Tanya Dokter

  • Sakit kepala terus-menerus

  •  Karins
    Anggota
    alo dok, saya Karin berumur 22thn. Sy sering merasakan sakit kepala bahkan terasa berat. Disertai dgn leher pundak yg berat dan tegang. Pertama kali sy merasakan nya ketika sy berumur 16thn. Tapi sakitnya hilang timbul begitu saja sampai sekarang. Ketika kambuh bisa berlarut sampai seminggu lebih. Tapi belakangan ini sakitnya lebih sering kambuh dan malah sudah disertai mual dok. Dan Sering kambuh ketika bangun tidur dok. Apa ini berbahaya dok? Kira2 ini gejala apa ya dok?

    Halo Karin, terima kasih atas pertanyaan anda kepada Alodokter.

    Keluhan-keluhan yang anda rasakan kemungkinan adalah suatu nyeri kepala. Nyeri kepala ada 2 macam, yaitu nyeri kepala primer dan sekunder. Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang belum jelas penyebab pastinya. Sedangkan nyeri kepala sekunder didasari oleh penyakit yang jelas seperti tekanan darah tinggi, cedera kepala.

    Sebagian besar nyeri kepala adalah nyeri kepala primer. Berikut yang termasuk nyeri kepala primer antara lain :

    1. Nyeri kepala tipe tegang, yaitu terjadinya ketegangan dan kekakuan otot-otot kepala dan sekitarnya. Nyeri kepala ini dirasakan oleh pasien seperti sensasi diikat. Nyeri kepala dapat berlangsung setengah jam s/d seminggu. Faktor resiko yang utama adalah stres psikis.

    2. Migrain atau disebut nyeri kepala sebelah, yaitu sensasi nyeri kepala berdenyut, seperti ditusuk-tusuk, dapat berlangsung 4-72 jam. Nyeri migrain pada umumnya mempunyai pencetus, misalnya minum kopi, coklat, kelelahan, bau menyengat. 

    3. Nyeri kepala kluster, yaitu nyeri kepala sebelah yang lebih berat daripada migrain, dapat disertai mata merah berair, hidung berair, berlangsung antara 15-180 menit.

     

    Nyeri kepala dapat diperberat dengan gangguan pada mata, misalnya mata minus (miopi), plus (hipermetropi), dan atau silinder (astigmatisma). Selain itu, posisi duduk menghadap meja ketika bekerja dan kebiasaan menatap layar smartphone dengan menunduk juga dapat menyebabkan ketegangan otot-otot tengkuk serta bahu. Posisi leher yang kurang tepat ketika tidur juga dapat menimbulkan keluhan nyeri di leher saat bangun tidur.

    Kami menyarankan anda untuk mengompres hangat bagian kepala, leher, atau bahu yang tegang; mengonsumsi obat penahan sakit yang dijual bebas; rutin memeriksa mata minimal 6 bulan sekali; mengatur posisi yang ergonomis ketika duduk bekerja maupun menatap layar smartphone; dan yang paling penting adalah manajemen stres. Anda tidak perlu khawatir karena nyeri kepala dan ketegangan otot-otot paling banyak disebabkan faktor stres.

    Jika keluhan belum membaik, atau malah bertambah nyeri, sebaiknya anda memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

    Artikel mengenai nyeri kepala, ergonomi kerja, dan sakit leher berikut mungkin dapat membantu anda, silahkan dibaca.

    Sekian penjelasan kami, semoga membantu anda, terima kasih.