Pertumbuhan gigi anak adalah proses alami yang penting diketahui setiap orang tua. Dengan memahami tahapan serta cara merawatnya, Bunda dapat membantu mencegah masalah gigi dan mulut Si Kecil. Biasanya, gigi pertama mulai muncul saat anak berusia sekitar 6 bulan.
Tidak sedikit orang tua yang menanti-nanti momen pertumbuhan gigi anak. Gigi yang tumbuh tidak hanya berfungsi untuk mengunyah makanan, tetapi juga berperan besar dalam proses belajar bicara serta pembentukan struktur wajah si Kecil.

Karena perannya sangat penting, gigi perlu dirawat dengan baik. Perawatan yang tepat dapat menekan risiko terjadinya gigi berlubang, sehingga gigi Si Kecil sehat sampai ia dewasa.
Tahapan Pertumbuhan Gigi Anak
Secara umum, pertumbuhan gigi anak dimulai sejak usia 6 bulan dan berlangsung sampai sekitar usia 3 tahun. Namun perlu diingat, waktunya bisa lebih cepat atau lambat pada beberapa anak.
Nah, inilah tahapan pertumbuhan gigi anak yang perlu Bunda ketahui:
1. Gigi seri bawah
Gigi seri bawah biasanya menjadi gigi pertama yang muncul pada anak, yaitu antara usia 6–10 bulan. Gigi ini tumbuh di bagian depan bawah gusi, dan biasanya berjumlah dua buah.
Proses pertumbuhan gigi seri bawah sering diiringi rasa gatal atau tidak nyaman pada gusi, yang membuat si Kecil suka menggigit benda untuk mengurangi rasa tersebut. Kehadiran gigi seri bawah sangat penting sebagai penanda awal masa makan makanan padat selain ASI.
2. Gigi seri atas
Setelah gigi seri bawah tumbuh, giliran gigi seri atas yang muncul di usia sekitar 8–12 bulan. Dua gigi ini terletak di bagian depan atas gusi dan mulai membuat senyum si Kecil semakin menggemaskan.
Terkadang, gigi seri atas bisa tumbuh bersamaan dengan gigi seri bawah atau hanya selisih beberapa minggu saja. Saat gigi seri atas mulai tumbuh, anak juga akan mengalami peningkatan produksi air liur.
3. Gigi geraham depan
Gigi geraham depan atau molar pertama, mulai tumbuh pada usia 13–19 bulan. Gigi ini terletak di bagian samping gigi seri, baik di atas maupun di bawah. Proses tumbuhnya gigi geraham biasanya menyebabkan rasa tidak nyaman yang lebih besar dibandingkan saat tumbuh gigi seri.
Hal ini karena permukaan geraham lebih lebar, sehingga membutuhkan ruang lebih besar untuk menembus gusi. Gigi geraham depan penting untuk membantu anak mengunyah makanan yang lebih padat dan bertekstur.
4. Gigi taring
Gigi taring biasanya tumbuh pada usia 16–22 bulan. Gigi ini terletak di antara gigi seri dan geraham, serta berjumlah empat buah, yaitu dua di atas dan dua di bawah. Proses tumbuhnya gigi taring kadang membuat anak menjadi lebih sensitif atau mudah rewel, karena letaknya yang menekan sisi-sisi gusi.
Gigi taring membantu anak merobek makanan, terutama makanan yang berserat, sehingga proses makan jadi lebih mudah.
5. Gigi geraham belakang
Gigi geraham belakang, atau molar kedua, merupakan gigi susu terakhir yang muncul, biasanya di usia 23–33 bulan. Geraham ini tumbuh di posisi paling belakang, baik pada gusi atas maupun bawah.
Proses tumbuhnya sering membutuhkan waktu lebih lama dan kadang-kadang terasa lebih tidak nyaman bagi anak. Gigi geraham belakang sangat berperan dalam menghaluskan makanan sebelum ditelan.
Pada usia sekitar 3 tahun, anak umumnya sudah memiliki 20 gigi susu lengkap. Seluruh gigi susu ini nantinya akan tanggal satu per satu dan digantikan oleh gigi permanen, mulai usia sekitar 6 tahun.
Setiap anak bisa mengalami urutan dan waktu pertumbuhan gigi anak yang berbeda. Jadi Bunda tidak perlu khawatir dengan gigi Si Kecil, selama pertumbuhan gigi tetap berjalan secara bertahap.
Ciri-Ciri Gigi Anak Mulai Tumbuh
Selama pertumbuhan gigi anak, beberapa perubahan sering muncul dan bisa membuat si Kecil merasa kurang nyaman. Berikut ciri-ciri yang biasa muncul pada masa pertumbuhan gigi anak:
- Gusi membengkak dan kemerahan
- Anak lebih rewel atau sering menangis
- Sering menggigit atau mengunyah benda
- Air liur berlebih (ngiler)
- Nafsu makan menurun
Gejala ini biasanya akan berkurang setelah gigi berhasil menembus permukaan gusi. Namun, jika Bunda mendapati si Kecil mengalami demam tinggi, ruam kulit parah, atau tampak sangat tidak nyaman, sebaiknya konsultasikan ke dokter.
Cara Merawat Gigi Anak
Merawat gigi anak perlu dilakukan sejak dini agar kesehatan mulut dan gigi selalu terjaga. Berikut beberapa tips yang bisa Bunda terapkan untuk mendukung pertumbuhan gigi anak yang sehat:
- Bersihkan gusi dan gigi dengan kain kasa atau sikat gigi khusus anak sejak gigi pertama tumbuh.
- Hindari memberikan susu atau minuman manis sebelum tidur tanpa membersihkan mulut terlebih dahulu.
- Ajarkan anak menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi fluoride secukupnya.
- Rutin periksakan gigi Si Kecil ke dokter gigi sejak usia 1 tahun atau setelah gigi pertama tumbuh.
- Batasi konsumsi makanan dan minuman manis.
Dengan perawatan yang rutin dan tepat, pertumbuhan gigi anak akan berjalan lancar dan risiko gigi berlubang bisa diminimalkan.
Pertumbuhan gigi anak adalah bagian penting dari tumbuh kembang yang kadang disertai dengan rasa kurang nyaman atau rewel. Jika muncul gusi berdarah, posisi gigi yang tumpang tindih, atau gigi yang belum juga tumbuh setelah usia 12 bulan, segera periksakan kondisi Si Kecil ke dokter gigi.
Apabila Bunda ragu akan tindakan yang harus dilakukan saat menemukan kelainan pada pertumbuhan gigi anak, jangan ragu untuk berkonsultasi langsung melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan jawaban yang tepat.