Memar atau lebam umumnya terjadi ketika tubuh terbentur sesuatu secara kuat. Namun, beberapa orang dapat mengalami memar hanya karena benturan yang ringan atau bahkan tanpa benturan sama sekali. Untuk lebih memahami penyebab memar, simak ulasan berikut ini!

Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil pecah, sehingga sel-sel darah di dalamnya merembes keluar dan mengendap di bawah permukaan kulit. Hal ini menyebabkan timbulnya warna kemerahan atau keunguan pada kulit.

Mengenal Penyebab Mudah Memar - Alodokter

Secara alami, sel trombosit (platelet) dalam darah akan bekerja sama dengan faktor pembekuan darah untuk membentuk gumpalan guna menghentikan perdarahan ini. Kemudian sel-sel darah akan diserap kembali oleh tubuh secara perlahan dan memar pun memudar.

Beberapa Penyebab Mudah Memar

Kebanyakan memar atau lebam disebabkan oleh cedera fisik, dan dapat membaik dengan sendirinya dalam jangka waktu beberapa hari. Namun jika memar sering terjadi tanpa ada penyebab yang jelas atau muncul tiba-tiba, kemungkinan hal tersebut disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti:

1. Kekurangan faktor pembekuan darah

Faktor pembekuan darah adalah protein di dalam darah yang berfungsi untuk membantu platelet menghentikan pendarahan. Ketika tubuh kekurangan faktor pembekuan darah, memar dan pendarahan secara spontan (tanpa sebab), seperti gusi berdarah, mimisan, atau memar di sendi, akan sangat mudah terjadi.

Contoh penyakit yang dapat menyebabkan mudah memar akibat kekurangan faktor pembekuan darah adalah hemofilia dan penyakit von Willebrand. Keduanya merupakan penyakit genetik atau keturunan yang menyebabkan penderitanya kekurangan faktor pembekuan darah tertentu.

2. Kekurangan platelet atau trombosit

Kondisi ini dapat disebabkan oleh penurunan produksi platelet di sumsum tulang akibat infeksi virus, efek samping obat, atau kanker darah (leukemia dan limfoma).

Selain itu, kekurangan platelet juga dapat terjadi akibat platelet diserang oleh sel-selĀ  pertahanan tubuh sendiri (autoimun), seperti pada penyakit idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP); atau akibat pemakaian platelet secara berlebihan oleh tubuh, seperti pada penyakit thrombotic thrombocytopenic purpura (TTP).

3. Penyakit hati

Liver atau hati merupakan organ yang berfungsi untuk menghasilkan protein pembentuk faktor pembekuan darah. Kerusakan hati akibat konsumsi alkohol berlebih, infeksi, atau sirosis dapat mengganggu produksi protein-protein ini dan menyebabkan memar lebih mudah terjadi.

4. Efek samping obat-obatan dan suplemen

Obat antikoagulan dan antiplatelet yang dikenal sebagai obat pengencer darah, seperti aspirin, warfarin, dan clopidogrel, berfungsi untuk mencegah penggumpalan darah. Obat-obatan ini sering digunanakan untuk mengobati stroke dan penyakit jantung. Namun, salah satu efek samping obat-obatan ini adalah mudah terjadi memar.

Obat golongan kortikosteroid yang banyak digunakan untuk meredakan peradangan pada penyakit asma, alergi, atau eksim dapat menipiskan kulit, sehingga membuat seseorang lebih mudah memar.

Obat pereda nyeri, seperti ibuprofen dan celecoxib, serta suplemen minyak ikan dan ginkgo juga dapat menyebabkan memar lebih mudah terjadi.

5. Kekurangan atau defisiensi vitamin

Selain mudah mengalami memar, kekurangan vitamin K, vitamin B12, vitamin C, atau folat dapat menyebabkan memar lebih lama sembuh.

6. Usia tua

Orang lanjut usia memiliki jaringan kulit dan lapisan lemak di bawah kulit yang lebih tipis, sehingga lebih mudah mengalami memar setelah terkena benturan. Selain itu, pembuluh darah kapiler pada orang tua juga lebih rapuh, sehingga lebih mudah pecah. Hal ini terjadi karena berkurangnya produksi kolagen seiring bertambahnya usia.

7. Olahraga berat

Olahraga berat dapat membuat otot-otot tubuh bekerja ekstra, sehingga menyebabkan robekan atau pecahnya pembuluh darah halus di bawah kulit. Hal ini terutama terjadi pada orang yang sering melakukan olahraga angkat beban dan maraton.

Tidak semua memar merupakan tanda bahaya yang memerlukan pengobatan khusus. Namun, berhati-hatilah jika memar sangat sering terjadi atau disertai dengan penurunan berat badan, tubuh bengkak, dan nyeri di lokasi memar.

Jika Anda mengalami memar atau lebam, langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengompres area yang memar tersebut dengan kompres dingin. Jika memar terjadi pada lengan atau tungkai, tinggikan area yang memar saat berbaring.

Apabila memar tidak kunjung sembuh dalam 2 minggu, disertai perdarahan di bagian tubuh lain, atau muncul terlalu sering dengan ukuran besar, segeralah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan.

Ditulis oleh:

dr. Irene Cindy Sunur