Tanya Dokter

  • Sering merasa takut dan cemas berlebihan hingga mengganggu aktivitas belajar

  • Hai dok, saya fera 18 th. Jadi gini tahun lalu saya punya pengalaman buruk, saya hampir saja kehilangan salahsatu orangtua saya.untungnya Tuhan masih berbaik hati dengan saya. Namun selepas kejadian tersebut, setiap orangtua saya sakit sedikit saja bahkan hanya demam sekalipun, saya sering merasa takut dan cemas yg berlebihan sampai mengganggu aktivitas belajar saya. Bahkan terkadang memori tahun lalu pun sering terbayang dipikiran saya. Apakah saya memiliki gangguan psikis?

    Hai Fera, terima kasih telah bertanya di Alodokter. Rasa khawatir, cemas dan takut yang timbul dari pengalaman buruk sebenarnya merupakan salah satu proses belajar yang dilakukan oleh otak kita. Orang pada dasarnya tidak memiliki rasa takut pada singa, misalnya. Namun karena semenjak kecil mendapatkan informasi bahwa singa memiliki gigi yang tajam, singa dapat membunuh manusia, atau mendengar berita ada manusia yang dikoyak-koyak oleh singa, pengetahuan itulah yang membuat seseorang menjadi takut akan singa.

    Kasus lainnya adalah dengan memasang sabuk pengaman. Seseorang tadinya tidak cemas saat mengendarai kendaraan tanpa menggunakan sabuk pengaman, namun setelah melihat langsung pengendara lain atau malah keluarga sendiri yang meninggal karena tidak menggunakan sabuk pengaman, dia menjadi takut akan mengalami hal yang sama dan rajin menggunakan sabun pengaman setiap kali berkendara.

    Contoh kasus tentang singa maupun tentang sabuk pengaman adalah ilustrasi betapa rasa takut, cemas dan khawatir adalah cara otak untuk mempertahankan diri. Karena otak meyakini singa itu berbahaya, muncul rasa takut akan singa agar seseorang terdorong menghindari singa agar tetap selamat. Begitu juga dengan sabuk pengaman, otak menimbulkan rasa takut pada seseorang sehingga jadi rutin menggunakan sabuk pengaman agar keselamatannya terjaga.

    Pada kasus Anda, otak Anda sudah merekam kejadian buruk tentang kedua orangtua Anda ke dalam ingatan. Sehingga ketika orangtua Anda sakit, otak memunculkan rasa takut kehilangan itu agar Anda melakukan yang terbaik demi kesehatan orangtua Anda.

    Sehingga kesimpulannya, sebenarnya yang terjadi pada Anda bisa saja merupakan proses belajar normal yang dialami oleh otak sebagai mekanisme mempertahankan kesehatan orangtua Anda.

    Namun, dalam psikiatri, salah satu indikator atau tanda bahwa perasaan senang, sedih, takut, khawatir, cemas, acuh dan lain sebagainya mengalami gangguan adalah apabila kondisi tersebut sudah mengganggu fungsi sehari-hari Anda. Dalam artian, jika Anda menjadi mengkhawatirkan orangtua Anda setiap waktu meskipun mereka tidak sakit, ingin selalu berada didekat mereka sehingga Anda bolos sekolah dan lain sebagainya, maka bisa saja ada gangguan dalam pikiran Anda.

    Untuk menentukan ini sendiri mungkin sulit bagi Anda. Sehingga saran kami, tidak ada salahnya Anda berkonsultasi, menceritakan keluh kesah Anda kepada psikiater. Hal ini akan bermanfaat bagi Anda khususnya karena berbicara dengan psikiater itu sendiri pun merupakan terapi pada beberapa orang. Bila memang betul Anda mengalami gangguan psikis, psikiater Anda akan tahu dan akan menyarankan terapi terbaik bagi kondisi Anda. Semoga Anda dan keluarga sehat selalu.

    Sekian, semoga membantu.

    dr. Amadeo D. Basfiansa