Nefrostomi adalah prosedur yang dilakukan untuk mengalirkan urine dari ginjal melalui kateter. Tindakan ini dilakukan bila terdapat hambatan pada ureter, yang semestinya berfungsi mengalirkan urine dari ginjal ke kandung kemih.

Nefrostomi umumnya dilakukan ketika terjadi hambatan urine karena infeksi saluran kemih, batu ginjal, tumor, adanya kebocoran atau kerusakan pada organ yang menyalurkan urine (umumnya karena kelainan anatomis bawaan, cedera fisik, peradangan, dan kanker), atau terkait kehamilan. Selain itu, nefrostomi bisa dipergunakan juga sebagai jalur untuk membantu prosedur medis lainnya, baik untuk tujuan diagnostik maupun terapi.

Memahami Prosedur Nefrostomi dan Cara Perawatannya - Alodokter

Prosedur Nefrostomi

Sebelum menjalani prosedur nefrostomi, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, dan menilai kondisi Anda. Pemeriksaan juga mencakup riwayat pengobatan yang sedang Anda jalani, sebab ada beberapa jenis pengobatan yang perlu dihentikan sebelum menjalani nefrostomi. Dokter juga mungkin akan menyarankan Anda untuk tidak makan minimal 4-6 jam sebelum tindakan dilakukan.

Jangan khawatir, dokter akan memberi suntikan anestesi atau obat bius, agar Anda tidak merasakan nyeri selama tindakan dilakukan. Prosedur ini akan menggunakan bantuan USG atau CT scan, agar kateter dapat diletakkan pada posisi yang tepat. Setelah terpasang, kateter akan dihubungkan dengan kantong urine.

Prosedur nefrostomi umumnya membutuhkan waktu kurang lebih 60 menit. Saluran yang dibuat pada prosedur ini, akan dipertahankan untuk jangka waktu tertentu, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi fisik Anda. Bisa hanya beberapa hari, atau bahkan hingga hitungan bulan. Untuk itulah, perlu perawatan yang tepat guna menjaga kualitas dan fungsi nefrostomi.

Cara Perawatan Selang Nefrostomi

Setelah prosedur nefrostomi sudah dilakukan, dokter akan menjelaskan bagaimana cara untuk merawat selang nefrostomi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam merawat kateter. Saat hendak memeriksa kondisi selang dan kantong nefrostomi, Anda dianjurkan untuk memerhatikan beberapa hal, yakni:

  • Pastikan perban dalam kondisi yang kering, bersih dan berada pada posisi yang semestinya.
  • Perhatikan kondisi kulit di sekitar area selang nefrostomi, apakah terdapat ruam kulit atau kemerahan.
  • Perhatikan urine dalam kantong, periksa warnanya dan kosongkan jika penuh.
  • Pastikan selang tidak terlipat atau terpuntir dan menghambat aliran urine.

Beberapa langkah berikut ini adalah petunjuk umum untuk merawat selang dan kantong drainase urine yang aman:

  • Ganti perban, penghalang kulit, dan perangkat pelekatan sesuai petunjuk. Setidaknya setiap 7 hari sekali.
  • Selang nefrostomi perlu diganti sesuai jangka waktu yang dimilikinya. Untuk jenis selang nefrostomi jangka panjang, selang mungkin perlu diganti 2-3 bulan sekali.
  • Usap ujung penghubung kantong drainase dengan alkohol atau povidone iodine sebelum Anda menyambung kembali kantung drainase ke selang
  • Jika kantong drainase sudah penuh, kosongkan, dan ganti dengan kantong yang bersih.
  • Pastikan posisi selang kateter tetap terhubung ke kantong drainase, dan menempel dengan baik.
  • Gunakan kantong drainase yang lebih besar di malam hari dan saat tidur siang, sehingga mampu menampung urine lebih banyak.

Segera konsultasi ke dokter, jika Anda merasakan nyeri punggung atau tubuh bagian samping yang tidak kunjung hilang atau semakin parah, darah dalam urine, demam, muntah, urine berbau tidak sedap, atau nyeri pada kulit sekitar selang kateter, setelah dilakukannya prosedur nefrostomi.