Keterampilan motorik merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh setiap anak. Dengan melatih keterampilan ini, anak dapat belajar melakukan berbagai hal, seperti berdiri, duduk, dan bermain. Tak hanya itu, keterampilan motorik yang dilatih dengan baik juga dapat mendukung tumbuh kembang anak.

Keterampilan motorik adalah kemampuan untuk menggerakkan anggota tubuh, seperti kepala, bibir, lidah, tangan, kaki, dan jemari. Gerakan-gerakan tersebut belum terlalu terlihat ketika bayi baru lahir, namun secara perlahan akan mulai terbentuk seiring tumbuh kembangnya.

Melatih Keterampilan Motorik Anak dengan Permainan - Alodokter

Ada dua jenis keterampilan motorik, yaitu keterampilan motorik halus dan keterampilan motorik kasar. Keterampilan motorik halus merupakan gerakan yang melibatkan otot-otot kecil, misalnya jari-jari tangan.

Kemampuan motorik halus memungkinkan anak untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti menulis, menggambar, dan mengambil makanan atau minuman.

Sementara itu, keterampilan motorik kasar melibatkan pergerakan otot-otot besar seperti tungkai, lengan, dan otot-otot tubuh. Keterampilan motorik kasar membuat anak dapat melakukan berbagai aktivitas, misalnya duduk, merangkak, berdiri, berjalan, serta menahan posisi kepala dan tubuhnya.

Cara Mengembangkan Keterampilan Motorik Anak

Bayi umumnya mulai belajar keterampilan motorik sejak usia 5–6 bulan. Untuk mengoptimalkan keterampilan motorik Si Kecil, Bunda dan Ayah dapat merangsangnya dengan beberapa permainan berikut:

1. Menyusun balok

Salah satu permainan sederhana yang dapat melatih keterampilan motorik anak adalah menyusun balok. Ketika melakukan permainan tersebut, anak dapat melatih gerakan otot-otot jari tangannya agar bisa menggenggam dan meraih suatu benda dengan baik.

Tak hanya itu, permainan ini juga dapat merangsang kemampuan koordinasi gerakan tubuh. Bayi umumnya bisa mulai diajak bermain menyusun balok sejak ia berusia 6 atau 8 bulan.

2. Melukis atau menggambar

Melalui kegiatan melukis atau menggambar, anak dapat melatih kemampuan jemarinya untuk menggenggam dan menggerakkan kuas. Tak hanya itu, kegiatan ini juga bisa memupuk daya imajinasi dan tingkat kreativitas anak.

Beberapa studi juga menunjukkan bahwa anak-anak yang sudah diajarkan untuk melukis atau menggambar sejak kecil memiliki kemampuan belajar dan mengingat yang lebih baik. Hal ini menjadikan kegiatan melukis atau menggambar dapat membuat anak menjadi lebih cerdas.

3. Bermain dengan adonan

Bunda dan Ayah juga bisa melatih kemampuan motorik Si Kecil melalui permainan berbentuk adonan, seperti lilin atau tanah liat. Selain itu, Bunda juga bisa mengajak Si Kecil bermain dengan adonan kue, jika ia sudah bisa mengonsumsi makanan padat.

Dengan menyentuh benda-benda tersebut, Si Kecil akan terlatih untuk menyentuh, mencubit, menekan, dan membentuk adonan sesuai bentuk yang ia sukai. Permainan tersebut bisa membantu Si Kecil mengenal tekstur benda-benda di sekitarnya.

4. Bermain bola

Keterampilan motorik kasar anak dapat dilatih dengan mengajaknya bermain lempar tangkap bola. Pilihlah bola plastik berukuran sedang yang tidak terlalu berat, sehingga memudahkan anak untuk melempar, menangkap, atau menendangnya.

Dengan demikian, anak berlatih menggerakkan tangan dan kakinya untuk mengikuti gerakan bola yang diberikan.

5. Menarik dan mendorong mainan

Ketika bayi Anda mulai belajar berjalan, berikan ia mainan yang dapat didorong atau ditarik. Mainan yang dapat digunakan untuk melatihnya menarik dan mendorong, misalnya mainan mobil dan truk besar. Selain itu, Bunda dan Ayah juga bisa mengajak Si Kecil bermain dengan boneka kesukaannya.

Selain dengan beberapa permainan di atas, Bunda dan Ayah juga bisa merangsang keterampilan motorik Si kecil dengan mengajaknya bermain di luar rumah, misalnya di halaman rumah. Saat bermain di luar rumah, Bunda dan Ayah bisa mengajak Si Kecil bermain bola, mobil-mobilan, atau bermain kejar-kejaran dengan Si Kecil.

Bunda dan Ayah juga perlu selalu menemani dan menjaga Si Kecil saat ia bermain karena Si Kecil cenderung suka memasukkan benda asing ke dalam mulutnya. Hal ini berisiko membuatnya tersedak.

Perkembangan Motorik yang Terhambat

Tumbuh kembang yang satu anak dengan anak lainnya belum tentu sama. Ada anak yang tumbuh kembangnya normal, namun ada pula yang sedikit lebih lambat dari anak seusianya.

Namun, Bunda dan Ayah tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena keterlambatan kemampuan motorik tidak selalu menandakan bahwa ia mengalami masalah tumbuh kembang.

Bunda dan Ayah bisa terus mendampingi Si Kecil setiap ia berusaha mencoba hal-hal baru, termasuk ketika kemampuan motoriknya dilatih. Apresiasi kegiatan yang ia lakukan dengan memberikan tepuk tangan atau semangat. Dengan demikian, Si Kecil akan terpacu untuk mencoba hal-hal baru.

Namun, jika tumbuh kembang Si Kecil tampak sangat terhambat atau jika Bunda dan Ayah khawatir terhadap kondisinya, cobalah untuk konsultasikan ke dokter agar dokter dapat mengevaluasi kondisi Si Kecil dan mencari tahu penyebabnya.

Apabila Si Kecil terdeteksi mengalami hambatan tumbuh kembang, dokter dapat memberikan penanganan dan saran terkait cara melatih keterampilan motorik Si Kecil dan menstimulasi tumbuh kembangnya secara umum.