Oogenesis adalah proses pembentukan sel telur pada wanita yang berlangsung di dalam ovarium. Proses ini berkaitan dengan sistem reproduksi perempuan dan memengaruhi kemampuan untuk hamil serta keberlangsungan reproduksi.
Dalam proses oogenesis, setiap perempuan sebenarnya telah membawa jutaan bakal sel telur sejak masa janin di dalam kandungan ibunya. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sebagian kecil yang akan berkembang dan menjadi sel telur matang.

Oogenesis berlangsung seumur hidup, mulai dari masa janin hingga menopause, dan dipengaruhi oleh berbagai tahap serta hormon. Dengan memahami proses ini, Anda dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan reproduksi dan mengenali masa subur.
Tahapan Oogenesis dalam Tubuh Wanita
Oogenesis berlangsung melalui beberapa tahap sepanjang hidup wanita. Tahapnya adalah:
Oogonium
Oogenesis dimulai di masa janin, ketika sel induk telur yang disebut oogonium mulai terbentuk di ovarium. Pada akhir masa kehamilan, jumlah oogonium bisa mencapai sekitar 6–7 juta, tetapi sebagian besar akan mengalami kematian alami (atresia), sehingga bayi perempuan lahir dengan sekitar 1–2 juta oosit primer di ovarium.
Oosit primer
Setelah terbentuk, oogonium berkembang menjadi oosit primer, yang lalu memasuki fase pembelahan meiosis tahap pertama dan berhenti di fase profase I. Proses ini membuatnya “tertidur” puluhan tahun, hingga masa pubertas tiba. Saat masa ini, jumlah oosit sudah jauh berkurang, yaitu tersisa sekitar 300–500 ribu.
Oosit sekunder
Memasuki pubertas, siklus menstruasi mulai berjalan. Setiap bulannya, sekitar 10–20 oosit primer “terbangun” dan mulai melanjutkan pembelahan. Namun, biasanya hanya satu oosit yang berhasil menyelesaikan pembelahan meiosis untuk menjadi oosit sekunder, sedangkan yang lain mengalami degenerasi.
Ovulasi dan pembentukan ovum
Oosit sekunder akan keluar dari ovarium saat ovulasi, dan siap dibuahi jika bertemu sperma. Setelah ovulasi, oosit sekunder akan melanjutkan pembelahan (meiosis II) apabila terjadi pembuahan oleh sperma. Jika tidak dibuahi, sel telur akan mati dan luruh bersama menstruasi.
Secara umum, selama masa reproduksi, hanya sekitar 400–500 sel telur yang benar-benar matang dan dilepaskan, meski cadangan awal jauh lebih banyak.
Hormon yang Mengatur Oogenesis
Oogenesis dikendalikan oleh interaksi beberapa hormon berikut ini:
- FSH (follicle stimulating hormone), berperan merangsang pertumbuhan folikel di ovarium
- LH (luteinizing hormone), berfungsi memicu ovulasi dan membantu perubahan folikel menjadi korpus luteum
- Estrogen, yang dihasilkan oleh folikel dan berperan dalam penebalan dinding rahim
- Progesteron, perannya membantu menjaga kesiapan rahim untuk kehamilan setelah ovulasi
Faktor yang Mempengaruhi Oogenesis dan Kualitas Sel Telur
Beberapa faktor yang bisa memengaruhi proses oogenesis serta kualitas dan jumlah sel telur antara lain:
1. Usia
Kualitas dan jumlah oosit menurun seiring bertambahnya usia. Setelah usia 35 tahun, penurunan ini semakin cepat, sehingga peluang hamil secara alami juga berkurang.
2. Keseimbangan hormon
Gangguan hormon seperti pada PCOS (polycystic ovary syndrome) atau gangguan tiroid bisa menghambat pematangan oosit dan ovulasi.
3. Pola makan dan gaya hidup
Asupan nutrisi yang cukup, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan alkohol terbukti penting untuk menjaga kualitas sel telur.
5. Kondisi medis
Penyakit infeksi panggul, endometriosis, atau riwayat tindakan medis seperti radiasi di area panggul dapat merusak ovarium dan mengurangi cadangan ovarium.
6. Paparan lingkungan
Bahan kimia berbahaya, polusi, dan stres kronis juga dapat menurunkan kualitas sel telur.
Risiko dan Masalah yang Bisa Terjadi pada Oogenesis
Secara alami, oogenesis berjalan tanpa menimbulkan risiko kesehatan pada wanita sehat. Namun, bila terjadi gangguan, kemungkinan yang bisa muncul antara lain:
- Siklus haid tidak teratur
- Tidak terjadinya ovulasi (anovulasi)
- Kemandulan akibat cadangan sel telur yang sangat sedikit atau kualitas sel telur buruk
Jika Anda mengalami siklus haid yang tidak teratur, sulit hamil, atau ada riwayat gangguan hormonal, sebaiknya konsultasikan kepada dokter secara langsung atau melalui layanan Chat Bersama Dokter.
Menjaga Kesehatan dan Fungsi Oogenesis
Kesehatan sistem reproduksi berperan dalam mendukung kelancaran proses oogenesis. Dengan menjaga keseimbangan hormon dan kondisi tubuh secara keseluruhan, pembentukan sel telur dapat berlangsung lebih optimal. Untuk mendukung proses tersebut, Anda dapat melakukan langkah berikut:
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang mengandung antioksidan dan asam folat, untuk membantu menjaga kualitas sel telur.
- Menjaga berat badan ideal, karena berat badan berlebih atau terlalu rendah dapat mengganggu keseimbangan hormon.
- Melakukan olahraga secara rutin, namun hindari olahraga berlebihan yang dapat memengaruhi siklus menstruasi.
- Mengelola stres dengan baik serta menghindari rokok dan alkohol, karena dapat berdampak buruk pada kesehatan reproduksi.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, terutama jika sedang merencanakan kehamilan atau memiliki gangguan siklus menstruasi.
Oogenesis merupakan proses penting dalam sistem reproduksi wanita yang berperan dalam kesuburan dan keberlangsungan kehamilan. Memahami proses ini dapat membantu siapa saja untuk lebih mengenal cara kerja sistem reproduksi dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Jika Anda memiliki pertanyaan atau keluhan terkait kesehatan reproduksi, sebaiknya konsultasikan langsung dengan dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan yang sesuai.