Di saat Anda menyaksikan peristiwa kecelakaan lalu lintas secara langsung, jangan panik dan gegabah dalam memberikan bantuan. Pastikan diri Anda aman terlebih dahulu, baru kemudian perhatikan situasi sekitar dan kemungkinan memberikan pertolongan pertama untuk korban.

Sebenarnya pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas, umumnya hanya bersifat sementara. Upaya yang Anda berikan untuk korban semata-mata ditujukan untuk mencegah kondisi korban makin parah, sambil menunggu kedatangan petugas medis.

Panduan Cara Menolong Korban Kecelakaan Lalu Lintas - Alodokter

Metode Menolong Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Penting untuk menolong orang lain yang mengalami musibah kecelakaan. Namun sebelum memberikan pertolongan, perhatikan dahulu kondisi yang dialami korban.

Sebagai panduan, terdapat metode dalam menolong korban kecelakaan lalu lintas, yang disebut disebut Dr’s ABC, kepanjangan dari Danger, Response, Shout (for help) Airway, Breathing, Circulation. Berikut tahapannya:

  • D (danger)
    Pastikan Anda berada pada lokasi dan kondisi yang tidak berbahaya. Potensi bahaya yang masih mungkin terjadi adalah kebakaran, kebocoran gas beracun, atau kericuhan masyarakat di sekitar kejadian. Perhatikan bahwa pertolongan pertama tidak bisa dilakukan selama diri Anda sendiri berisiko menjadi korban kecelakaan atau kejadian susulan.
  • R (response)
    Cek tanggapan dari korban dengan cara menepuk bahunya dan ajukan pertanyaan singkat, seperti “Siapa nama Anda?” atau “Dapatkan Anda membuka mata?”
  • S (shout for help)
    Anda disarankan untuk segera menghubungi pihak medis agar korban cepat diberi pertolongan selanjutnya. Nomor pertolongan darurat yang bisa dihubungi adalah 118 untuk menghubungi ambulans dan 112 untuk menghubungi polisi.Berikan informasi terkait keadaan korban, misalnya apakah korban mengalami perdarahan hebat atau tidak, mengalami kesulitan bernapas atau tidak, memberi tanggapan atau tidak ketika diajak berbicara.

Jika memungkinkan, Anda dapat melanjutkan metode ABC untuk menolong korban kecelakaan lalu lintas, yang terdiri dari:

  • A (airway)
    Anda bisa mengupayakan pertolongan dengan menempatkan tangan Anda di bawah dagu korban dan angkat dagu ke depan (chin lift) untuk membuka jalan napas. Tempatkan tangan Anda di dahi korban dan dorong ke belakang (head tilt) apabila manuver dagu tidak membantu.
  • B (breathing)
    Pastikan korban benar-benar bernapas minimal selama 10 detik. Periksa pernapasannya dengan cara melihat naik turunnya dada, mendengar, dan merasakan suara napas. Jika korban tidak sadar, namun tetap bernapas, miringkan tubuhnya. Namun, pastikan posisi kepala, leher dan tulang belakang, tetap lurus. Perhatikan napas korban hingga petugas medis datang.
  • C (compression)
    Kompresi dada bisa disebut juga dengan CPR (cardiopulmonary resuscitation), dapat dilakukan jika tidak tampak tanda-tanda pernapasan pada korban dan tidak ditemukan adanya denyut nadi. Jika korban adalah orang dewasa, tekan kedua tangan Anda di bagian tengah dada korban. Tekan dengan kedalaman sekitar 5-6 cm, dengan kuat dan cepat. Jika korbannya bayi, cukup tekan menggunakan dua jari Anda, dengan tekanan yang tidak terlalu kuat. Namun, sebaiknya lakukan hal ini jika sudah benar-benar memahami bagaimana caranya, untuk mencegah risiko memperburuk kondisi korban.

Kecelakaan lalu lintas berisiko terjadi kapan saja dan di mana saja. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama sangat penting sebagai bekal pribadi, baik untuk digunakan bagi diri sendiri maupun untuk menolong orang lain. Selain itu, persiapkan pula nomor telepon darurat di buku catatan atau simpan di dalam ponsel Anda.