Pusar bayi berdarah sering membuat orang tua khawatir, terutama pada bayi baru lahir. Meski biasanya tidak berbahaya, penting untuk memahami penyebab, cara merawat, serta tanda-tanda pusar berdarah yang perlu diwaspadai agar kesehatan si Kecil tetap terjaga.
Ketika pusar bayi berdarah, hal ini biasanya terjadi saat tali pusat mulai mengering dan akan lepas. Namun, penting bagi orang tua untuk membedakan antara perdarahan ringan yang masih normal dan tanda-tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis.

Penyebab Pusar Bayi Berdarah dan Tanda Bahayanya
Ada beberapa alasan mengapa pusar bayi berdarah, dan sebagian besar masih tergolong normal. Berikut adalah beberapa penyebab pusar bayi berdarah:
1. Proses pelepasan tali pusat
Pada minggu pertama hingga kedua setelah lahir, tali pusat bayi akan mengering, menghitam, lalu lepas dengan sendirinya. Di masa inilah, sedikit darah bisa muncul karena jaringan di sekitar tali pusat sedang beradaptasi.
Selama darah yang keluar hanya berupa bercak kecil dan cepat berhenti, Anda tidak perlu khawatir, ini adalah bagian dari proses penyembuhan alami tubuh bayi.
2. Infeksi pada pusar
Jika pusar tampak merah terang, bengkak, berbau tidak sedap, mengeluarkan nanah, atau disertai perdarahan lebih banyak, bisa jadi bayi mengalami infeksi yang disebut omfalitis.
Kondisi ini tergolong serius karena infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar atau bahkan ke seluruh tubuh. Bayi juga bisa tampak rewel, demam, atau tidak mau menyusu. Segera bawa bayi ke dokter jika tanda-tanda ini muncul agar mendapat penanganan tepat waktu.
3. Iritasi akibat gesekan popok atau pakaian
Popok atau baju yang terlalu ketat bisa menggesek area pusar yang belum sembuh sempurna, menimbulkan luka kecil dan perdarahan. Karena kulit bayi sangat sensitif, gesekan ringan pun bisa menyebabkan iritasi. Untuk mencegahnya, pilih pakaian longgar dan lembut, serta pastikan bagian atas popok tidak menutupi pusar.
4. Perawatan pusar yang kurang steril
Membersihkan pusar dengan tangan yang belum dicuci atau alat yang tidak steril dapat memicu infeksi. Ingat, luka sekecil apa pun di area pusar bisa menjadi pintu masuk bagi bakteri.
Jadi, selalu pastikan tangan dan kain kasa dalam kondisi bersih sebelum menyentuh pusar bayi. Hindari pula penggunaan ramuan tradisional, bedak, atau minyak, karena justru bisa memperparah risiko infeksi.
Cara Mengatasi Pusar Bayi Berdarah di Rumah
Apabila perdarahan ringan dan tidak disertai tanda infeksi, perawatan di rumah dapat dilakukan dengan langkah berikut:
- Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh pusar bayi.
- Tekan perlahan area yang berdarah menggunakan kain kasa steril selama 5–10 menit hingga pendarahan berhenti.
- Pastikan area pusar tetap bersih dan kering. Jangan menutup pusar dengan kapas atau plester; biarkan terbuka agar cepat kering.
- Gunakan pakaian longgar agar pusar tidak tertekan atau tergesek.
- Hindari penggunaan jamu, minyak, bedak, atau bahan tradisional lainnya di area pusar.
- Jangan membersihkan pusar dengan cairan atau obat tanpa petunjuk dokter.
Sementara itu, jika pendarahan pada pusar bayi disertai dengan gejala berikut, segera bawa bayi ke fasilitas kesehatan terdekat:
- Perdarahan banyak dan sulit berhenti
- Pusar bernanah, bengkak, kemerahan meluas, atau berbau busuk
- Bayi demam, lemas, atau tampak tidak nyaman
Jika Anda masih memiliki pertanyaan terkait pusar bayi berdarah, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan informasi dan saran medis yang terpercaya.