Pusar bodong sering menarik perhatian karena bentuknya berbeda dengan pusar pada umumnya. Kondisi ini kerap menimbulkan rasa ingin tahu apakah masih tergolong normal atau justru berkaitan dengan masalah kesehatan tertentu.

Pusar bodong sebenarnya cukup umum, terutama pada bayi baru lahir. Banyak orang mengira pusar bodong pasti berbahaya, padahal sebagian besar kasus tidak memerlukan penanganan khusus dan akan membaik seiring pertumbuhan anak. 

Pusar Bodong, Kenali Penyebab, Tanda Bahaya, dan Penanganannya - Alodokter

Namun, ada juga beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan pusar bodong dan perlu mendapat perhatian khusus. Dengan memahami penjelasannya, Anda akan lebih mudah mengenali mana pusar bodong yang normal dan mana yang perlu penanganan medis segera.

Penyebab Pusar Bodong yang Sering Terjadi

Berikut adalah beberapa penyebab pusar bodong yang paling umum, lengkap dengan penjelasan agar Anda dapat memahami faktor risiko pada setiap usia:

1. Sisa tali pusat yang belum menutup sempurna pada bayi baru lahir

Saat bayi lahir, tali pusat seharusnya menutup sepenuhnya. Jika proses ini belum sempurna, jaringan di sekitar pusar bisa terdorong keluar sehingga pusar tampak menonjol. Kondisi ini dikenal sebagai hernia umbilikalis dan hampir selalu membaik sendiri seiring pertumbuhan otot perut bayi.

2. Peningkatan tekanan di dalam rongga perut pada anak dan dewasa

Tekanan berlebih pada area perut dapat menyebabkan pusar bodong, misalnya akibat sering batuk keras, mengejan saat buang air besar, mengangkat beban berat, kehamilan, atau berat badan berlebih. Otot perut yang lemah juga meningkat risikonya.

3. Faktor keturunan atau riwayat keluarga

Bila ada anggota keluarga yang memiliki pusar bodong atau pernah mengalami hernia umbilikalis, kemungkinan kondisi ini muncul pada keturunan berikutnya akan lebih besar. Ini terjadi karena kelemahan struktur dinding perut bisa diturunkan secara genetik.

4. Adanya infeksi, cairan, atau kelainan struktur dinding perut

Infeksi pada jaringan sekitar pusar, penumpukan cairan, atau kelainan anatomi pada dinding perut dapat menyebabkan benjolan dan perubahan bentuk pusar, sehingga pusar tampak bodong dan kadang disertai gejala lain seperti kemerahan atau nyeri.

5. Cedera atau bekas operasi di sekitar perut

Riwayat cedera atau operasi di area perut dapat melemahkan otot di sekitar pusar. Hal ini membuat pusar lebih mudah menonjol ke luar, terutama saat perut mendapat tekanan.

Pada umumnya, pusar bodong sejak lahir dan tidak menimbulkan keluhan lain adalah normal. Namun, waspadai jika pusar bodong baru muncul saat dewasa, terasa sakit, atau ada perubahan berbahaya lainnya.

Risiko dan Tanda Bahaya pada Pusar Bodong

Meskipun kebanyakan pusar bodong tidak berbahaya, ada tanda-tanda yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Nyeri hebat pada pusar atau area sekitarnya
  • Pusar tampak merah, terasa hangat, dan bengkak
  • Pusar tidak bisa masuk kembali ke rongga perut meski sudah ditekan perlahan
  • Muncul benjolan keras atau perubahan warna kulit di sekitar pusar
  • Keluar cairan bernanah, darah, atau bau tidak sedap dari pusar
  • Demam disertai pembengkakan pada pusar

Gejala di atas bisa menandakan adanya infeksi, hernia terjepit (terlilit), atau gangguan lain yang memerlukan penanganan medis segera. Pada bayi, walaupun pusar bodong biasanya akan menutup sendiri sebelum usia 1–2 tahun, Anda tetap perlu waspada jika muncul keluhan seperti di atas.

Cara Mengatasi Pusar Bodong

Penanganan pusar bodong sangat bergantung pada penyebab, usia, dan adanya keluhan tambahan. Berikut ini beberapa cara yang biasa dilakukan untuk mengatasi pusar bodong:

1. Pemantauan rutin oleh dokter

Pada bayi dan anak kecil, pusar bodong yang tak disertai gejala bahaya umumnya tidak memerlukan tindakan khusus. Dokter akan memantau secara berkala, karena sebagian besar kasus pulih sendiri sebelum anak berusia 1–2 tahun.

2. Merawat kebersihan area pusar

Sangat penting untuk menjaga kulit di sekitar pusar tetap bersih dan kering. Membersihkan pusar setiap mandi dan menghindari penggunaan bahan tradisional tanpa saran dokter dapat mencegah infeksi.

3. Menghindari menekan atau mengikat pusar

Jangan mencoba memasukkan pusar secara paksa atau mengikatnya dengan kain atau koin, karena cara ini tidak efektif dan justru bisa memicu infeksi atau iritasi kulit.

4. Mengatasi faktor pemicu

Jika pusar bodong terjadi akibat kondisi medis tertentu, misalnya, kehamilan, konstipasi, atau batuk berkepanjangan, sebaiknya kelola penyebab utamanya dengan bantuan dokter.

5. Operasi (herniotomi)

Operasi umumnya dilakukan jika pusar bodong tidak membaik hingga usia sekolah, makin membesar, menyebabkan nyeri, tak bisa masuk kembali ke perut, atau muncul tanda-tanda komplikasi seperti infeksi dan hernia terjepit. Tindakan ini bertujuan memperbaiki dinding perut agar pusar kembali normal.

Pusar bodong memang sering membuat khawatir, terutama jika dialami oleh bayi atau muncul tiba-tiba di usia dewasa. Namun, dengan pemahaman yang benar dan penanganan yang sesuai, kebanyakan kasus dapat diatasi tanpa komplikasi. 

Jangan abaikan tanda bahaya pada pusar bodong, seperti nyeri hebat, bengkak, atau keluar cairan. Segera konsultasikan hal tersebut ke dokter untuk mendapatkan informasi dan saran penanganan yang sesuai. 

Konsultasi bisa dilakukan kapan dan di mana saja melalui fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER.