Setelah proses persalinan yang melelahkan, Bunda harus memulai perjuangan baru yang lain. Mulai dari begadang menyusui bayi, hingga membereskan segala urusan di rumah.  Di saat Bunda ingin istirahat, tetapi banyak kerabat ingin datang berkunjung.  Bagaimana cara menyiasatinya ya?

Bayi baru lahir belum punya pola tidur tetap, biasanya akan bangun tiap dua jam sekali untuk menyusu. Seharusnya, Bunda ikut tidur saat bayi tidur untuk memulihkan energi. Namun lagi-lagi ponsel berdering atau masuk pesan bahwa teman dekat atau keluarga akan datang berkunjung. Jangan khawatir Bun, ada kok beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menyenangkan semua pihak.

Lelah Menerima Tamu Setelah Melahirkan? Ini Solusinya - Alodokter

Tips Menyambut Tamu di Rumah

Memang tidak mudah untuk menolak permintaan teman-teman atau kerabat, yang ingin datang berkunjung menjenguk bayi baru lahir. Agar niat baik tersebut tetap dapat disambut oleh Bunda tanpa melelahkan secara berlebihan, berikut cara yang dapat dilakukan:

  • Berterus terang pada tamu

Sebelum tamu datang, tidak perlu sungkan untuk memberitahu jam berapa mereka sebaiknya pulang, agar Bunda dan bayi bisa tenang beristirahat. Apalagi jika Bunda sekeluarga memang ada agenda ke tempat lain, seperti ke dokter.  Jika Bunda bukan termasuk orang yang bisa berterus terang, Bunda bisa juga memberi tanda agar tamu dapat merasa bahwa ia perlu pamit. Misalnya saat bayi menangis, Ibu dapat langsung menggendongnya untuk disusui sambil berkata, “Biasanya setelah ini dia tidur siang.”

Selain itu, Bunda dapat menjadwalkan kapan hari tamu dapat berkunjung dan kapan tidak. Bisa saja Bunda menyiapkan satu hari khusus untuk menerima tamu misalnya selama 2 jam, dan tidak menerima tamu di hari lain. Ini akan memudahkan Bunda membersihkan rumah dan menyiapkan makanan sajian, dibanding membuka pintu setiap hari.

  • Menetapkan aturan berinteraksi dengan bayi

Buat aturan khusus tentang hal-hal yang menjadi prinsip Bunda, seperti tidak melayani permintaan membangunkan bayi saat tamu berkunjung. Bunda perlu memahami, sistem kekebalan tubuh bayi masih rentan, sehingga tidak perlu ragu meminta tamu yang sakit untuk menunda kunjungan. Meskipun hanya sakit ringan, seperti batuk atau flu.

Bunda juga bisa meminta dengan sopan agar tamu tidak menyentuh, apalagi mencium wajah bayi, untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri. Jika Bunda mengizinkan orang lain untuk menggendong bayi Bunda yang baru lahir, pastikan untuk memberitahu bahwa leher dan kepalanya harus ditopang dengan baik.

  • Merawat diri sendiri

Tidak hanya merawat bayi, Bunda pun perlu merawat diri sendiri. Agar mood lebih terjaga, coba deh, Bun, ganti piyama atau daster Bunda. Kenakan pakaian yang nyaman tapi sekaligus juga rapi dan lebih enak dilihat. Ini akan membuat Bunda lebih bersemangat, dengan penampilan yang tampak lebih segar dari biasanya.

  • Menjaga rumah tampak rapi

Jika Bunda lelah membersihkan seluruh rumah, Bunda dapat memanfaatkan salah satu ruangan atau kamar untuk menaruh semua benda yang belum sempat dibereskan. Tutup kamar ini selama ada tamu untuk dibereskan nanti.

  • Bekerja sama dengan suami

Jika memungkinkan, Bunda dapat bekerja sama dengan suami untuk menyambut tamu. Bunda dapat membagi tugas, siapa yang menyiapkan makanan dan minuman, menerima kado, atau mengurus si Kecil saat banyak tamu datang.

Bersikap terus terang pada rekan atau kerabat yang ingin datang adalah cara yang paling tepat, agar Bunda dan bayi tetap dapat istirahat. Ini penting terutama jika bayi atau Bunda mengalami kondisi tertentu, seperti persalinan prematur atau melahirkan dengan operasi caesar. Jadi, Bunda tidak perlu stres lagi ya saat ada tamu yang ingin berkunjung setelah bayi lahir.