tubuh fit. Sebaiknya mematuhi hal-hal yang harus diperhatikan setelah terapi radioiodine agar tidak terjadi paparan radioaktif lebih lanjut.

    Sekian, semoga bermanfaat ya.

    Salam, dr. Sarah Rizqia.