Tanya Dokter

  • penjelasan hasil pap smear dan pengobatannya

  • Hay dok, saya umur 25thn Punya anak 3 Dari anak saya yg terakhir lahir sampai umur 11bulan sekarang Saya ingin pakai kontrasepsi IUD, tetapi harus menunggu karena saya diagnosa erosi servik, dan selama berbulan bulan saya periksa di bidan akhirnya saya di rujuk di RS untuk penanganan lebih lanjut, dan hasilnya pun sama... Saya pun sudah pap smear dan HASILNYA : RADANG NON SPESIFIK/NILM/PAPANICOLAON CLASS II Mohon di jelaskan dok itu hasilnya apa??? Dan pengobatannya bagaimana agar saya bisa segera memakai kontrasepsi IUD ?? (Karena takut kebobolan lg) Karena metode KB yg pas buat saya menurut bidan hanya itu dok Menurut bidan kalau pakai pil kalau lupa bisa kebobolan, kalau suntik 1 atau 3bulan sangat tidak di anjurkan karena saya hipertensi (terakhir 145/125) Dan kalau tubektomi dan susuk juga tidak di anjurkan karena usia masih 25 Lalu apakah harus saya melakukan terapi kauterisasi? Apakah itu dok ? Mohon jawabannya mksh..

    Halo, Chatherine Yulianin Tyas, terima kasih sudah bertanya pada Alodokter.

                Pap smear merupakan metode untuk mendeteksi dini risiko seseorang terkena kanker atau keganasan pada serviks/leher rahim. Hasil anda (Papanicolaou class 2) menunjukkan bahwa pada jaringan yang diperiksa tidak ditemukan tanda-tanda keganasan, hanya ditemukan tanda-tanda peradangan. Pada hasil seperti ini, disarankan untuk periksa ulang 6 bulan lagi.

                Karena ada tanda-tanda peradangan pada serviks, maka memang sebaiknya tunda dulu memakai KB IUD, karena ditakutkan dapat memperparah peradangan. Penyebab erosi serviks bisa bermacam-macam, misalnya karena ada infeksi oleh bakteri, jamur, maupun virus pada organ kewanitaan, cedera/trauma (misalnya karena melahirkan berkali-kali), dan penggunaan alat KB dalam rahim (misalnya IUD). Pengobatan untuk erosi serviks disesuaikan dengan penyebabnya. Jika memang ada infeksi, maka akan diobati infeksinya. Beberapa orang tidak membutuhkan pengobatan spesifik untuk erosi serviks (apalagi yang tidak merasakan gejala), namun pada yang merasakan gejala seperti keputihan, nyeri saat berkemih, dan keluar darah dan nyeri saat berhubungan seksual, maka ada terapi yang dapat dibicarakan dengan dokter spesialis kandungan, seperti meminum obat-obatan tertentu, kauter serviks dengan listrik, atau kauter dengan laser. Silakan bicarakan dengan dokter spesialis kandungan mengenai pengobatan Anda.

                Pilihan alat kontrasepsi yang sesuai untuk seseorang yang memiliki hipertensi/tekanan darah tinggi adalah segala alat kontrasepsi yang tidak mengandung hormon estrogen, misalnya: IUD, suntik KB 3 bulanan (hanya progesterone), kondom, atau dengan kalender. Namun, kondisi Anda masih kurang memungkinkan untuk menggunakan IUD. Selain itu, kondom dan kalender memiliki keberhasilan yang kurang dibanding metode lainnya. Sebaiknya pikirkan ulang dan bicarakan ulang dengan suami dan dokter Anda tentang pilihan alat kontrasepsi yang sesuai (antara suntik KB 3 bulanan, kondom, atau kalender).

                Berikut ini ada beberapa tautan yang dapat dibaca untuk menambah informasi:

    1.     Pap smear

    2.     Mendeteksi kanker serviks

    3.     Memilih alat kontrasepsi

     

    Demikian penjelasan saya, semoga informasi dari saya dapat berguna ya.

     

    Salam,

    dr. Sarah Rizqia