Operasi kalazion adalah prosedur bedah untuk mengatasi benjolan pada kelopak mata akibat peradangan dan sumbatan kelenjar minyak (kelenjar Meibom). Kelenjar ini berfungsi menghasilkan lapisan minyak pada air mata yang membantu menjaga kelembapan dan melindungi permukaan mata.
Operasi kalazion bertujuan untuk mengangkat benjolan pada kelopak mata akibat sumbatan kelenjar minyak yang tidak membaik dengan pengobatan sederhana. Operasi kalazion umumnya tidak selalu diperlukan, karena sebagian kalazion dapat mengecil atau hilang dengan perawatan sederhana, seperti kompres hangat.

Prosedur ini biasanya dilakukan bila kalazion menetap, membesar, atau menyebabkan keluhan, seperti nyeri dan gangguan penglihatan. Dalam pelaksanaannya, operasi kalazion dilakukan dengan membuat sayatan kecil pada kelopak mata untuk mengeluarkan sumbatan dan jaringan yang meradang.
Tujuan dan Indikasi Operasi Kalazion
Operasi kalazion bertujuan untuk mengeluarkan isi kelenjar yang tersumbat, meredakan peradangan, serta mencegah komplikasi dan kekambuhan.
Dokter biasanya akan menyarankan operasi kalazion bila terdapat kondisi berikut:
- Kalazion tidak membaik setelah 2–3 minggu meski sudah dilakukan kompres hangat atau pengobatan
- Benjolan pada kelopak mata menyebabkan nyeri, kemerahan, atau bengkak
- Kalazion membesar hingga mengganggu penglihatan
- Terjadi infeksi sekunder pada area kalazion
- Kalazion menyebabkan perubahan bentuk kelopak mata atau mengganggu penampilan
- Kalazion sering kambuh di lokasi yang sama
Peringatan Sebelum Operasi Kalazion
Operasi kalazion umumnya aman dilakukan. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum menjalani prosedur ini, yaitu:
- Sedang mengalami infeksi mata aktif
- Memiliki gangguan pembekuan darah
- Mengonsumsi obat pengencer darah
- Memiliki riwayat alergi terhadap obat bius atau anestesi tertentu
- Menderita penyakit tertentu yang dapat memengaruhi proses penyembuhan
Sebelum operasi kalazion dilakukan, beri tahu dokter mengenai riwayat penyakit dan obat-obatan yang sedang dikonsumsi, termasuk suplemen atau produk herbal.
Sebelum Operasi Kalazion
Sebelum menjalani operasi kalazion, dokter akan melakukan pemeriksaan mata untuk memastikan diagnosis dan menentukan tindakan yang sesuai.
Beberapa persiapan yang mungkin dianjurkan dokter, meliputi:
- Menghentikan sementara penggunaan obat tertentu sesuai anjuran dokter
- Membersihkan area wajah dan mata sebelum tindakan
- Tidak menggunakan riasan mata pada hari operasi
- Menjalani pemeriksaan tambahan bila diperlukan
Prosedur Operasi Kalazion
Operasi kalazion dilakukan dengan anestesi lokal agar pasien tidak merasakan nyeri selama tindakan. Prosedur ini umumnya berlangsung kurang dari 30 menit dan meliputi beberapa tahapan berikut:
- Memberikan anestesi lokal pada kelopak mata agar area operasi mati rasa
- Membuat sayatan kecil pada bagian dalam atau luar kelopak mata sesuai lokasi kalazion
- Mengeluarkan isi kalazion berupa cairan kental dan jaringan yang meradang
- Menekan area operasi dengan kasa steril untuk menghentikan perdarahan
- Mengoleskan salep antibiotik dan menutup mata dengan kasa selama beberapa jam setelah tindakan
Setelah operasi selesai, pasien umumnya diperbolehkan pulang di hari yang sama dan menjalani kontrol sesuai jadwal yang ditentukan dokter.
Setelah Operasi Kalazion
Setelah operasi kalazion, kelopak mata dapat terasa sedikit nyeri, bengkak, atau memar ringan selama beberapa hari. Kondisi ini umumnya akan membaik secara bertahap.
Untuk membantu proses pemulihan, pasien dianjurkan untuk:
- Menggunakan obat tetes atau salep mata sesuai resep dokter
- Menjaga kebersihan area mata
- Menghindari menggosok atau menekan kelopak mata
- Menghindari penggunaan lensa kontak dan riasan mata sementara waktu
- Menghindari paparan debu dan asap
- Menjalani kontrol rutin sesuai anjuran dokter
Efek Samping dan Risiko Komplikasi Operasi Kalazion
Operasi kalazion tergolong aman, tetapi tetap memiliki efek samping dan risiko komplikasi, seperti:
- Infeksi pada luka operasi
- Perdarahan ringan
- Pembengkakan atau memar pada kelopak mata
- Jaringan parut atau perubahan bentuk kelopak mata
- Kalazion kambuh di lokasi yang sama
- Nyeri atau rasa tidak nyaman setelah tindakan
Komplikasi berat jarang terjadi, terutama bila operasi dilakukan oleh dokter spesialis mata dan pasien mengikuti anjuran perawatan dengan baik.
Segera konsultasikan ke dokter jika setelah operasi kalazion muncul keluhan berupa nyeri hebat, demam, keluar nanah dari mata, pembengkakan berat, atau gangguan penglihatan. Jika keluhan tergolong ringan atau hanya menimbulkan rasa tidak nyaman, Anda bisa berkonsultasi secara online melalui Chat Bersama Dokter.
Namun, jika keluhan tergolong mengganggu atau justru bertambah parah, segera pergi ke IGD rumah sakit terdekat atau buat janji temu langsung dengan dokter melalui fitur booking di aplikasi ALODOKTER.