Tanya Dokter

  • Apakah perlu vasektomi pada riwayat penderita gonore?

  •  Nitama
    Anggota

    Dok suami saya pernah terkena ims GO. Sekarang sudah sembuh. Apakah bisa suami menjalani pengobatan atau operasi yang bertujuan suami tidak bisa mengeluarkan air mani tapi tetap bisa orgasme? Info yang saya dapat GO hanya menular lewat cairan penis. Saya biasa berhubungan dengan kondom tapi saya merasa tidak nyaman. Saya ingin berhubungan tanpa kodom tapi takut tertular GO suami kalau sewaktu-waktu kambuh. (Mohon dokter jangan jelaskan vasektomi. Kalau pria menjalani vasektomi itu kan memotong saluran sperma. Jadi pria tetap dapat mengeluarkan air mani tanpa sperma). Yang saya maksut dok adalah suami tidak bisa mengeluarkan air mani dan sperma tapi tetap bisa orgasme. Terimakasih dokter mohon penjelasanya

    Selamat malam, terima kasih telah bertanya di Alodokter. Kondisi terjadinya ejakulasi tanpa mengeluarkan cairan apapun disebut dengan dry orgasm. Dry orgasm pada pria biasanya tidak berbahaya, namun memang karena kondisinya yang tidak mengeluarkan atau sangat sedikit sekali mengeluarkan cairan semen, akan mengganggu kesuburan pria. Tapi secara sensasi yang dirasakan, banyak pria menyatakan bahwa sensasinya normal atau tidak berbeda dengan ejakulasi yang biasa, hanya berbeda di tidak mengeluarkan cairan saja.

    Diantara beberapa hal yang bisa memicu kondisi dry orgasm ini adalah:

    • Kelainan saraf karena kondisi diabetes, multiple sclerosis atau cedera saraf tulang belakang
    • Efek samping obat tertentu
    • Kelainan genetik/turunan
    • Operasi prostat atau prosedur untuk menangani pembesaran prostat
    • Prosedur radioterapi untuk menangani kanker prostat
    • Prosedur bedah untuk mengatasi kanker testis

     

    Sehingga sebenarnya kondisi dry orgasm itu sendiri lebih kepada kondisi yang terjadi karena efek dari kondisi kesehatan atau prosedur lain, bukan sebagai tujuan ingin men-dry orgasm kan seseorang. Terlebih bila dikaitkan dengan kekhawatiran Anda, pertama, penyakit GO atau gonorrhea yang telah sembuh tidak akan kambuh. Dalam artian tidak akan kambuh disini adalah bakteri gonorrhea yang telah dinyatakan hilang dari tubuh, bukan berarti dia hanya sedang tidak aktif dan sewaktu-waktu akan bangkit dengan sendirinya, namun benar-benar hilang dan tidak akan menularkan pada siapapun.

    Tapi, orang yang pernah terkena GO, tidak memperkecil kemungkinannya untuk terkena GO lagi di kemudian hari. Hanya saja ini juga bukan berarti risikonya lebih besar bagi yang pernah terkena GO. Maksudnya adalah terlepas dari dia pernah terkena GO atau tidak, bila seseorang melakukan aktifitas yang meningkatkan risikonya terkena GO, seperti berhubungan seksual dengan orang yang sedang terinfeksi GO, maka ia bisa terkena GO. Dan dalam konteks ini, istilahnya bukan kambuh, tapi terinfeksi kembali, yang mana ini bisa terjadi pada siapapun.

    Kedua, berdasarkan CDC (Center for Disease Control and Prevention), GO ditransmisikan melalui kontak seksual dengan penis, vagina, mulut atau anus dari partner yang terinfeksi. Tidak harus melalui ejakulasi atau melalui cairan sperma penderita. Sehingga misalkan suami Anda terkena GO kembali, meskipun Anda berhasil men-dry orgasm kan suami Anda, Anda tetap bisa terkena GO.

    Maka saran kami, kalau memang betul suami Anda sudah dinyatakan sembuh dari GO, Anda tidak perlu khawatir untuk berhubungan seksual seperti biasa. Namun bila karena satu dan lain hal Anda masih cemas, maka sah-sah saja bagi Anda untuk memeriksakan suami Anda ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk dilakukan pemeriksaan adakah penyakit menular seksual lain yang sedang dialami suami Anda. Sementara itu, Anda bisa memperhatikan ada tidaknya gejala yang dialami suami Anda berupa nyeri ketika berkemih, keluar cairan, gatal, atau muncul bintik pada penis. Sekian, semoga bermanfaat.

    dr. Amadeo D. Basfiansa