Tanya Dokter

  • Perilaku anak menjadi manja setelah orang tua meninggal

  •  chanyeolears
    Anggota

    Halo dokter, saya memiliki sepupu remaja perempuan 17 thn. Ia sebenarnya pendiam, tidak terlalu banyak bicara. Tetapi tahun lalu ayahnya meninggal dunia karena sakit. Selama ayahnya sakit, dia pun masih tetap pendiam/tidak terlalu memberikan ekspresi, tapi saya tahu dia bukannya tidak sedih, hanya tidak menunjukkan perasaannya. Lalu tak lama ayahnya meninggal, setelah itu perilakunya menjadi berubah. Sangat manja terhadap ibunya seperti memeluk-meluk, selalu ingin dekat ibunya, seperti anak kecil yang tidak mau jauh-jauh dari ibunya. Tapi ibunya mengatakan kalau sepupu saya tidak pernah membicarakan/membahas tentang ayahnya sama sekali. Karena saya kuliah psikologi, dosen saya pernah berkata bahwa perubahan perilaku seperti ini berkaitan dengan rasa berduka, sama seperti jika seorang anak yang menjadi pembangkang setelah orangtuanya meninggal, dsb. Namun saya ingin penjelasan lebih lanjut tentang hal ini, dokter. Semoga dokter dapat membantu^^ trims xx

    Halo

    Terima kasih atas pertanyaannya pada Alodokter

    Kehilangan seseorang yang disayangi atau sosok panutan seperti Ayah dapat menjadi suatu pukulan besar pada mental yang ditinggalkan. Dan bukan tidak mungkin terjadi suatu perilaku menyimpang dari sepupu Anda akibat kematian Ayahnya. Namun untuk menentukan apakah memang benar terdapat suatu perilaku menyimpang, sebaiknya lakukanlah konsultasi secara langsung dengan dokter spesialis kejiwaan untuk mendiskusikan segala bentuk perilaku yang dianggap mengganggu atau menimbulkan kendala dalam fungsi kehidupan sehari-harinya. Baik dalam hal mengurus diri sendiri ataupun cara interaksi dengan orang lain disekitarnya. Selain itu perlu juga dilakukan evaluasi pada isi pikiran dan cara berpikirnya. Misalnya apakah terdapat halusinasi atau delusi yang tentu dapat mengganggu orang lain di sekitarnya.

    Menanggapi sikap seseorang memang memiliki unsur subjektifitas yang tinggi dan mungkin saja dapat menimbulkan perdebatan terkait apakah perilaku orang tersebut termasuk menyimpang atau tidak. Namun sebagai intinya, secara medis perilaku dianggap menyimpang dan perlu mendapatkan penanganan bila disertai dengan gangguan psikologis yang mengganggu fungsi kehidupan sehari-harinya dan membahayakan dirinya sendiri atau orang lain seperti adanya usaha bunuh diri, tidak dapat merawat diri sendiri ataupun mengganggu orang lain. Jadi selama tidak ada tanda-tanda seperti yang sudah dijelaskan, tidak ada yang perlu terlalu mengkhawatirkan. Namun Anda tetap boleh berkonsultasi secara langsung dengan dokter spesialis kejiwaan untuk evaluasi kondisi mental secara menyeluruh.

    Sekian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat

    dr. Winda Indriati