Tanya Dokter

  • Penanganan Rabies Yang Tepat

  •  yanggorow
    Anggota

    Salam dok. Saya mempunyai dua pertanyaan mengenai rabies. 1. Yang pertama, jd sekitar tiga minggu yang lalu, saya digigit oleh anjing saya sendiri. Anjing ini pernah divaksin tapi sudah lama sekali ga dilanjut. Saya digigit dibagian jari. Lalu dua jam setelah digigit saya divaksin menggunakan verorab dan anti tetanus. Seminggu kemudian saya vaksin tahap kedua dengan verorab saja. Lalu 5 hari setelah vaksin saya demam dan mual muntah, saya cek di internet mengenai gejala rabies, dan beberapa gejalanya ada di saya. Tapi saya memang punya riwayat penyakit maag akut dan kondisi saat itu memang kurang vit. Pertanyaan saya apakah seseorang yg sudah divaksin 2 kali masih bisa terjangkit rabies? Karna saya khawatir skali apabila yg saya alami ini merupakan gejala itu. Anjing kami belum mati dan masih lincah saja. 2. Saya juga mau bertanya apakah standarisasi penanganan rabies di tiap RS itu berbeda? Sebab di RS pertama tempat saya vaksin perawat bilang jangka waktunya adalah 7, 14, 21. Itu pun di suntikan ke dua dokter bisa menentukan apakah perlu dilakukan suntik ketiga. Namun di tahap kedua, karna saya mudik saya melakukan di Jogja, perawat di sana bilang di sana tahapnya 0,3,7,14,28. Dan ketika saya cek di internet justru berbeda lagi. Terimakasih dok, maaf ya panjang

    Halo Yanggorow,

    Rabies adalah penyakit infeksi akibat virus lyssaviruses yang menyerang otak dan sistem saraf. Penyakit ini bersifat serius dan mematikan apabila tidak segera ditangani. Penularan virus ini dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi. Apabila seseorang mengalami gigitan atau cakaran hewan yang positif terinfeksi virus rabies maka virus tersebut akan "diam" sementara di dalam tubuh sebelum akhirnya menunjukkan gejala, yang dikenal dengan sebutan "masa inkubasi".

    Masa inkubasi dapat berlangsung antara dua minggu hingga tiga bulan. Pemberian vaksin anti rabies pada masa inkubasi dinilai sangat efektif dalam mencegah terjadinya kejadian penyakit rabies. Tindakan vaksin yang anda lakukan sudah tepat, sehingga sangat kecil kemungkinan anda terjangkit virus ini. Kemungkinan penyebab dari keluhan mual dan demam anda dapat disebabkan oleh dehidrasi, infeksi bakteri atau virus, peningkatan asam lambung. ketidak cocokan mengkonsumsi makanan tertentu, atau karena mabuk perjalanan.

    Umumnya ada beberapa jenis vaksin anti rabies (VAR) yang dapat digunakan, yaitu :

    • PCEC, dibuat menggunakan sampel embrio ayam
    • HDCV, yakni sampel menggunakan sel manusia
    • PRVR yang berasal dari sel vero yang dimurnikan

    di Indonesia, jenis vaksin yang paling banyak digunakan adalah PVRV dengan merk dagang verorab. Pemberiannya bergantung pada status vaksinasi pasien sebelumnya. Bagi pasien yang telah melakukan vaksinasi sebelum tergigit hewan berisiko, maka pemberian VAR dilakuan cukup sebanyak dua kali, yaitu satu kali di awal pengobatan dan satu kali pada hari ketiga setealh pengobatan pertama. Sedangkan apabila pasien belum emndapatkan vaksinasi sebelumya atau lupa kapan terakhir kali vaksin maka vaksinasi dilakukan pada hari ke-0, 7 dan 21 atau 28.

    Untuk lebih jelasnya anda dapat melakukan konfirmasi dengan petugas kesehatan di tempat anda memeriksakan diri di Jogja mengenai merk vaksin yang digunakan. Karena jenis atau merk yang berbeda bisa jadi memiliki perbedaan cara pemberian.

    sekian, semoga bermanfaat,

    dr. Laras