Tanya Dokter

  • Penyebab sesak napas di tengah malam saat tidur

  • Selamat pagi dok,

    Saya ingin bertanya sebelumnya saya izin memperkenalkan dulu saya Galih seorang mahasiswa. Dok penyebab mengi di tengah malam itu apa? biasanya setelah mengi ketika tidur dan terbagun langsung secara otomatis pusing gitu dok, bagaimana cara mengatasinya? apakah penyakit ini bisa di sembuhkan secara total? kebiasaan apa yang harus saya jauhi jika ingin sembuh secara total? 

    Terima kasih dokter :)

    Selamat siang, Galih. Terima kasih atas pertanyaan Anda.

    Sesak nafas adalah suatu kondisi dimana seseorang mengalami kesulitan bernafas atau tidak cukup mendapat asupan udara. Mengi adalah suara yang dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran napas yang menyempit. Penyempitan ini dapat disebabkan oleh sekresi mukus yang terkurung di dalam saluran napas atau penyempitan otot saluran napas atau pengetatan di sekitar saluran napas. Ada beberapa kondisi yang dapat memungkinkan timbulnya sesak disertai dengan mengi yaitu :

    Berdasarkan apa yang Anda sampaikan kemungkinan keluhan yang Anda alami adalah asthma. Asma bronkhiale, atau yang lebih sering disebut dengan asma merupakan peradangan (inflamasi) pada saluran pernapasan bagian bawah (bronkhus, bronkhiolus, alveolus) yang mengakibatkan penyempitan jalan napas.

    Kondisi ini ditandai dengan berbagai gejala, seperti:

    ·         Batuk

    ·         Sesak napas

    ·         Bunyi napas tambahan (mengi), terutama saat menghembuskan napas

     

    Penyebab asma hingga kini belum diketahui secara pasti. Namun, diduga dipicu oleh beberapa faktor, seperti:

    ·         Keturunan (genetik)

    ·         Alergi atopik

    ·         Memiliki riwayat bronkhitis atau infeksi paru saat kecil

    ·         Riwayat lahir prematur atau BBLR

    ·         Sering terpapar asap rokok, dan sebagainya

     

    Asma termasuk penyakit yang diakibatkan oleh reaksi alergi, yang ditandai dengan sesak, batuk dan mengi ketika terjadi serangan/kambuh. Tingkat keparahan penyakit ini dibagi menjadi :

    1.    Ringan : dapat berjalan, dan berbicara kalimat, ditemukan mengi yang lemah, dengan nadi < 100x / menit, sesak dimana saturasi oksigen > 95%

    2.    Sedang : pasien lebih suka duduk, kalimat terbatas, terdapat tarikan dinding dada, terdengar mengi, nadi 100 – 120x/menit, saturasi oksigen 91 – 95 %%

    3.    Berat : sukar berjalan, duduk membungkuk, berbicara kata, pasien pingsan, tarikan dinding dada, mengi keras >120x/menit, saturasi oksigen <90 %.

     

    Berdasarkan derajatnya :

    ·         Intermiten bila serangan < 1x/minggu (bulanan), gejala malam < 2x sebulan (VEP1 > 80 %, APE > 80 % dan variabilitis >20%)

    ·         Persisten ringan bila serangan 1 x/minggu tetapi <1x/hari, gejala malam > 2x dalam 1 bulan, (VEP1 > 80 %, APE > 80 % dan variabilitis 20 - 30%)

    ·         Persisten sedang bila serangan setiap hari, gejala malam > 1x seminggu, (VEP1 60 – 80 %, APE 60 – 80 % dan variabilitis >30%)

    ·         Persisten berat bila serangan setiap saat, sering, (VEP1 < 60 %, APE < 60% dan variabilitis >30%)

     

    Serangan asma (eksaserbasi) seringkali dipicu oleh paparan alergen (debu, bulu hewan, serbuk bunga), perubahan cuaca, infeksi paru, kelelahan, konsumsi makanan tertentu, serta stres emosional yang berlebihan.

     

    Untuk dapat memastikan apakah keluhan yang  Anda rasakan apakah asthma atau gejala penyakit lain, saya sarankan Anda untuk memeriksakan diri Anda ke dokter atau ke dokter spesialis paru karena kita tidak dapat menyimpulkan penyakit Anda bila tidak dilakukan pemeriksaan. Dokter yang akan memeriksa Anda pasti akan menanyakan keluhan Anda dan melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah, terutama untuk melihat spesifik eosinophilia, tes spirometri, rontgen.

     

    Berdasarkan apa yang Anda alami, kemungkinan sesak yang Anda alami berhubungan dengan asthma yang kambuh dipicu oleh cuaca / suhu pada malam hari yang lebih dingin. Asthma bukanlah penyakit yang dapat sembuh namun dapat dicegah dan dikontrol sehingga tetap normal. Untuk meredakan gejala asma, dokter umumnya akan meresepkan obat-obatan yang berfungsi sebagai controller (mencegah serangan asma) dan reliever (mengatasi jika serangan asma datang), selain itu dapat diberikan pula obat untuk mengurangi keluhan batuk Anda seperti ambroxol dan antibiotik. Sementara itu, untuk membantu mengurangi kemunculan serangan asma, sebaiknya Anda lakukan tips berikut:

    ·        Hindari paparan alergen

    ·        Hindari stres dan kelelahan fisik yang berlebihan

    ·        Gunakan masker saat berada di tempat umum

    ·    Bila Anda menggunakan kipas, maka bersihkan kipas Anda secara teratur. Karena pada kipas dapat ditemukan debu dalam jumlah yang cukup banyak.

    ·        Perbaiki ventilasi dan sanitasi lingkungan sekitar Anda

    ·       Saat terasa sesak, jangan panik, tenangkan diri Anda, pindah ke tampat yang nyaman, lalu atur napas (tarik napas 2 detik melalui hidung, lalu hembuskan napas 3 detik melalui mulut)

    Anda dapat membaca artikel ini. 

    Pertolongan Pertama pada Asma yang Wajib Diketahui   

    Meredakan Asma Bronkial dengan Obat Herbal Alami 

     

    Semoga bermanfaat,

     

    dr. Dian