Menjadi lansia sehat tentu menjadi harapan setiap orang. Seiring bertambahnya usia, tubuh memang lebih rentan terhadap penyakit kronis dan penurunan fungsi fisik. Namun, dengan menerapkan pola hidup sehat, lansia tetap bisa hidup mandiri dan aktif sehingga dapat menikmati masa tua dengan kualitas hidup yang baik.
Menjaga kesehatan di usia lanjut memang bukan hal yang mudah. Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, mulai dari berkurangnya kekuatan otot, gangguan daya ingat, hingga meningkatnya risiko penyakit, seperti hipertensi, diabetes, dan nyeri sendi.

Namun, dengan rutinitas perawatan harian yang sederhana, banyak masalah kesehatan tersebut bisa dicegah atau diperlambat. Konsep lansia sehat tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga mencakup keseimbangan mental, sosial, dan emosional. Dengan begitu, lansia dapat tetap menikmati hari dengan penuh semangat.
Tips Menjadi Lansia Sehat
Agar lansia tetap sehat dan bugar, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan di rumah:
1. Menjalani pola makan bergizi seimbang
Menjaga pola makan bergizi seimbang sangat penting untuk mendukung kesehatan lansia. Pastikan asupan hariannya mengandung serat, protein, vitamin, dan mineral yang cukup, seperti dari sayuran hijau, buah segar, ikan, telur, kacang-kacangan, dan susu rendah lemak.
Batasi konsumsi makanan olahan, gorengan, daging berlemak, makanan tinggi gula, serta makanan asin, seperti keripik atau makanan kaleng. Beragam jenis makanan ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti diabetes, hipertensi, dan kolesterol tinggi.
Selain itu, penting juga untuk membantu lansia mengatur porsi makan, menjaga jadwal makan teratur tiga kali sehari, dan menghindari kebiasaan melewatkan sarapan agar energi tubuh tetap terjaga.
2. Melakukan aktivitas fisik secara rutin
Pilihlah jenis olahraga ringan yang sesuai dengan kondisi fisik lansia agar tubuh tetap bugar dan berenergi. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan, antara lain berjalan santai di pagi hari, mengikuti senam lansia rutin di posyandu atau balai RW, hingga kegiatan sederhana, seperti berkebun atau membersihkan rumah.
Latihan ringan ini bermanfaat untuk menjaga kekuatan otot, kelenturan sendi, memperlancar peredaran darah, serta memperlambat penurunan fungsi tubuh.
3. Beristirahat yang cukup dan berkualitas
Pastikan lansia mendapatkan waktu tidur yang cukup, yaitu idealnya sekitar 7–8 jam setiap malam. Ciptakan suasana kamar yang nyaman dengan pencahayaan redup dan suhu yang sejuk agar tidur lebih berkualitas.
Hindari pemberian minuman berkafein, seperti kopi atau teh, terutama di malam hari karena dapat mengganggu waktu istirahat. Biasakan juga lansia tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari untuk menjaga ritme tubuh tetap stabil.
4. Cek kesehatan dan konsumsi obat rutin
Untuk menjadi lansia sehat, sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan yang idealnya setiap 1–3 bulan sekali. Rutinitas ini bertujuan untuk memantau tekanan darah, kadar gula, kolesterol, serta fungsi organ tubuh.
Jika memiliki kondisi tertentu, seperti hipertensi atau diabetes, pastikan obat diminum sesuai anjuran dokter dan tidak melewatkan jadwalnya. Agar lebih mudah, simpan obat di tempat yang aman dan mudah dijangkau, serta buat catatan atau pengingat jadwal minum obat agar tidak terlewat.
5. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
Jaga kebersihan tubuh lansia dengan mandi secara teratur, minimal dua kali sehari. Ganti pakaian yang bersih dan jaga kebersihan mulut, baik dengan menyikat gigi maupun membersihkan gigi palsu.
Selain itu, penting juga untuk memastikan lingkungan rumah selalu bersih, memiliki ventilasi yang baik, lantai tidak licin, serta barang-barang tertata rapi agar lansia terhindar dari risiko jatuh atau infeksi. Jika lansia menggunakan kursi roda atau tongkat, jangan lupa untuk rutin membersihkannya agar tetap higienis dan aman digunakan.
6. Mengajak lansia bicara
Luangkan waktu setiap hari untuk berbincang dengan lansia, meski hanya 10–15 menit. Dengarkan cerita mereka tentang masa lalu, keluarga, atau pengalaman hidup yang berkesan. Tunjukkan perhatian dengan menanyakan kabar, membahas topik ringan, atau sekadar menonton acara televisi bersama.
Interaksi sederhana seperti ini dapat membuat lansia merasa dihargai, mengurangi rasa kesepian, dan membantu menjaga kesehatan mental agar terhindar dari depresi.
7. Mengajak untuk bersosialisasi
Dorong lansia tetap aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar, seperti menghadiri arisan warga, senam pagi di posyandu, pengajian, posyandu lansia, atau pertemuan kelompok hobi, seperti kelompok berkebun dan kelompok pengajian.
Bila lansia sulit keluar rumah, keluarga bisa mengundang tetangga, saudara, atau cucu untuk berkunjung. Dengan bersosialisasi, lansia bisa menambah teman, berbagi pengalaman, dan menjaga semangat hidup.
8. Memberikan fasilitas yang menyenangkan
Bantu lansia melakukan hobi atau kegiatan yang ia sukai untuk mengisi waktu dan menjaga pikiran tetap aktif. Contohnya, menemani berkebun di pekarangan rumah, menyediakan bacaan ringan, seperti majalah atau buku cerita, atau mengajak menonton film favorit bersama keluarga.
Kegiatan lain yang bisa dilakukan, misalnya bermain catur, merangkai bunga, membuat kue, atau mendengarkan musik kesukaan. Aktivitas ini dapat membuat lansia lebih rileks, terhindar dari stres, dan tetap merasa aktif.
Menjaga lansia sehat tidak perlu rumit atau mahal. Hal yang terpenting adalah konsistensi dalam menjalani pola hidup sehat dan terus memantau kesehatan secara berkala agar lansia tetap produktif dan bahagia.
Setiap lansia sebenarnya memiliki kebutuhan yang berbeda. Bila Anda menemukan perubahan mendadak pada kondisi fisik, emosi, atau perilaku lansia di rumah, atau jika lansia merasa tidak enak badan secara berulang, jangan ragu untuk Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Bantuan medis yang cepat dan tepat sangat penting agar kesehatan lansia terjaga optimal dan keluarga tetap tenang.