Tanya Dokter

  • Solusi anak untuk bisa bab di siang hari.

  •  Rahma
    Anggota

    Dok mau tanya, saya kan punya anak umuran 4thn. Dari umur 3thn kalau bab ketika anak saya tidur di malam hari, saya heran kenapa anak saya tidak mau bab di siang hari. Saya ajari tapi tetap tidak berubah, tolong solusinya dok. Sebelumnya terima kasih!

    Hallo Rahma. Terimakasih telah bertanya kepada tim Alodokter.

    Kami begitu memahami perasaan anda sebagai orang tua yg mencemaskan kebiasaan BAB di setiap malam hari. Istilah keluarnya air besar pada waktu yg tidak layak baik siang ataupun malam hari disebut dengan enkoparesis. Secara penyebabnya enkoparesis terbagi menjadi dua :

    1. Enkoparesis organik. Tidak layaknya anak dalam mengeluarkan air besar disebabkan adanya masalah pada otot penahan BABnya (sphincter ani). Contoh seperti epilepsi, kelainan pada struktur salursn pencernaan, gangguan pada persyarafan diotot penahannya.
    2. Enkoparesis non-organik. Terjadinya enkoparesis tidak disebabkan oleh faktor saluran pencernaannya, melainkan karena sebab lain, yakni : kurang pemahaman sikecil tentang latihan toilet training atau anak kurang merespon terhadap latihan toilet training yg diajarkan orang tuanya, atau bisa juga karena sebab yg berhubungan dengan psikis yaitu trauma akan sesuatu yg menyebabkan sikecil kehilangan kendali dalam BAB 

    Untuk memastikan apakah penyebab yg mendasari dari perilaku BAB anak anda, sebaiknya anda berkonsultasi kepada dokter anak, guna memeriksakan adakah kelainan saluran pencernaan pada anak anda. Pemeriksaan yg dilakukan adalah mengecek langsung kepada tubuh sikecil adakah kelainan atau tidak, atau dapat juga menggunakan pemeriksaan tambahan seperti USG atau foto X-ray untuk mengecek adakah kelainan yg tidak bisa ditemukan dengan pemeriksaan fisik biasa. Jika dengan pemeriksaan oleh dokter anak tidak ditemukan kelinan, maka kemungkinan anak anda akan dirujuk ke dokter kejiwaan agar dinilai dari penyebab perilaku yg berbeda dari anak sesusianya. Yang kemudian bisa dilakukan terapi perilaku. Atau juga ditambah dengan obat-obatan tertentu. 

    Sekian dari saya semoga bermanfaat. Terimakasih

    dr. Ciptanti