Pubertas Sebelum Waktunya pada Anak

Pubertas adalah masa ketika seorang anak mengalami pertumbuhan menjadi dewasa. Pubertas biasanya terjadi di usia 11 tahun pada anak perempuan dan 12 tahun pada anak lelaki. Namun pubertas sebelum waktunya juga dapat terjadi pada anak, fenomena ini sering dikenal dengan sebutan pubertas dini.

Pubertas sebelum waktunya atau pubertas dini biasanya terjadi lebih awal dari usia rata-rata, antara 7-8 tahun pada anak perempuan dan 9 tahun pada anak laki-laki. Pubertas dini ini menyebabkan sejumlah perubahan fisik, psikologis, dan perilaku pada diri anak.

pubertas sebelum waktunya pada anak - alodokter

Penyebab Pubertas Sebelum Waktunya

Pubertas sebelum waktunya pada anak dapat disebabkan oleh beberapa hal berikut:

  • Gender
    Anak perempuan 10 kali lebih mungkin mengalami pubertas sebelum waktunya daripada anak laki-laki.
  • Obesitas
    Penelitian mengungkapkan obesitas pada anak diduga dapat mengakibatkan pubertas sebelum waktunya, terutama pada anak perempuan. Indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi pada anak obesitas menyebabkan kenaikan hormon leptin. Hormon ini diduga memicu perkembangan pubertas menjadi lebih cepat. Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut guna mendukung pernyataan ini.
  • Paparan bahan kimia
    Paparan bahan kimia yang ada di lingkungan diduga memiliki peran terhadap pubertas sebelum waktunya pada anak. DDT, PCB, phthalate, dan bisphenol A adalah beberapa zat yang diduga bisa mengganggu produksi, aktivitas, dan eliminasi hormon alami dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap perkembangan, perilaku, kesuburan, dan metabolisme. Namun efek bahan kimia lingkungan pada masa pubertas ini masih belum jelas dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.
  • Stres dan depresi
    Menurut penelitian, stres fisik atau emosional pada masa kanak-kanak, seperti berat badan lahir rendah, ibu memiliki penyakit ketika hamil, atau tidak adanya sosok ayah, diduga berperan dalam perkembangan pubertas sebelum waktunya. Selain itu, beberapa penelitian menduga bahwa orangtua yang depresi dapat menjadi faktor risiko atau penyebab pubertas sebelum waktunya pada anak mereka.
  • Penyakit
    Meski jarang terjadi, pubertas sebelum waktunya juga bisa disebabkan oleh penyakit, seperti tumor, cacat, cedera, dan radiasi di otak atau tulang belakang.

Selain itu, faktor genetik juga berperan. Apabila orang tua atau kerabat dekat mengalami pubertas sebelum waktunya, anak akan memiliki peluang lebih besar untuk mengalami hal yang sama. Paparan hormon estrogen atau testosteron dari luar, seperti krim atau salep, juga bisa menyebabkan pubertas dini.

Menyikapi Pubertas Sebelum Waktunya

Tanda pubertas paling umum pada anak perempuan adalah terjadinya perkembangan payudara dan mengalami menstruasi. Sedangkan pada anak laki-laki, akan terjadi peningkatan ukuran penis maupun testis, dan suara menjadi lebih berat.

Meski pubertas adalah hal yang umum dialami oleh semua orang, namun pada beberapa anak yang mengalami pubertas sebelum waktunya, hal ini bisa menimbulkan sejumlah tantangan fisik, emosional, dan psikologis.

Pubertas dini pada anak perempuan cenderung memiliki risiko lebih tinggi terhadap depresi, gangguan makan, dan terkadang menyebabkan perubahan suasana hati di hadapan teman-temannya. Sementara, pubertas dini pada anak laki-laki membuatnya cenderung lebih agresif, hingga tak sedikit dari mereka yang memiliki masalah dengan anak laki-laki dengan usia yang sama. Pubertas dini juga dapat menyebabkan anak sulit konsentrasi dan belajar di sekolah.

Peran orang tua sangat penting dalam masa pubertas anak, terutama pubertas dini. Berikut adalah beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk menyikapi pubertas dini:

  • Jaga komunikasi terbuka tentang pubertas pada anak
    Sangat penting untuk menjaga kualitas komunikasi antar orang tua dan anak. Orang tua dapat memberi penjelasan yang sederhana dan positif bahwa pubertas adalah hal yang normal.
  • Utamakan gaya komunikasi dua arah terkait hal positif dari pubertas dini
    Tidak hanya di rumah, Anda bisa mengajak anak Anda mengobrol saat belanja atau bepergian ke luar berdua dengannya.
  • Berikan buku atau informasi berisi pemahaman tentang pubertas
    Jika anak Anda malu atau menutup diri, Anda bisa meletakkan sebuah buku berisi pemahaman tentang pubertas di kamarnya.
  • Ajak anak mengunjungi dokter
    Agar ia diberi informasi dan pemahaman yang tepat ketika memasuki masa pubertas sebelum waktunya.

Bagi orangtua yang memiliki anak mengalami pubertas sebelum waktunya atau pubertas dini, penting untuk tetap memberi dukungan. Masa pubertas ini dapat menjadi masa-masa menyulitkan dan membingungkan. Jika perlu, konsultasi ke dokter atau psikolog untuk membantu anak memperoleh pemahaman yang tepat, serta penanganan yang sesuai, jika diperlukan.

 

Ditinjau oleh : dr. Allert Noya

Referensi