Payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras dapat membuat aktivitas sehari-hari terganggu, bahkan menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini sebenarnya umum dialami di masa menyusui, terutama pada minggu-minggu awal. Namun, penting untuk mengenali penyebabnya agar bisa ditangani dengan tepat dan tidak berdampak pada kesehatan ibu maupun bayi.
Selama masa menyusui, perubahan pada payudara seperti rasa nyeri dan permukaan yang terasa keras seringkali merupakan respons normal terhadap produksi dan pengeluaran ASI. Namun, jika keluhan terus berlanjut atau menjadi lebih berat, bisa saja ada masalah yang lebih serius.

Nah, pemahaman tentang penyebab payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras dapat membantu ibu mengambil langkah yang tepat sebelum komplikasi terjadi.
Penyebab Payudara Ibu Menyusui Terasa Nyeri dan Keras
Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebab payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras:
1. Produksi ASI berlebihan
Payudara Busui terasa nyeri dan keras? Jangan khawatir, ini normal terjadi kok, Bun. Kondisi ini bisa terjadi karena produksi ASI lebih banyak daripada yang dikeluarkan. Hal ini biasanya sering dialami ibu menyusui pada hari-hari awal setelah melahirkan, karena di saat itu tubuh ibu sedang menyesuaikan diri dengan kebutuhan ASI bayi.
Selain menyebabkan payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras, kondisi tersebut juga bisa membuat payudara ibu menjadi lebih bengkak dan puting menjadi keras atau datar, sehingga bayi pun sulit menyusu. Nah, solusinya, Busui bisa memompa ASI terlebih dahulu sebelum menyusui Si Kecil ya.
2. Saluran ASI tersumbat
Payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras juga tidak jarang terjadi karena tersumbatnya saluran ASI. Pasalnya, ketika saluran yang mengalirkan ASI dari dalam payudara ke puting tersumbat, hal itu bisa menyebabkan ASI tidak keluar sempurna, sehingga ASI menumpuk dan menyebabkan payudara nyeri dan keras.
Hal ini bisa terjadi karena ASI tidak dikeluarkan secara rutin, misalnya karena bayi jarang menyusu. Selain itu, posisi menyusui yang tidak tepat atau tekanan pada payudara, seperti karena bra yang terlalu ketat juga bisa menyebabkan saluran ASI tersumbat.
3. Proses menyusui yang tidak tepat
Proses menyusui yang tidak tepat, misalnya karena posisi atau pelekatan menyusui yang kurang benar, juga bisa menyebabkan payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras. Pasalnya, hal ini bisa membuat ASI tidak bisa keluar dengan optimal sehingga ASI menumpuk di dalam payudara dan membuat payudara terasa keras, penuh, dan nyeri.
4. Puting luka
Penyebab lain payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras adalah karena adanya luka pada puting. Ini bisa terjadi karena ketika puting luka, proses mengisap ASI oleh bayi menjadi tidak maksimal, sehingga ASI lebih banyak tertahan di dalam payudara. Akibatnya, payudara menjadi keras dan kadang terasa perih atau nyeri setiap kali bayi menyusu.
5. Mastitis
Mastitis adalah infeksi pada jaringan payudara yang cukup umum terjadi pada ibu menyusui. Kondisi ini bisa terjadi karena bakteri masuk melalui puting yang lecet dan ASI tidak keluar dengan lancar.
Nah, saat mastitis terjadi, hal itu bisa menyebabkan payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras. Selain itu, mastitis juga bisa menyebabkan ibu menyusui mengalami demam, menggigil, dan lemas.
Kondisi ini perlu segera ditangani oleh dokter, karena mastitis yang tidak diobati dapat memicu terbentuknya abses atau kantong nanah pada payudara.
Cara Mengatasi Payudara Nyeri dan Keras pada Ibu Menyusui
Penanganan payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras bisa berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Namun, Busui bisa mencoba beberapa perawatan mandiri di rumah berikut ini untuk meredakan keluhan tersebut:
- Susui bayi lebih sering, yaitu setiap 2–3 jam sekali atau saat bayi lapar agar payudara tidak penuh dan ASI terus keluar.
- Pastikan posisi dan pelekatan menyusui bayi sudah tepat.
- Kompres hangat area payudara yang terasa nyeri dan keras setiap sebelum menyusui guna membantu memperlancar aliran ASI dan meredakan rasa nyeri.
- Pijat payudara dengan lembut ke arah puting sebelum menyusui atau memompa ASI.
- Jika bayi tidak bisa menyusu dengan optimal, keluarkan ASI secara manual atau dengan pompa agar payudara tidak bengkak dan ASI tidak tersumbat.
- Gunakan bra yang tidak ketat agar aliran ASI tidak terhambat.
Pada kebanyakan kasus, payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras akan hilang sendiri dalam beberapa hari atau minggu dengan perawatan di atas.
Namun, jika Busui sudah melakukan beberapa cara di atas tetapi payudara makin terasa nyeri dan keras atau disertai keluhan lain, seperti demam tinggi, menggigil, keluar cairan berupa nanah dari payudara, segera periksakan ke dokter.
Pemeriksaan bisa dilakukan dengan cara mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat atau melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER. Dengan begitu, Busui bisa mengetahui penyebab payudara ibu menyusui terasa nyeri dan keras, serta mendapatkan penanganan yang tepat.