Tanya Dokter

  • Ketuban pecah dini di usia kehamilan 34 minggu

  •  Fitry
    Anggota

    sore dok. saya fitri umur 19 th. sekarang sedang hamil 34 minggu 6hari.. sejak jam 3 dini hari saya sedang tidur tiba2 saya merasakan ada cairan sedikit berlendir di sertai keputihan yg keluar dri lubang vagina. saya sudah bawa ke dokter spesalis memang benar air ketuban saya keluar cukup banyak. saran dokter saya suruh suntik induksi 2x lalu di pacu. berhubung ada gangguan di kepala janin saya ( ukuran BPD tidak sesuai dngn usia kehamilan saya / lebih kecil ) jadi saran dokter suruh istirahat total slama 2 minggu sembari membuatkan bpjs untuk anak yang didalam kandungan saya.. saya khawatir dok apakah masih bisa bertahan janin saya slama 2 minggu sedangkan air ketuban nya sudah berkurang. apa yang harus saya lakukan dok. mohon penjelasan nya...

    Hai Fitry,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Ketuban memiliki fungsi yang vital bagi janin dalam kandungan, di antaranya untuk melindungi janin dari benturan, mencegah infeksi, mengendalikan suhu di dalam rahim, mensuplai nutrisi bagi janin, menyokong perkembangan paru dan sistem pencernaan janin, mendukung perkembangan otot, tulang, dan juga jari-jemari.

    Normalnya, ketuban akan pecah saat mendekati persalinan, yakni setelah usia kehamilan mencapai 36 minggu atau lebih. Pecahnya ketuban sebelum itu disebut dengan ketuban pecah dini (KPD). Ada banyak faktor yang mencetuskan KPD, di antaranya infeksi rahim atau vagina, trauma mekanik, regangan ketuban berlebihan (misalnya akibat janin kembar atau polihidramnion), merokok, menjalani operasi di sekitar rahim, hipertensi dalam kehamilan, dan sebagainya. 

    Bila Anda mengalami KPD, maka langkah yang Anda lakukan sebelumnya sudah tepat, yakni memeriksakan diri langsung ke dokter spesialis kandungan. Dokter pada umumnya akan mengevaluasi kondisi kesehatan Anda dan janin dalam kandungan Anda melalui USG untuk menentukan penanganan terbaik.

    Penanganan KPD bisa dilakukan dengan cara konservatif, yakni dengan mempertahankan kehamilan hingga janin siap untuk dilahirkan ke dunia, atau bisa juga dengan induksi persalinan. Penanganan terbaik ditentukan berdasarkan banyak faktor, termasuk sisa volume ketuban, kesehatan ibu, janin, dan sebagainya. 

    Bila pada pemeriksaan masih didapati volume cairan ketuban yang masih cukup banyak dan kondisi janin Anda pun baik (tidak ada tanda gawat janin atau hambatan pertumbuhan dalam rahim), maka dokter memang umumnya akan mendahulukan terapi konservatif. Tujuannya adalah agar menunggu bayi Anda hingga sampai pada kondisi benar-benar siap untuk dilahirkan, yakni paru-parunya sudah matang serta berat dan usia kehamilannya cukup. Memang, membiarkan janin dalam kandungan dengan volume cairan ketuban yang kurang bisa cukup mengkhawatirkan. Namun, melahirkan bayi pada usia kurang dari 36 minggu (prematur) pun bukannya tanpa risiko. Bayi yang lahir prematur lebih berisiko mengalami gangguan pernapasan, infeksi, dan berbagai penyulit kesehatan lainnya. Jadi, saran dokter tentu telah dibuat berdasarkan pertimbangan yang matang terkait manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Namun, apabila Anda ragu, Anda bisa mencari second opinion ke dokter spesialis kandungan lainnya ya..

    Sementara ini, patuhi saran dokter Anda, yakni untuk melakukan istirahat total dari aktifitas fisik berlebihan. Perbanyaklah minum dan makan makanan sehat dan bergizi. Hindari dulu hubungan seksual sebelum usia kehamilan Anda memasuki 36 minggu. Tenangkan pikiran Anda, tidak perlu cemas atau khawatir yang berlebihan. Banyaklah berdoa dan serahkan yang terbaik pada Tuhan YME.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah