Tanya Dokter

  • perut terasa penuh setelah minum obat saat program hamil

  • Rencana sy mau nambah momongan dok,sy konsultasi ke dokter kandungan,sy di bari obat.setelah 2 minggu sy minum obat nya perut sy seperti penuh terus rasanya,kenapa ya dok trs kenapa dg perut sy dok,terima kasih

    Hai Istiana,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Perlu diperjelas, obat apa yang Anda konsumsi sebelumnya? Apakah sudah diminum sesuai dengan petunjuk dokter?

    Perut yang terasa penuh (kembung) memang bisa merupakan efek samping dari konsumsi obat tertentu. Beberapa jenis obat yang kerap memunculkan efek samping seperti ini di antaranya obat anti nyeri, anti demam, antibiotik, obat hormonal (sejenis pil KB), dan sebagainya. Untuk mengetahui keterkaitan antara keluhan di perut Anda dengan obat yang Anda konsumsi, perlu diperjelas dulu apa obat yang Anda maksud?

    Di samping karena efek samping obat, bisa juga perut terasa penuh karena sebab lain, misalnya terlambat makan, mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung gas atau kafein, stres, perubahan hormonal (seperti menjelang menstruasi atau awal kehamilan), gastritis, GERD (gastroesophageal reflux disease), kolangitis (radang empedu), infeksi saluran kemih, tukak lambung, hepatomegali (pembengkakan hati), splenomegali (pembengkakan limpa), ileus obstruktif (sumbatan usus), tumor intraabdomen, dan sebagainya.

    Sebaiknya, pastikan Anda telah mengkonsumsi obat sesuai dengan petunjuk dokter agar terhindar dari efek samping yang berbahaya. Tidak lupa, untuk mengurangi rasa penuh di perut, cobalah tips berikut:

    • Kurangi makanan pedas, sawi, kol, umbu-mbian, soda, kopi, teh
    • Makan dengan teratur, porsi sedikit namun sering
    • Hindari merokok
    • Kompres perut yang tidak nyaman dengan air hangat
    • Gunakan pakaian yang nyaman
    • Jangan stres
    • Rutin berolahraga

    Bila setelah menjalani upaya di atas, namun belum kunjung ada perbaikan, sebaiknya Anda diri kembali ke dokter spesialis kandungan.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah