Overstimulasi pada bayi bisa terjadi tanpa disadari, terutama saat bayi sedang berada di lingkungan ramai. Kondisi ini bisa membuat bayi menjadi rewel, sulit ditenangkan, hingga menolak menyusu. Untuk mengetahui apakah bayi sedang mengalami overstimulasi atau tidak, Bunda perlu mengenali tanda-tandanya.
Berbagai stimulasi pada bayi, seperti suara, sentuhan, dan aktivitas bersama, memang penting untuk perkembangan bayi. Namun, ketika bayi mendapatkan terlalu banyak rangsangan dalam waktu bersamaan, misalnya saat acara keluarga atau arisan, bayi malah bisa merasa kewalahan. Inilah yang disebut overstimulasi.

Overstimulasi tidak selalu mudah dikenali, karena tiap bayi bisa menunjukkan reaksi yang berbeda-beda. Ada yang mudah rewel, tetapi ada juga yang tampak lelah dan enggan beraktivitas. Dengan mengenali tanda-tanda overstimulasi serta cara menanganinya, Bunda bisa menjaga kenyamanan dan emosi Si Kecil.
Mengenali Tanda-Tanda Overstimulasi pada Bayi
Saat overstimulasi pada bayi terjadi, tubuhnya akan memproduksi hormon kortisol lebih banyak. Hormon kortisol ini akan membuat detak jantung lebih cepat, napas pendek, dan otot menegang sebagai respons terhadap overstimulasi yang dirasakan bayi.
Namun, respons tubuh tersebut terkadang tidak bisa dikenali karena bayi belum bisa menunjukkannya, akhirnya bayi menunjukkan tanda-tanda overstimulasi. Adapun beberapa tanda-tanda stimulasi yang berlebihan adalah:
- Menjadi rewel dan menangis lebih keras dari biasanya, bahkan sulit ditenangkan
- Sering memalingkan wajah atau tampak gelisah dan kesal
- Menghentakkan kaki, mengepalkan tangan, atau meronta saat digendong
- Tampak takut atau tegang, bahkan menolak kontak fisik
- Tidak ingin menyusu atau tidur, meski sudah lelah
Perlu diingat, tidak semua bayi akan mengalami semua gejala di atas ya, Bun. Reaksi bayi terhadap overstimulasi bisa bervariasi, tergantung usia dan tingkat sensitivitasnya. Karena itu, penting untuk selalu memantau perubahan perilaku Si Kecil, terutama saat berada di lingkungan ramai.
Tips Mengatasi Overstimulasi pada Bayi
Apabila Bunda atau Ayah melihat Si Kecil menunjukkan tanda-tanda overstimulasi, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menenangkannya. Berikut ini adalah beberapa tipsnya:
- Bawa bayi ke tempat yang tenang dan minim cahaya, misalnya di kamar, agar suasana lebih nyaman.
- Peluk atau pakaikan bedong bayi jika ia menyukainya, sebab sentuhan lembut dan rasa hangat bisa membantu menenangkan.
- Coba putar white noise atau suara alam yang menenangkan, seperti suara hujan atau deburan ombak.
- Tetap temani bayi, walaupun tidak ingin digendong, agar ia merasa aman.
- Setelah bayi lebih tenang, berikan jeda sebelum memberikan stimulasi atau aktivitas berikutnya.
- Atur waktu stimulasi dan berikan istirahat atau jeda setiap harinya.
Stimulasi yang sesuai kebutuhan bisa mengoptimalkan perkembangan otak dan tubuh bayi. Sebaliknya, stimulasi yang berlebihan malah bisa membuat bayi kewalahan. Oleh karena itu, selalu perhatikan reaksi Si Kecil dan berikan stimulasi sesuai kondisi dan kebutuhannya.
Apabila Bunda atau Ayah merasa ragu, atau overstimulasi pada Si Kecil sering terjadi dan sulit ditangani sendiri, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Konsultasi bisa dilakukan secara langsung di klinik, atau melalui layanan chat online di aplikasi Alodokter untuk mendapatkan penjelasan dan solusi terbaik sesuai kondisi Si Kecil.