Overdosis obat ternyata tidak hanya menimpa pecandu narkoba saja. Overdosis bisa terjadi pada siapapun, baik anak-anak maupun orang dewasa. Hal ini terjadi karena konsumsi obat melebihi dosis yang direkomendasikan.

Bukan hanya karena seseorang mengalami kecanduan obat-obatan, overdosis juga dapat terjadi karena kelalaian dalam memerhatikan dosis obat yang dikonsumsi. Dampak dari overdosis tentu sangat berbahaya bagi tubuh, mulai dari memperparah penyakit yang sudah diderita, hingga berisiko menyebabkan kematian. Reaksi yang muncul pada tiap orang juga bisa berbeda-beda, umumnya berupa mual, muntah, bahkan penurunan kesadaran.

Overdosis Bisa Akibat Disengaja dan Tidak Disengaja - Alodokter

Cara Mencegah Terjadinya Overdosis

Setiap obat memiliki takaran yang telah diperhitungkan berdasarkan kekuatan obat dan kondisi fisik penggunanya, mencakup usia dan berat badan. Ketika obat dikonsumsi melebihi kadar yang dapat diterima oleh tubuh, maka overdosis dapat terjadi.

Sebenarnya pencegahan utama agar tidak terjadi overdosis adalah tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat. Namun, ada juga beberapa hal lain yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya overdosis serta keracunan obat, yaitu:

  • Tidak mengonsumsi obat bersamaan dengan obat lain.
  • Jika Anda harus minum obat yang telah direkomendasikan oleh dokter, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai dengan yang diresepkan.
  • Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak.
  • Minum obat menggunakan alat takar yang sesuai. Ada sebagian pemberian obat yang menggunakan sendok dan ada yang menggunakan pipet tetes (terutama untuk anak-anak).
  • Anda harus paham ukuran pemberian obat yang biasa digunakan, yaitu ml (mililiter), sdt (sendok teh), dan sdm (sendok makan).
  • Ukuran 1 sdt (sendok teh) setara dengan 5 ml (mililiter). Sedangkan takaran sdm (sendok makan) adalah tiga kali lipat takaran sdt (sendok teh), yaitu 15 ml.
  • Patuhi petunjuk pemberian obat yang ada pada kemasan.
  • Ada obat untuk anak dengan takaran berdasarkan berat badan. Pastikan Anda mengetahui berat badan anak dengan benar.
  • Anda disarankan mengetahui bahan aktif yang terkandung di dalam obat-obatan karena ada beberapa obat yang berbeda, namun mengandung bahan aktif yang sama.
  • Selalu periksa label obat tiap kali akan digunakan untuk menghindari salah penggunaan obat.
  • Lakukan tiga langkah pemeriksaan obat sebelum diberikan, yaitu periksa keutuhan kemasannya, periksa labelnya untuk mengetahui jenis obat dan takaran pemberian, dan periksa kualitas obatnya dengan memastikan bau, warna, dan bentuknya tidak berubah.
  • Simpan obat-obatan di tempat yang tidak terjangkau anak-anak.
  • Jika ada anggota keluarga yang mengalami depresi, berikan perawatan kejiwaan untuk mencegahnya mencelakai diri sendiri dengan cara meminum obat berlebihan.
  • Jangan anggap sepele ancaman bunuh diri.

Bila Terjadi Overdosis

Overdosis obat, dapat menyebabkan seseorang mengalami:

  • Muntah-muntah
  • Diare
  • Pusing hingga kehilangan keseimbangan
  • Sesak napas
  • Kejang
  • Gelisah, kecemasan, dan halusinasi
  • Gangguan penglihatan
  • Kulit, ujung jari, dan bibir tampak kebiruan (sianosis), yang merupakan tanda kekurangan oksigen
  • Penurunan kesadaran

Jika pasien mengalami tanda-tanda overdosis obat, maka dianjurkan untuk segera membawanya ke rumah sakit. Dokter akan memberikan penanganan yang sesuai untuk menetralkan kelebihan obat-obatan yang sudah terlanjur dikonsumsi oleh pasien, serta mengatasi gejala yang timbul. Makin cepat Anda membawanya ke rumah sakit, makin besar pula kemungkinan nyawa penderita bisa tertolong.

Jika penderitanya adalah anak-anak, setelah dilakukan pertolongan dan pengobatan oleh dokter, Anda perlu menenangkannya. Anak-anak mungkin akan merasa ketakutan dan mengalami trauma. Hindari membuat mereka merasa bersalah. Jika diperlukan, Anda bisa membawa anak berkonsultasi ke dokter untuk membantu mencegah dan mengatasi trauma yang dialaminya.

Bila penderita overdosis adalah orang dengan gangguan mental atau orang yang dengan sengaja minum obat melebihi dosis sebagai usaha untuk bunuh diri, maka perlu dirujuk ke psikiater untuk menangani masalah kejiwaannya.

Disarankan untuk memandu dan mengawasi anak atau lanjut usia (lansia), sebelum mengonsumsi obat. Dalam upaya menolong penderita overdosis, segera bawa mereka ke rumah sakit agar mendapat penanganan dan perawatan yang sesuai.