Perbedaan sebaceous filament dengan komedo kerap membingungkan, karena sama-sama tampak sebagai bintik kecil di wajah. Padahal, keduanya berbeda dari segi bentuk dan cara penanganannya. Penting memahami perbedaannya agar tidak salah memilih produk perawatan kulit.

Tidak sedikit orang merasa kurang percaya diri karena muncul bintik-bintik kecil di hidung atau dahi. Namun, sebelum mencoba menghilangkannya, penting untuk mengetahui apakah itu sebaceous filament atau komedo. Meski sering muncul bersamaan dan tampak serupa, karakteristik serta penanganan keduanya berbeda lho.

Perbedaan Sebaceous Filament dengan Komedo - Alodokter

Yuk, simak penjelasan mengenai perbedaan utama antara sebaceous filament dan komedo berikut ini, supaya perawatan kulit yang Anda lakukan bisa lebih tepat sehingga hasilnya maksimal.

Ciri-Ciri Sebaceous Filament

Sebaceous filament adalah bagian alami dari struktur kulit yang berfungsi membawa minyak (sebum) ke permukaan kulit. Bentuknya tampak seperti bintik halus berwarna keabuan, kekuningan, atau transparan. Biasanya, sebaceous filament tersebar merata di area hidung, dagu, atau dahi, khususnya pada orang dengan kulit berminyak.

Nah, saat disentuh, sebaceous filament terasa rata, hampir sejajar dengan permukaan kulit, dan tidak keras. Kalau ditekan, sebaceous filament mengeluarkan cairan berminyak yang tipis. Bukan tanpa tujuan, adanya sebaceous filament membantu menjaga kelembapan alami kulit. Kondisi ini adalah hal yang normal dan tidak berbahaya ya.

Sebagai catatan, sebaceous filament sebaiknya tidak dihilangkan secara paksa karena akan tetap muncul kembali. Membersihkannya terlalu sering atau terlalu keras justru bisa menyebabkan iritasi atau pori-pori kulit tampak besar.

Ciri-Ciri Komedo

Komedo merupakan sumbatan pada pori-pori kulit yang terdiri dari campuran minyak (sebum), sel kulit mati, dan kotoran. Komedo terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Komedo hitam (blackhead), terlihat sebagai bintik hitam di permukaan kulit
  • Komedo putih (whitehead), terlihat sebagai bintik putih kecil yang tertutup lapisan kulit

Warna hitam pada blackhead terjadi karena proses oksidasi sebum ketika terkena udara. Sementara itu, whitehead tetap berwarna putih karena tertutup oleh kulit. 

Jika sebaceous filament terasa rata dan tidak keras, komedo justru menonjol dari permukaan kulit dan terasa kasar saat disentuh. 

Komedo dapat berkembang menjadi jerawat jika terjadi infeksi atau peradangan. Makanya, tidak seperti sebaceous filament, komedo membutuhkan penanganan khusus. Anda perlu melakukan pembersihan komedo secara rutin, baik dengan menggunakan bahan aktif seperti salicylic acid maupun konsultasi ke dokter kulit jika komedo sulit hilang.

Itulah perbedaan sebaceous filament dengan komedo. Sebaceous filament adalah bagian normal kulit, biasanya berwarna keabuan atau kekuningan, dan terasa rata, sedangkan komedo merupakan sumbatan pori-pori, umumnya berwarna hitam atau putih, dengan tekstur menonjol dan terasa kasar.

Sudah jelas ya. Dengan mengetahui perbedaan ini, Anda dapat menentukan perawatan kulit yang paling aman dan efektif. Perlu diingat, jangan pernah menekan atau menghilangkan bintik di wajah tanpa memahami jenisnya lebih dulu.

Rawat kulit secara rutin dan pilih produk yang sesuai dengan kebutuhan kulit untuk menjaga kebersihan pori tanpa menimbulkan iritasi. Jika Anda masih ragu dengan kondisi kulit atau merasa keluhan di kulit tidak membaik, chat dengan dokter di ALODOKTER untuk mendapatkan saran perawatan yang tepat dan aman.