Tanya Dokter

  • Mengatasi tumbuhnya kumis yang menebal pada wanita

  •  hallo dok saya ratih umur 20thn saya sering merasa kurang pede dengan tumbuhnya kumis. kaka saya dan ibu saya berkumis tapi tipis sedang kan saya agak lebat karena dari kecil saya suka isenng nyukur2 kumis dan serang kumis saya di bagian yang saya sering cukur yaitu ujungnya saja sehingga di bagian situ yang terlihat tebal. menurut dokter saya harus bagaimana. 

    Hai Iiass,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Pertumbuhan kumis memang umumnya terjadi pada pria. Namun, banyak pula wanita yang ditumbuhi kumis di bagian atas bibirnya. Kondisi ini pada umumnya menandakan tingginya kadar hormon androgen dalam tubuh wanita tersebut. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan hirsutisme.

    Di samping itu, beberapa faktor berikut bisa juga meningkatkan risiko seorang wanita mengalami pertumbuhan kumis:

    • Genetik (bawaan, keturunan)
    • Ras tertentu, misalnya wanita Asia selatan, Mediterania, Timur tengah
    • Obesitas 
    • Mengkonsumsi obat tertentu, misalnya golongan steroid anabolik
    • Memiliki penyakit tertentu, misalnya PCOS (sindroma ovarium polikistik), sindroma Cushing, hiperplasia adrenal kongenital, tumor yang menghasilkan hormon androgen, akromegali, dan sebagainya

    Mencukur atau mencabut kumis semestinya tidak membuat kumis Anda semakin tebal. Namun, mencukur atau mencabut kumis juga tidak membuat kumis Anda hilang secara permanen.

    Bila pertumbuhan kumis tersebut masih dalam batas wajar, maka sesungguhnya hal ini bisa menjadi ciri khas yang membuat Anda unik dan berbeda dengan rekan wanita Anda lainnya. Oleh karenanya, selama pertumbuhan organ seksual sekunder dan menstruasi Anda tidak mengalami kelainan, maka tidak perlu minder atau khawatir berlebihan ya..

    Akan tetapi, jika kumis tersebut terasa sangat mengganggu Anda, Anda bisa memeriksakan diri langsung ke dokter spesialis kulit. Jika tidak ada penyulit lain, pertumbuhan kumis yang mengganggu bisa diatasi dengan pemberian krim atau obat tertentu, terapi laser, waxing, dan beberapa prosedur lainnya.

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah