Mata bayi belekan ditetesi ASI sering dianggap sebagai cara alami untuk mengatasi kotoran pada mata Si Kecil. Karena anggapan tersebut, tidak sedikit orang tua yang langsung mencobanya di rumah. Namun, apakah cara ini benar-benar aman dan efektif secara medis?
Mata bayi belekan ditetesi ASI memang cukup populer sebagai solusi praktis. Banyak yang percaya ASI bisa membantu mengatasi infeksi ringan karena mengandung zat pelindung alami. Namun, penting dipahami bahwa tidak semua cara alami aman untuk digunakan pada mata bayi yang masih sensitif, ya.

Pada bayi, belekan umumnya terjadi karena saluran air mata yang belum terbuka sempurna atau adanya infeksi ringan. Kondisi ini membuat kotoran menumpuk di sudut mata dan terkadang membuat mata tampak lengket, terutama setelah tidur.
Mata Bayi Belekan Ditetesi ASI dan Faktanya
Mata bayi belekan ditetesi ASI sering dilakukan karena dianggap mengandung zat pelindung alami yang bisa membantu melawan kuman. Namun, sampai saat ini belum ada bukti medis yang kuat bahwa cara ini benar-benar aman dan efektif. Oleh karena itu, hal ini sebenarnya tidak disarankan secara medis, ya.
Perlu diingat, ASI yang diteteskan ke mata bisa saja terkontaminasi bakteri dari kulit atau alat yang kurang bersih. Hal ini justru berisiko membuat infeksi menjadi lebih berat atau memicu iritasi pada mata bayi yang masih sangat sensitif.
Selain itu, jika terlalu mengandalkan cara alami, penanganan yang seharusnya dilakukan secara medis bisa jadi terlambat. Padahal, beberapa kondisi membutuhkan penanganan khusus agar tidak menimbulkan masalah yang lebih serius.
Penanganan Mata Bayi Belekan yang Tepat
Agar mata bayi belekan ditetesi ASI tidak menjadi pilihan yang berisiko, ada beberapa cara aman yang bisa Anda lakukan:
- Bersihkan kotoran mata dengan kapas steril yang dibasahi air matang hangat. Usap perlahan dari arah dalam ke luar, dan gunakan kapas baru setiap kali mengusap.
- Jaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah membersihkan mata bayi.
- Hindari meneteskan cairan apa pun ke mata bayi tanpa anjuran dokter, termasuk ASI.
Jika belekan disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter biasanya akan memberikan obat tetes atau salep khusus yang aman untuk bayi. Sementara itu, jika penyebabnya adalah saluran air mata yang tersumbat, dokter dapat menyarankan pijatan lembut di area tertentu untuk membantu melancarkan aliran air mata.
Selain itu, penting juga untuk memperhatikan tanda-tanda yang perlu diwaspadai, seperti mata bayi tampak merah, bengkak, atau bayi menjadi lebih rewel dari biasanya.
Jadi, mata bayi belekan ditetesi ASI sebaiknya tidak dilakukan, ya. Penanganan yang tepat dan sesuai anjuran medis akan membantu menjaga kesehatan mata Si Kecil dengan lebih aman.
Jika mata bayi belekan tidak kunjung membaik, semakin banyak, atau disertai pembengkakan dan kemerahan, sebaiknya periksakan langsung ke dokter agar penyebabnya bisa diketahui dengan pasti dan ditangani dengan tepat. Untuk langkah awal, Anda bisa mengonsultasikannya ke dokter secara online via chat di aplikasi ALODOKTER.