Tanya Dokter

  • Penggunaan salep alergi pada ibu hamil

  •  Afifah Hamada
    Anggota
    Siang dok, saya ingin bertanya saya mempunyai penyakit alergi pada kulit yg di sebabkan oleh stress berlebih Alergi akan muncul di tempat yg sama saat saya merasa stress atau depressi dan letak kemunculan alergi selalu berada di tempat yg sama tak pernah berpindah atau menyebar(alergi saya muncul pada punggung kaki kanan dan kiri letak nya pun sama) Dahulu saya pernah konsultasikan dengan dokter specialist kulit, dan dokter menyebut penyakit saya sebagai alergi syaraf Lalu saya di berikan resep obat minum dan salep Biasa nya jika sedang kumat saya hanya membeli salep nya saja dengan resep, di resep tertulis salep terdiri dari Dermovel cream dan Acid Salicyl yang di racik menjadi 1 pot salep Yang ingin saya tanyakan boleh kah saya memakai obat tersebut ?karena skrg saya sedang dalam keadaan mengandung di usia 35 minggu tepatnya ? Saya sangat tersiksa dengan alergi ini karna gatal dan sangat mengganggu waktu tidur saya... Mohon penjelasan nya dok Terima kasih

    Halo Afifah Hamada, terimakasih atas pertanyaannya untuk Alodokter

     

    Gejala yang anda alami tersebut kemungkinan disebabkan karena neurodermatitis atau yang disebut juga dengan lichen simplex chronicus. Kondisi ini memang paling sering muncul di area seperti punggung kaki, namun sering juga ditemukan di area lain di kaki, tangan dan pergelangan tangan, selangkangan, leher dan kepala bagian belakang. Gejala gatal pada neurodermatitis seringkali diperberat oleh kondisi emosional atau stress yang sedang tinggi.

    Dermovel adalah krim yang berisi mometasone furoate. Mometasone furoate termasuk kortikosteroid yang memiliki potensi tinggi. Penggunaan krim kortikosteroid potensi tinggi tidak dianjurkan dalam kehamilan. Obat ini termasuk dalam kategori C, artinya pada penelitian dengan binatang, terlihat adanya efek samping pada janin, namun tidak terdapat penelitian yang cukup pada manusia. Obat dalam kategori ini hanya boleh diberikan bila keuntungan pemberian obat melebihi risikonya.

    Acid salicyl atau asam salisilat juga termasuk dalam salah satu bahan yang tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam kehamilan. Meskipun belum terdapat penggolongan kategori untuk obat ini, namun beberapa penelitian pada binatang juga menunjukkan adanya efek samping pada janin. Melihat hal-hal tersebut, sebaiknya anda tidak menggunakan krim tersebut tanpa seijin dokter kandungan anda. Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan anda mengenai penggunaan krim racikan tersebut.

    Sementara itu untuk mengurangi gatal yang anda rasakan, anda dapat mencoba untuk memberikan pelembab kulit (sebaiknya yang tidak mengandung pewangi) pada area lesi kulit serta mengompres area yang gatal dengan kompres dingin.

     

    Sekian informasi yang dapat saya berikan, semoga cukup menjawab

     

    dr. irna cecilia