Tanya Dokter

  • keputihan yang berubah-ubah

  • Pagi dok saya lisa umur 20 tahun saya mau tanya kmrn saya periksa kedokter kandungan masalah keputihan saya warnanya kuning kehijauan tetapi dokternya gak ngcek keputihan saya gimana langsung dikasih resep anti jamur sama anti biotik pas saya minum obatnya setiap makan pengen muntah terus keputihan saya warna jadi kecokelatan gitu apa itu pengaruh dari obatnya dok atau dokternya salah ngasih obat

    Liisa Caiiank Akmal  dr. Rico N
    Dokter

    Halo Liisa, Selain dengan pemeriksaan lab (memeriksa cairan keputihan), sebenarnya dari ciri-ciri keputihan, kita dapat memperkirakan penyebabnya. Jadi jika dokter tersebut cukup yakin keputihan tersebut disebabkan oleh penyebab yng diduganya maka mungkin saja ia memberi obat tanpa menyuruh anda memeriksakan diri ke lab. penyebab yang sering adalah ;

    • bakterial vaginosis / BV oleh pertumbuhan berlebih bakteri gardnella vaginalis. Umumnya karena penggunaan pembersih kewanitaan yang berlebihan. Biasanya keputihan bewarna kelabu, berbau amis/ fishy odor. BIasanya tidak berbusa.
    • jamur/candidiasis, biasanya bisa putih seperti keju pecah atau kekuningan. gatal dan terasa panas, tidak berbusa, sedikit perih
    • parasit/ trikomonas, bewarna kuning kehijauan/hijau. Gatal, berbusa/berbuih, amis
    • gonore, kalmidia ; disertai nyeri atau perdarahan
    • herpes (disertai lepuh)
    • keganasan/kanker, berbau busuk, disertai darah / coklat. Tapi perlu dicatat tidak semua keputihan kecoklatan adalah karena kanker leher rahim. Warna kecoklatan tersebut bisa saja akibat pelepasan dinding endometrium terutama jika teradi di masa sekitar mentruasi.
    perlu saya sampaikan bahwa seringkali penyebabnya tidak 1 tapi bercampur. Misal infeksi jamur bersama BV. Sehingga gejala mungkin bercampur. Pada kondisi tersebut seringkali dibutuhkan obat yang menyasar 2 kondisi tersebut. Dari yang ibu sampaikan, kemungkinan kandungan antibiotik tersebut adalah metronidazol (umum diberikan pada kasus keputihan karena bakterial vaginosis atau karena parasit/trikomoniasis). Salah satu efek samping yang dapat ditimbulkan obat itu adalah rasa mual. Jika itu terjadi, dan jika memang pasien benar memerlukan metronidazol, maka sebaiknya diganti ke preparat ovula/suposituria yang langsung dimasukkan ke vagina (tidak boleh pada yang belum pernah hubungan seksual/perawan). Sebaiknya ibu kontrol kembali ke dokter dan menyampaikan keluhan yang dialami setelah meminum obat tersebut. Dokter umumnya akan mengganti jenis preparat tersebut dengan preparat lain. Atau jika diperlukan mungkin merujuk anda ke dokter sepsialis (untuk kasus ini bisa ke dokter kulit kelamin ataupun dokter kandungan/ginekolog). keputihan demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat dr. Rico Novyanto