Tanya Dokter

  • Ciri-ciri ruam pada penderita HIV

  •  Bagass
    Anggota
    Ruam hiv itu apakah seperti ada airnya gitu dok apa kayak gigitan nyamuk

    Hai Bagass,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) secara klinis bisa digolongkan menjadi 3 fase, yakni fase infeksi akut, masa jendela, dan AIDS. Munculnya ruam pada penderita HIV paling sering muncul pada fase pertama dan ketiga.

    Adapun penyebab munculnya ruam ini menurut beberapa ahli bisa dilandasi oleh beberapa faktor, yakni:

    • Dermatitis (peradangan kulit kronis)
    • Infeksi, misalnya karena jamur, virus, bakteri, atau parasit
    • Lesi kulit

    Karena mekanisme munculnya yang berbeda-beda, maka penampakan ruam yang muncul pun bisa sangat bervariasi. Menurut beberapa literatur, pada kebanyakan kasus, ruam HIV akan tampak berwarna kemerahan, tidak menimbul, dan sering diselimuti dengan lapisan kulit merah di atasnya. Ruam ini bisa menimbulkan rasa gatal yang mengganggu, bahkan hingga menyebabkan terbentuknya borok. Adapun lokasi munculnya ruam bisa menyebar di berbagai bagian tubuh, namun yang tersering adalah di wajah, dada, tangan, kaki, dan juga mulut.

    Bila ditilik sekilas, ruam berair seperti bekas gigitan nyamuk memang tidak secara khas menunjukkan infeksi HIV. Namun, tetap diagnosis HIV tidak lantas bisa disingkirkan begitu saja, terlebih bila Anda merasa pernah melakukan perilaku berisiko HIV. Karena, sebagaimana disebutkan di atas, kemungkinan penyebab munculnya ruam pada penderita HIV bisa bervariasi. Bisa saja, ruam berair muncul akibat infeksi virus (contohnya Herpes zoster) saat virus HIV sudah menyebabkan defisit sistem imun yang cukup signifikan.

    Untuk itu, jika Anda merasa pernah melakukan perilaku berisiko HIV, sebaiknya Anda menjalani pemeriksaan HIV segera ke fasilitas kesehatan terdekat ya.. Semakin dini Anda menjalani pemeriksaan, akan semakin dini kemungkinan diagnosis bisa ditegakkan, dan semakin dini pula terapi bisa dilakukan. Akan jauh lebih baik, bila pemeriksaan HIV dilakukan setidaknya 3 minggu setelah perilaku berisiko, kemudian bisa diulangi 3 dan 6 bulan setelahnya.

     

    HIV rash

     

    Semoga membantu ya..

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah