Tanya Dokter

  • Mengetahui hasil tes darah thalasemia

  •  Ilhamsyah
    Anggota

    Hallo dok . Anak saya usia 9 bulan . Pada saat di test darah untuk melihat apakah itu talasemia atw bukan , hasilnya hb anak saya 9.6 dok . Sementara hasil hemoglobin elektroforesa untuk HbA2 normal 2.2 ,untuk Hbf tinggi 18% . Mohon infonya dok apakah dengan hasil tersebut anak saya menderita thalasemia atw tidak ? Oia dok pada saat hasil test darah keluar , ada catatan gambaran thalasemi beta .. mohon infonya dok

    Halo Bapak Ilhamsyah! Terima kasih telah bertanya di Alodokter.

    Saya mengerti Anda khawatir dengan keadaan anak Anda. Thalasemia adalah penyakit keturunan yang memengaruhi sel darah. Terdapat berbagai tipe thalasemia, mulai dari thalasemia yang ringan tanpa disertai gejala hingga keadaan yang mengancam jiwa. Penanganan dan pengawasan dari dokter harus selalu diberikan dengan baik untuk mencegah terjadinya komplikasi yang berbahaya.

    Thalasemia disebabkan kelainan genetik yang memengaruhi pembentukan hemoglobin. Hemoglobin dibutuhkan oleh tubuh untuk mengangkut oksigen dalam pembuluh darah. Hemoglobin terdiri dari rantai alfa dan rantai beta. Pada thalasemia, terjadi gangguan pada salah satu jenis rantai ini. Akibatnya, hemoglobin normal tidak cukup dan tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini dapat terlihat dari kulit yang nampak pucat.

    Secara umum, thalasemia terbagi menjadi thalasemia alfa dan thalasemia beta, berdasarkan rantai apa yang mengalami kerusakan pada hemoglobin. Thalasemia dibagi lagi berdasarkan berat-ringannya penyakit menjadi thalasemia mayor, thalasemia intermedia, dan thalasemia minor. Berat-ringannya thalasemia bergantung banyaknya gen yang mengalami kerusakan. 

    Siapapun dapat mengalami thalasemia. Thalasemia dapat dideteksi dengan pemeriksaan darah. Dari darah tersebut, dianalisis jenis hemoglobin yang terdapat dalam darah dan ditentukan derajat beratnya thalasemia yang dialami. Pada pasien dengan thalasemia, akan ditemukan hemoglobin fetus (HbF). HbF adalah hemoglobin yang normal dimiliki bayi baru lahir. Hemoglobin ini akan digantikan dengan hemoglobin dewasa (HbA) setelah bayi berusia 6 bulan. Pada anak di atas 6 bulan, HbF seharusnya sudah tidak ditemukan dalam darah.

    Jika thalasemia yang dialami adalah thalasemia minor, pasien tidak perlu mendapatkan penanganan khusus. Pada thalasemia mayor, tubuh akan berusaha membentuk sebanyak mungkin hemoglobin untuk mengatasi kekurangan hemoglobin dalam tubuhnya. Usaha tubuh dalam memproduksi hemoglobin dalam jumlah besar ini dapat menimbulkan komplikasi berupa pertumbuhan tulang yang tidak wajar. Tubuh juga akan berusaha menyerap lebih banyak zat besi sebagai bahan untuk pembentukan hemoglobin. Akibatnya, zat besi dalam tubuh akan menumpuk dan pasien dapat mengalami gangguan pertumbuhan serta lebih rentan terserang infeksi.

    Bapak perlu berkonsultasi pada dokter spesialis anak, terutama subspesialis hematologi, mengenai hasil yang Bapak terima. Tanyakan pada dokter, pilihan terapi apa yang bisa Bapak pilih untuk mengatasi masalah pada bayi Bapak. Penanganan cepat dapat menghindari bayi Bapak dari komplikasi serius. Jika bayi Bapak terlihat sesak atau tampak sangat pucat, jangan ragu untuk segera membawa ke IGD rumah sakit terdekat.

    Sekian penjelasan dari saya. Semoga membantu.

     

    Salam,

    dr. Selvi