Sakit perut setelah makan pedas adalah keluhan yang sering dialami, terutama oleh pencinta makanan bersambal dan berbumbu banyak lada, seperti seblak atau oseng mercon. Meski bikin ketagihan, sensasi pedas ini bisa memicu mulas, kembung, hingga diare, lho!
Rasa pedas pada makanan berasal dari senyawa capsaicin yang banyak terdapat dalam cabai, serta piperine yang terkandung di dalam lada hitam. Jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, capsaicin dan piperine dapat mengiritasi lapisan lambung dan usus, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di perut. Keluhan ini lebih mudah dialami oleh orang dengan saluran pencernaan yang sensitif lho.

Kondisi inilah yang sering menyebabkan sakit perut setelah makan pedas. Namun, tingkat keparahan gejala sakit perut setelah makan pedas bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada sensitivitas saluran pencernaan, kondisi kesehatan, dan pola makan sebelum mengonsumsi makanan pedas.
Oleh sebab itu, memahami penyebab serta cara menangani dan mencegahnya sangat penting agar Anda tetap bisa menikmati makanan pedas dengan lebih aman.
Berbagai Penyebab Sakit Perut Setelah Makan Pedas
Berikut ini ada berbagai penyebab sakit perut setelah makan pedas yang perlu Anda ketahui, yaitu:
1. Iritasi lambung
Sakit perut setelah makan pedas bisa disebabkan oleh iritasi lambung. Alasannya, capsaicin yang terdapat dalam cabai dan piperine yang terkandung dalam lada hitam dapat mengiritasi lapisan lambung, sehingga menimbulkan rasa perih, nyeri, atau mulas.
Kondisi ini umumnya lebih mudah terjadi pada orang yang memiliki riwayat maag atau gastritis.
2. Pergerakan usus lebih aktif
Capsaicin dan piperine dapat merangsang saraf di saluran cerna dan mempercepat pergerakan usus (motilitas usus). Nah, ketika usus bekerja lebih cepat dari biasanya, proses penyerapan air di saluran cerna menjadi kurang optimal, sehingga tinja menjadi lebih cair dan keluar lebih cepat
Itulah sebabnya Anda bisa mengalami diare setelah makan makanan terlalu pedas. Selain itu, peningkatan aktivitas usus ini juga bisa memicu kram perut dan rasa mulas, terutama pada orang dengan sistem pencernaan yang sensitif.
3. Peningkatan asam lambung
Capsaicin diketahui dapat meningkatkan produksi asam lambung, sehingga menyebabkan perut terasa perih atau seperti terbakar. Tak hanya capsaicin, piperine juga bisa memicu efek serupa, terutama bila dikonsumsi berlebihan.
Bagi Anda yang sudah memiliki gangguan lambung, seperti GERD, keluhan ini bisa menjadi lebih parah lho. Itulah sebabnya, Anda mungkin mengalami sakit perut setiap kali mengonsumsi makanan pedas atau berbumbu tajam.
4. Saluran pencernaan sensitif
Pada orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif, konsumsi makanan pedas dapat merangsang ujung saraf di saluran cerna, meningkatkan produksi asam lambung, serta mempercepat kontraksi usus. Efek ini tidak hanya disebabkan oleh capsaicin dalam cabai, tetapi juga oleh piperine dalam lada hitam.
Akibatnya, gejala seperti perut kembung, mulas, diare, atau rasa panas di perut bisa muncul lebih cepat dan terasa lebih intens dibandingkan pada orang yang tidak memiliki sensitivitas serupa.
Cara Mengatasi dan Mencegah Sakit Perut Setelah Makan Pedas
Sakit perut setelah makan pedas tentu membuat Anda tidak nyaman ya. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali batas toleransi tubuh terhadap makanan pedas dan mulai membatasi konsumsinya bila gejala terus berulang.
Agar sakit perut tidak berkepanjangan atau kembali terulang, ada beberapa langkah aman yang bisa Anda lakukan, yaitu:
- Hindari makan pedas saat perut kosong karena bisa memicu iritasi lambung lebih cepat
- Konsumsi makanan pedas dalam porsi kecil
- Imbangi dengan makanan yang dapat menetralkan rasa pedas, seperti nasi, roti, atau yoghurt
- Perbanyak minum air putih untuk membantu mengurangi iritasi dan menjaga sistem pencernaan tetap bekerja dengan baik
- Catat pemicu gejala agar Anda lebih bisa berhati-hati untuk menyantap makanan dengan level kepedasan tertentu
- Batasi konsumsi minuman berkafein, alkohol, atau bersoda karena minuman ini bisa memperburuk iritasi lambung yang dipicu oleh makanan pedas
Itulah informasi penting seputar sakit perut setelah makan pedas yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, menikmati makanan pedas tidak masalah selama tidak berlebihan dan disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Makanan pedas memang mampu menambah kenikmatan saat makan, akan tetapi sangat penting untuk mengenali batas toleransi tubuh Anda sendiri ya. Jika sakit perut setelah makan pedas sering kambuh setiap kali menyantap makanan pedas, atau Anda memiliki riwayat gangguan pencernaan, seperti gastritis atau GERD, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter melalui Chat Bersama Dokter di ALODOKTER..
Namun, bila sakit perut setelah makan pedas disertai muntah terus-menerus, demam tinggi, atau tubuh terasa sangat lemas, sebaiknya jangan tunda pemeriksaan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah risiko komplikasi serius.