Tanya Dokter

  • Penyebab muncul gumpalan daging di daerah anus

  • Hai dok.. saya mau nanya, di daerah bokong saya, ada 1 gumpalan daging. Dagingnya itu nempel ke kulit. Bentuknya kayak buah baru tumbuh dari pohon dok.. kata dokter rs lain sih katanya papiloma dok. Itu berbahaya nga ya dok? Terus apa penyebabnya dok?? Tolong dijawab ya dok :)

    Halo, selamat pagi Michelle. 

     

    Gumpalan daging atau daging tubuh memang dapat merupakan papilloma, atau dalam bahasa awam disebut sebagai kutil. Penyakit ini disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus). Virus tersebut memproduksi keratin (protein keras) dalam jumlah yang melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Kelebihan keratin ini menumpuk di bagian atas kulit dan membentuk  benjolan kecil bertekstur kasar di atas permukaan kulit.

    Kutil ini umumnya terjadi karena penularan dengan cara bersentuhan langsung dengan kulit penderita atay benda yang terkontaminasi virus HPV. Namun, hal ini ditentukan pula dengan sistem daya tahan tubuh orang itu sendiri. Sebagian besar kasus kutil bisa membaik dengan sendirinya. Namun jika kutil menyebar bagian tubuh yang lain, menimbulkan rasa sakit, atau menyebabkan perdarahan, maka dibutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis kulit.

    Selain kutil, daging tumbuh juga dapat merupakan gejala dari kondisi-kondisi lain, diantaranya:

    • skin tag, yakni pertumbuhan kulit berlebih yang umumnya disebabkan oleh gesekan terus menerus 
    • lipoma (benjolan berisi lemak di bawah kulit)
    • kista ateroma (kista sebasea), yakni kantung yang berisi minyak yang muncul di balik permukaan kulit
    • keganasan pada kulit
    • dsb

     

    Konsultasikan kepada dokter spesialis kulit untuk mengetahui penanganan lebih lanjut dari kondisi anda ya. Hindari memegang-megang, menekan-nekan, atau memijat-mijat bagian kulit yang anda keluhkan untuk menghindari terjadinya perburukan gejala. Selain itu, hindari pula penggunaan salep/krim tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. 

     

    Semoga membantu.

    Salam, dr. Denisa