Manfaat puasa bagi kesehatan ada beragam, mulai dari menurunkan badan, menjaga kesehatan jantung, hingga memelihara kesehatan mental. Salah satunya adalah karena puasa dapat meningkatkan metabolisme tubuh. Untuk mengetahui manfaat puasa lebih jauh, simak artikel ini.

Selama ini, sebagian orang mungkin menganggap puasa merupakan salah satu ritual yang dijalani untuk memenuhi tuntutan agama atau tradisi semata. Namun, siapa sangka, di balik puasa terseimpan banyak manfaat bagi kesehatan. Selain itu, puasa juga kerap dilakukan sebagai salah satu metode diet yang disebut puasa interminten.

5 Manfaat Puasa bagi Kesehatan - Alodokter

Perubahan Tubuh Saat Puasa

Ketika berpuasa, tubuh mengalami perubahan sesuai dengan lama waktu berpuasa. Untuk menyerap nutrisi dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, tubuh membutuhkan waktu sekitar 6–8 jam. Ini artinya, tubuh mampu berpuasa bila diberi asupan terlebih dahulu.

Oleh sebab itu, penting untuk makan sahur yang bergizi sebelum menjalani puasa dari terbit hingga tenggelamnya matahari.

Pada kondisi normal, sumber energi utama tubuh adalah gula yang diperoleh dari metabolisme karbohidrat atau gula yang disimpan di hati dan otot. Selama berpuasa, asupan gula ini akan digunakan untuk menghasilkan energi yang diperlukan tubuh. Selain gula, jaringan lemak juga bisa diolah menjadi sumber energi.

Jika sumber-sumber energi tersebut masih belum cukup, tubuh akan membakar protein otot untuk menghasilkan energi. Fase terakhir ini disebut dengan fase kelaparan. Namun, ini hanya terjadi jika seseorang berpuasa selama berhari-hari tanpa berbuka.

Beragam Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Berikut adalah beragam manfaat puasa bagi kesehatan yang bisa Anda peroleh:

1. Menurunkan berat badan

Manfaat puasa yang sudah cukup banyak diketahui adalah untuk membantu menurunkan berat badan. Tak hanya itu, puasa juga baik untuk menjaga berat badan tetap ideal.

Penelitian menyebutkan bahwa puasa dapat meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga pembakaran kalori dan lemak di dalam tubuh ikut meningkat. Hal ini bisa membuat berat badan menurun. Dengan begitu, Anda juga akan terhindar dari risiko obesitas.

2. Menjaga kesehatan jantung

Beberapa riset menunjukkan orang yang rutin berpuasa selama sekitar 1 bulan terlihat memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit jantung, kolestetrol tinggi, dan tekanan darah tinggi, dibandingkan orang yang tidak menjalani puasa.

Ini diduga karena orang yang berpuasa bisa mengatur pola makannya dengan lebih sehat, tidak mendapatkan asupan kolesterol dan kalori berlebihan, serta memiliki metabolisme yang lebih baik, Oleh karena itu, puasa bisa dilakukan sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan jantung.

3. Mengurangi risiko terkena diabetes

Salah satu manfaat lain berpuasa adalah menurunkan risiko diabetes. Hal ini berkaitan dengan efek puasa yang dapat merangsang perbaikan metabolisme tubuh dan meningkatkan kinerja insulin, yakni hormon yang mengatur kadar gula darah.

Tak hanya itu, ada juga riset yang menyebutkan bahwa puasa dapat membantu mencegah resistensi insulin dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Hal ini bisa menurunkan risiko terjadinya penyakit diabetes pada orang yang berpuasa.

4. Mengurangi risiko munculnya kanker

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa puasa bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan sel-sel kanker. Pasalnya, selama berpuasa, laju pembelahan sel dalam tubuh, termasuk sel-sel kanker, akan berkurang akibat terbatasnya asupan nutrisi.

Selain itu, metabolisme yang lebih baik juga diduga turut berperan dalam membuat sel kanker lebih susah tumbuh pada orang yang berpuasa. Meski demikian, manfaat puasa yang satu ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ingat, untuk mencegah kanker, Anda juga dianjurkan untuk menjalani gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat yang cukup, rutin berolahraga, mengurangi stres, serta tidak merokok dan menjauhi minuman beralkohol.

5. Menjaga kesehatan mental

Tidak hanya baik bagi kesehatan fisik, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan mental.

Pasalnya, puasa dapat membantu menurunkan kadar hormon stres atau kortisol serta merangsang hormon endorfin yang baik untuk meredakan rasa cemas. Hal ini diduga berkaitan dengan efek puasa yang dapat memperbaiki metabolisme tubuh.

Tak hanya itu, puasa juga akan membuat seseorang merasa lebih dekat dengan Sang Pencipta. Hal ini bisa membuat perasaan dan suasana batin menjadi lebih tenang, sehingga pikiran akan lebih jernih.

Memahami Puasa Interminten

Puasa interminten memiliki pola yang mirip dengan puasa Senin-Kamis. Kesamaannya ini terletak pada konsep diet yang diterapkan, yakni konsep diet 5:2 atau 5 hari tidak berpuasa dan 2 hari berpuasa. Tujuan puasa ini biasanya adalah untuk menurunkan berat badan.

Saat menjalani puasa interminten, Anda perlu membatasi asupan kalori dengan mengonsumsi hanya sekitar 500–600 kalori saja.

Puasa memang bisa memberi banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa puasa pun bisa menjadi berbahaya, jika Anda melakukannya tanpa makan sahur atau saat kondisi tubuh sedang tidak sehat.

Puasa juga umumnya tidak dianjurkan bagi orang yang memiliki penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, kerusakan hati, tekanan darah rendah, kurang darah, diabetes, gangguan makan, dan daya tahan tubuh lemah.

Selain itu, ibu hamil atau menyusui serta orang yang sedang menjalani pengobatan tertentu, seperti kemoterapi, juga tidak disarankan untuk berpuasa.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki kondisi atau penyakit tertentu dan ingin berpuasa, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter. Hal ini penting untuk memastikan Anda bisa mendapatkan manfaat puasa dengan aman.