Tanya Dokter

  • penyebab badan terasa kaku dan sempoyongan

  •  Tia Yustika
    Anggota

    dok saya ingin tanya saya pernah cedera pas olahraga di  sekolah saya sudah periksa ke rumah sakit di mri dan ternyata saya syaraf kaku sampai sekarang blum ada perubahan sudah hampir 2 thn tumbuh ini terasa kaku sekali jika ingin beraktifitas dan tubuh merasa jadi tidak enak seperti sempoyongan saya mohon dok untuk solusinya bagaimana saya sudah lakukan bermacam cara untuk olahraga dan berenang bahkan saya sudah ke alternatif tetapi masih saja belum ada perubahaan  makasih 

    Halo, Tia Yustika, terima kasih sudah bertanya pada Alodokter.

                Badan terasa kaku dan sempoyongan bisa disebabkan oleh beberapa kondisi:

    1.     Gangguan pada otot, misalnya otot yang tegang (disebabkan oleh karena kurangnya peregangan), muscle strain (terjadi regangan berlebihan pada otot karena cedera/tarikan yang terlalu kuat), atau myalgia (nyeri otot) karena ada infeksi virus atau bakteri atau ada cedera

    2.     Gangguan pada persendian, misalnya artritis (radang pada sendi) karena asam urat, penyakit autoimun, atau penuaan

    3.     Gangguan pada persarafan, misalnya ada peradangan, tumor/benjolan, cedera, atau jepitan pada saraf tertentu

    4.     Penyebab psikologis seperti fibromyalgia

    5.     Kurang cairan atau kurang elektrolit

    Untuk memastikan penyebabnya, sangat diperlukan konsultasi mendalam dengan dokter, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang seperti tes darah lengkap, CT-scan atau MRI. JIka Anda sudah pergi ke dokter, sebaiknya Anda tetap kontrol rutin ke dokter dan jangan menghentikan pengobatan dan terapi dari dokter. Dengan kontrol rutin ke dokter, kondisi Anda dapat dipantau dan diberi pengobatan sesuai dengan kondisi Anda.

    Beberapa hal ini dapat dilakukan untuk membantu meredakan kekuan tubuh yang Anda rasakan sejak lama:

    1.     Kontrol stress Anda dengan melakukan hobi atau kegiatan yang Anda gemari, bermeditasi/berdoa, dan berekreasi

    2.     Berolahraga secara teratur (minimal seminggu 3-5x, setiap kali minimal 20-30 menit), dengan tidak lupa pemanasan dahulu sebelum berolahraga dan melakukan pendinginan setelah olahraga. Tanyakan pada dokter Anda mengenai olahraga apa yang cocok untuk kondisi Anda.

    3.     Istirahat dan tidur yang cukup.

    4.     Cukupi kebutuhan cairan dan elektrolit harian. Minum air putih minimal 8 gelas sehari (disesuaikan dengan aktivitas), mengonsumsi minuman elektrolit, dan cukupi kebutuhan nutrisi harian.

    5.     Berendam air hangat.

     

    Sekian, semoga bermanfaat ya.

     

    Salam, dr. Sarah Rizqia.