Pengapuran tulang dapat didefinisikan sebagai terbentuknya jaringan tulang pada tepi atau bagian tertentu di tulang akibat deposit kalsium. Selama ini, banyak yang menganggap pengapuran tulang identik dengan pengeroposan tulang. Benarkah hal tersebut? Ketahui apa yang dimaksud dengan pengapuran tulang dan penyebab-penyebabnya di sini.

Pengeroposan tulang terjadi karena berkurangnya kepadatan tulang dan hilangnya kandungan kalsium dalam tulang. Dalam dunia medis, pengeroposan tulang biasa disebut dengan osteoporosis.

Macam-macam Cara Mengatasi Pengapuran Tulang - Alodokter

Pengapuran tulang dan sendi terjadi karena beberapa faktor, namun salah satu yang paling sering adalah osteoarthritis. Pada kondisi ini, terjadi peradangan sendi akibat bantalan pada ujung tulang yang menipis seiring waktu. Jadi, kerusakan yang terjadi berada di sendi dan bagian tulang sekitar sendi tersebut. Pengapuran tulang juga dapat terjadi karena proses penuaan atau terlalu banyaknya kalsium dalam tubuh.

Pengapuran tulang seringkali tidak menimbulkan gejala, akan tetapi jika pengapuran tulang menyebabkan terjadinya kerusakan lebih lanjut pada struktur di sekitarnya seperti otot dan ligamen, maka gejala lebih cenderung muncul. Pengapuran juga seringkali terdeteksi saat dilakukannya pemeriksaan kesehatan rutin (medical check-up) dan Rontgen tulang.

Kondisi Yang Menyebabkan Osteoarthritis

Penyebab dari rusaknya sendi dan daerah sendi yang tidak mampu diperbaiki dengan sempurna oleh tubuh ini masih belum bisa dipastikan. Meski demikian, ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis.

Faktor usia memengaruhi kemungkinan seseorang terkena pengapuran tulang akibat osteoarthritis. Wanita juga dianggap lebih berisiko mengalami gangguan tulang jenis ini dibandingkan pria. Namun, belum ada penjelasan memuaskan kenapa hal tersebut bisa terjadi.

Jenis pekerjaan tertentu juga memungkinkan sendi mendapat tekanan secara berlebih dalam jangka waktu lama. Osteoartritis bisa disebabkan oleh cedera akibat pekerjaan, yaitu pekerjaan yang memerlukan gerakan berulang-ulang pada sendi tertentu.

Selain pekerjaan, cedera sendi akibat berolahraga dan kecelakaan lalu-lintas juga meningkatkan risiko terjadinya osteoarthritis.

Obesitas, yang menyebabkan adanya beban berlebih pada sendi-sendi penahan berat tubuh, juga meningkatkan risiko terkena osteoarthritis. Kondisi medis lainnya yang pernah dimiliki turut dapat menyebabkan osteoarthritis, seperti rheumatoid arthritis.

Mengatasi Pengapuran Tulang Secara Mandiri

Jika pengapuran tulang sudah diderita, beberapa hal terkait gaya hidup berikut bisa dilakukan untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan, di antaranya:

  • Menurunkan berat badan
    Sendi yang mengalami tekanan berlebih kian memperburuk pengapuran tulang yang diderita. Solusi mudahnya adalah menurunkan berat badan.

  • Olahraga
    Olahraga secara teratur penting dilakukan untuk menguatkan otot-otot di sekitar sendi yang mengalami pengapuran. Hal ini akan membuat sendi menjadi lebih stabil sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan osteoarthritis. Pastikan olahraga yang dilakukan tidak berlebihan karena justru akan memperburuk masalah yang diderita.

  • Kompres hangat atau dingin
    Saat kondisi oateoarthritis menimbulkan rasa sakit, cobalah gunakan kompres hangat atau air dingin untuk meringankannya. Pemakaian kompres hangat juga berperan untuk melemaskan otot, sedangkan kompres dingin dapat meredakan kram otot dan nyeri.

  • Memakai obat pereda rasa sakit
    Pemakaian obat pereda rasa sakit berupa krim atau gel yang dijual bebas di apotik juga bisa dilakukan. Krim atau gel pereda rasa sakit cocok dipakai pada sendi yang dekat dengan permukaan kulit, seperti persendian pada lutut dan jari-jari.

  • Memakai alat bantu
    Alat bantu, seperti tongkat, mungkin dibutuhkan untuk memudahkan penderita pengapuran tulang dalam beraktivitas. Penggunaan alat bantu ini terutama pada kasus pengapuran tulang akibat kerusakan tulang dan sendi yang sudah berlanjut. Untuk menentukan jenis alat bantu yang tepat, konsultasikan kepada dokter.

Obat dan Terapi Yang Bisa Dijalani

Selain melakukan tindakan mandiri di atas, Anda mungkin memerlukan obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), yang dapat diresepkan oleh dokter. Dokter juga mungkin akan merekomendasikan beberapa hal berikut untuk mengatasi pengapuran tulang:

  • Terapi fisik
    Terapi fisik atau fisioterapi dalam bentuk penguatan otot, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penderita dalam bergerak dan untuk mengurangi rasa sakit. Terapi ini mampu memperkuat otot-otot di sekitar sendi yang mengalami penipisan.

  • Terapi okupasi
    Terapi ini bertujuan agar kegiatan sehari-hari dan bekerja mampu dilakukan tanpa memperburuk kerusakan sendi. Ahli terapi akan menjelaskan tentang cara-cara tertentu bagaimana melakukan aktivitas sehari-hari tanpa rasa sakit berlebih akibat pengapuran tulang.

  • Sepatu khusus
    Sepatu pasien akan diberi bantalan khusus yang mampu mengurangi rasa sakit saat berdiri atau berjalan.

Apabila hal-hal di atas telah diterapkan namun kondisi tidak juga membaik, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk menjalani prosedur-prosedur tertentu, misalnya suntik kortikosteroid atau tindakan operasi untuk mengganti sendi yang rusak.

Pada kondisi osteoarthritis yang sudah parah, penanganannya tidak cukup lagi hanya dengan perubahan gaya hidup. Konsultasikan kepada dokter mengenai pilihan-pilihan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.