Tanya Dokter

  • bahaya dan pengobatan untuk kanker hidung pada anak

  • Siang dok, sy mw bertanya.adik saya di diagnosa tumor ganas.tumor nya sdh mengenai mata dan rongga mulut,dan sekarang dia suka lupa,tdk ingat apa2, spti orang linglung.kira2 itu berbahaya tidak.dan apakah masih bisa disembuhkan??

    Halo Malinda yang baik, terimakasih atas pertanyaan Anda

    Tumor adalah benjolan yang muncul akibat pertumbuhan sel-sel tubuh yang abnormal. Sama seperti bagian tubuh lainnya, hidung pun bisa mengalami pertumbuhan tumor yang dibedakan menjadi tumor jinak dan tumor ganas (kanker).

    Kanker hidung bersifat mudah menyebar ke bagian tubuh lainnya, khususnya area di sekitar hidung seperti mata dan rongga mulut. Kanker hidung harus dibedakan dengan kanker sinus paranasal yang berada di rongga sinus dan kanker sinonasal yang melibatkan rongga hidung dan rongga sinus secara bersamaan. Secara umum, ketiga kanker ini memiliki banyak kesamaan gejala, yaitu :

    • hidung terus-menerus tersumbat dan keluar cairan dari hidung
    • sering mimisan
    • berkurangnya indera penciuman dan/atau pengecap
    • sakit kepala
    • nyeri di sekitar hidung, misalnya dahi, pipi, sekitar mata
    • nyeri telinga hingga gangguan pendengaran
    • gangguan penglihatan

    Ketiga tumor ganas ini dibedakan melalui pemeriksaan fisik ditambah pemeriksaan penunjang, yaitu CT-scan dan MRI.

    Penanganan kanker hidung disesuaikan dengan tingkat keparahannya. Modalitas yang digunakan meliputi prosedur operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. Pada stadium 1 dan 2, tindakan operasi umumnya dilakukan untuk mengeradikasi sel-sel kanker, yang bisa diikuti dengan terapi radiasi dan kemoterapi. Namun, pada stadium 3 lanjut dan 4, penanganan bersifat paliatif, yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup pasien, meliputi terapi radiasi dan/atau kemoterapi. Diskusikanlah permasalahan ini dengan dokter spesialis THT yang merawat adik Anda, mengingat dokter ini yang paling memahami kondisi kesehatannya. 

    Semoga informasi ini bermanfaat ya

    dr. Lili