Tanya Dokter

  • Prosedur untuk Tes ASA

  •  Lala
    Anggota

    Selamat siang dok.. Saya wanita 27tahun, kmren saya ke dokter spog untuk konsultasi kehamilan, nah saya disarankan untuk tes ASA. Yg mau saya tanyakan bagaimna prosedur/proses tes ASA yg dilakukan pada wanita? Apakah suami juga perlu melakukan test tersebut?. Saya membaca ada istilah sperma donor, maksdnya bagaimana ya dok? Terimaksih

    Selamat pagi, terima kasih telah bertanya di Alodokter. Ada berbagai macam penyebab sulitnya pasangan suami istri untuk mendapatkan momongan. Mulai dari yang sederhana seperti kurangnya frekuensi berhubungan seksual, hingga kemandulan yang disebabkan pergerakan, jumlah atau bentuk sel sperma yang tidak normal. Diantara semua itu, ada juga kondisi dimana penyebabnya tidak jelas. Dalam artian, pasangan tersebut sudah sering melakukan hubungan seksual, tidak menggunakan kontrasepsi apapun, secara fisik dan mental tidak ada kelainan pada laki-laki maupun perempuan, dan secara bentuk sel telur dan sel sperma pun normal dari jumlah, bentuk dan ukuran. Dari "kemandulan yang tidak dapat dijelaskan" inilah pada akhirnya dokter akan berpikiran untuk melakukan tes ASA.

    Tes ASA atau Anti-Sperm Antibody Test adalah tes yang dilakukan apakah ada antibodi atau sistem kekebalan tubuh, yang anti terhadap sperma. Sehingga karena syarat kehamilan adalah bertemunya sel sperma dan sel telur untuk dibuahi, dengan adanya sistem kekebalan tubuh terhadap sperma ini, sperma dirusak sebelum sempat membuahi sel telur.

    Antibodi anti sperma ini merupakan kondisi yang jarang, namun bisa saja terjadi, baik pada laki-laki maupun pada perempuan. Cara pengujiannya bagi laki-laki adalah dengan mengecek cairan sperma atau ejakulasinya dengan cara dikumpulkan melalui masturbasi atau onani, sedangkan pada perempuan cukup dengan diambil darahnya seperti tes darah biasa. Darah akan diambil dari lengan, dan kemudian diperiksa di laboratorium. Hasilnya nanti akan menunjukkan, semakin tinggi kadarnya, semakin rendah kemungkinannya untuk sel sperma membuahi sel telur.

    Mengenai apakah suami Anda perlu atau tidak, bila dokter kandungan Anda menganjurkan demikian, kami rasa tidak ada salahnya, mengingat hal ini bisa terjadi pada laki-laki maupun perempuan. Untuk donor sperma, maksudnya adalah sperma tersebut didapatkan dari pendonor atau orang lain. Misalnya bila ada pasangan yang ingin memiliki anak namun suaminya mengalami kemandulan, bisa digunakan donor sperma dari orang lain untuk membuahi sel telur sang istri. Sekian, semoga menjawab pertanyaan Anda.

    dr. Amadeo D. Basfiansa