Tanya Dokter

  • efek samping mengkonsumsi obat-obatan antipsikotik

  • Selamat malam dokter. Izin konsultasi dan semoga mendapatkan solusinya. Pernah konsumsi risperidon dosis 4mg sehari (dibulan agustus) selama 3 minggu, dan dosis 2 mg selama 2 minggu (dibulan agustus-awal september). Alasan konsumsi risperidon saat itu karena saat itu saya mengalami emosi dan tidak ada namanya gejala seperti skizofrenia, dan emosi sudah stabil saat ini, Namun sekarang sudah berhenti total selama 6 bulan. dan merasakan gejala seperti : 1. merasa ada yang aneh di otak. 2. sulit sekali untuk berkonsentrasi dan berfikir serta mengalami kesulitan fokus. 3. tidak tertarik dengan hal hal yang dulunya menyenangkan. 4. merasakan anhedonia/ sulit bahagia. 5. sulit merasakan rasa kehidupan, seakan akan flat aja hidup ini. 6. Rasa malas yang sangat amat kuat. Mohon solusinya ya dokter.

    Hai Adrian, terima kasih telah bertanya di Alodokter. Menilai dari kalimat Anda, kami menduga Anda ingin mengetahui apakah gejala yang Anda rasakan ada kaitannya dengan risperidon yang pernah Anda konsumsi. Sebelumnya, risperidon sendiri adalah obat-obatan antipsikotik yang biasanya diberikan untuk meringankan gejala halusinasi, perubahan sikap dan sulit konsentrasi yang ada pada kondisi schizophrenia, bipolar disorder dan autism. Sementara untuk efek sampingnya adalah:

    • Lelah
    • Pusing
    • Demam
    • Mual dan muntah
    • Batuk
    • Nyeri perut
    • Susah menelan
    • Penambahan berat badan
    • Bercak pada kulit

     

    Sehingga sebagaimana Anda lihat, seharusnya risperidon tidak berperan dalam perubahan suasana hati yang Anda rasakan. Adapun yang sebaiknya Anda lakukan adalah berkonsultasi dengan psikiater untuk melihat kondisi apa yang sebenarnya Anda alami, dan penanganan apa yang paling tepat bagi Anda. Sementara itu akan membantu bila Anda introspeksi diri, apakah ada hal-hal baik itu berhubungan dengan sosial maupun pribadi yang menjadi penyebab dari munculnya perubahan suasana hati Anda, atau memang perubahan itu terjadi begitu saja tanpa sebab. Hal ini penting untuk Anda diskusikan bersama dengan psikiater Anda nanti. Semoga Anda dan keluarga sehat selalu.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Amadeo D. Basfiansa