Tanya Dokter

  • Bayi baru lahir sulit BAB dan kemerahan pada anus setelah BAB

  •  rifka fadilah
    Anggota

    selamat siang dok . anak saya baru berusia 2minggu , sejak hari kedua setelah lahir udah minum susu formula karna asi saya gak keluar dan sekali nya keluar pun sedikit-dikit . udah 3 hari belakangan ini anak saya BAB nya susah dan keras sampai nangis kejer , di anus nya juga langsung merah setelah BAB . solusinya gimana ya? susu anak saya lactogen .

    Hai rifka,

    Terimakasih telah bertanya ke Alodokter.

     

    Pemberian makanan atau minuman tambahan pada bayi yang usianya masih sangat muda (kurang dari 6 bulan) memang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan, salah satunya konstipasi (sembelit). Kondisi ini bisa muncul akibat komponen susu formula yang cenderung sulit untuk dicerna oleh saluran pernapasan bayi yang masih sangat sensitif. Bisa juga, konstipasi muncul sebagai akibat dari intoleransi bayi terhadap kandungan laktosa dalam susu yang Anda berikan. Ketika mengalami konstipasi, lewatnya feses yang keras bisa menyebabkan iritasi di sekitar anus. Hal inilah yang kemungkinan membuat bayi Anda kerap menangis saat BAB dan anusnya berwarna kemerahan.

    Mungkin juga, di samping karena susu yang diberikan, konstipasi yang bayi Anda alami muncul akibat suatu penyakit, misalnya penyakit Crohn (radang usus kronis), hiperkalsemia (kadar kalsium tinggi dalam darah), hipotiroidisme (kelenjar tiroid hipoaktif), volvulus (usus terpuntir), dan sebagainya.

    Apakah bayi Anda mengalami muntah-muntah? Apakah perutnya teraba keras? Lantas, adakah keluhan lain yang bayi Anda alami?

    Jika keluhan sudah terjadi selama 3 hari, atau muncul disertai keluhan lain sebagaimana disebutkan di atas, sebaiknya Anda memeriksakannya langsung bayi Anda ke dokter ya.. Hindari pemberian obat apapun (termasuk obat pencahar) bila tidak diresepkan langsung oleh dokter.

    Sementara, Anda bisa bantu atasi keluhan bayi Anda melalui upaya berikut:

    • Sebisa mungkin, lakukan relaktasi (menyusui ASI kembali)
    • Secara perlahan, stop pemberian susu formula
    • Pijat perut bayi secara berkala dengan cara memutar seperti jarum jam, dilanjutkan dengan menggerakkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda
    • Hindari pemberian makanan atau minuman tambahan apapun
    • Oleskan anus bayi yang memerah dengan baby oil

    Relaktasi memang bukan merupakan perkara mudah. Namun, perlu Anda ketahui, bahwa semua ibu yang pernah hamil dan melahirkan sesungguhnya akan mampu menyusui bayinya ASI dengan cukup. Adapun produksi ASI Anda yang tampak sedikit di hari-hari awal pasca melahirkan sesungguhnya sangatlah wajar terjadi akibat hormon yang belum seimbang dan cara menyusu bayi yang umumnya belum efektif. Kondisi ini sebaiknya tidak lantas diatasi dengan pemberian susu tambahan. Susui langsung payudara Anda ke bayi sesering mungkin supaya ia mau kembali menyusu ASI. Semakin sering Anda menyusui bayi Anda, maka akan semakin banyak pula ASI Anda akan diproduksi. Dan, semakin dekat jarak anak Anda tidak menyusu langsung, maka akan semakin besar kemungkinan keberhasilan relaktasi. Bila terasa sulit melakukan relaktasi, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter konsultan laktasi ya..

    Semoga membantu.

     

    dr. Nadia Nurotul Fuadah