Maxbiotik adalah suplemen probiotik yang bermanfaat untuk membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus sehingga kesehatan saluran pencernaan tetap terjaga. Maxbiotik umumnya digunakan untuk membantu mencegah diare, termasuk diare akibat penggunaan antibiotik, serta membantu memulihkan flora usus yang terganggu.
Maxbiotik mengandung kombinasi probiotik, yaitu Bifidobacterium lactis W51, Bifidobacterium lactis W52, Lactobacillus acidophilus W55, Lactobacillus casei W56, Lactobacillus salivarius W57, serta Lactococcus lactis W58.

Kombinasi bakteri baik ini bekerja dengan membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, terutama saat terganggu akibat infeksi, pola makan yang kurang sehat, atau penggunaan antibiotik. Dengan jumlah bakteri baik yang terjaga, fungsi pencernaan dapat berjalan lebih optimal dan risiko gangguan saluran cerna pun dapat berkurang.
Apa Itu Maxbiotik
| Bahan aktif | Bifidobacterium lactis W51, Bifidobacterium lactis W52, Lactobacillus acidophilus W55, Lactobacillus casei W56, Lactobacillus salivarius W57, serta Lactococcus lactis W58 |
| Golongan | Obat bebas |
| Kategori | Suplemen probiotik |
| Manfaat | Membantu memelihara kesehatan pencernaan. |
| Dikonsumsi oleh | Dewasa dan anak-anak sesuai anjuran dokter |
| Maxbiotik untuk ibu hamil | Kategori C: Belum ada cukup bukti dari studi pada binatang percobaan maupun manusia yang menjelaskan keamanan Maxbiotik terhadap ibu hamil maupun janin. |
| Oleh karena itu, suplemen ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil, kecuali jika disarankan oleh dokter. | |
| Maxbiotik untuk ibu menyusui | Lakukan konsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan Maxbiotik selama menyusui. |
| Bentuk obat | Serbuk |
Peringatan sebelum Menggunakan Maxbiotik
Meski tergolong suplemen probiotik, Maxbiotik tetap perlu digunakan dengan hati-hati. Perhatikan hal-hal berikut sebelum mengonsumsinya:
- Informasikan pada dokter jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap probiotik atau kandungan dalam Maxbiotik.
- Beri tahu dokter sebelum menggunakan Maxbiotik jika Anda memiliki gangguan sistem imun, misalnya sedang menjalani kemoterapi, transplantasi organ, atau menderita HIV/AIDS.
- Diskusikan dengan dokter jika Anda sedang menderita penyakit berat, seperti pankreatitis akut, infeksi berat, atau penyakit kronis tertentu.
- Bicarakan pada dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Informasikan kepada dokter jika sedang mengonsumsi obat lain, termasuk antibiotik, suplemen, atau produk herbal, untuk mencegah interaksi obat.
- Segera hentikan penggunaan dan periksakan diri ke dokter jika muncul reaksi alergi setelah mengonsumsi Maxbiotik.
Dosis dan Aturan Pakai Maxbiotik
Dosis Maxbiotik dapat berbeda-beda tergantung usia, kondisi kesehatan, dan tujuan penggunaan. Secara umum, dosis mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan atau sesuai anjuran dokter.
- Dewasa dan anak usia ≥2 tahun: 2–3 saset per hari.
- Anak usia <2 tahun: Sesuai anjuran dokter.
Cara Menggunakan Maxbiotik dengan Benar
Gunakan Maxbiotik sesuai petunjuk pada kemasan atau anjuran dokter. Agar manfaat Maxbiotik optimal, ikuti cara penggunaan berikut:
- Konsumsi Maxbiotik sesuai dosis yang dianjurkan. Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa persetujuan dokter.
- Maxbiotik dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, sesuai petunjuk pada kemasan.
- Maxbiotik serbuk dapat dikonsumsi langsung atau dicampur dengan air maupun makanan.
- Bila lupa mengonsumsi Maxbiotik, segera gunakan saat teringat. Jika sudah mendekati jadwal berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan jangan menggandakan dosis.
- Jika ingin digunakan bersama antibiotik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Anda dapat memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.
- Simpan Maxbiotik di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Maxbiotik dengan Obat Lain
Maxbiotik dapat berinteraksi dengan beberapa obat, antara lain:
- Penurunan efektivitas kerja probiotik bila digunakan bersama obat antibiotik.
- Peningkatan risiko efek samping infeksi pada orang dengan daya tahan tubuh lemah jika Maxbiotik digunakan bersama obat yang melemahkan sistem imun, seperti kortikosteroid dosis tinggi, cyclosporine, atau tacrolimus.
Untuk mengurangi risiko interaksi, konsultasikan kepada dokter jika Anda menggunakan Maxbiotik bersama obat lain.
Efek Samping dan Bahaya Maxbiotik
Maxbiotik umumnya aman bila digunakan sesuai anjuran. Namun, pada sebagian orang, suplemen ini dapat menyebabkan efek samping ringan, seperti:
- Perut kembung
- Rasa tidak nyaman di perut
- Peningkatan gas dalam saluran cerna
Bila efek samping ringan tersebut tidak kunjung hilang atau justru semakin memburuk, segera buat janji temu dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.
Selain itu, Maxbiotik juga dapat menimbulkan reaksi alergi, seperti:
- Ruam atau gatal pada kulit
- Bengkak pada bibir, lidah, atau wajah
- Sesak napas
Jika Anda mengalami efek samping tersebut, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.