Scandexon Krim adalah obat untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit yang disertai peradangan. Kondisi yang bisa ditangani dengan obat oles ini antara lain kurap (tinea corporis), tinea cruris, dan kutu air (tinea pedis).
Scandexon krim mengandung kombinasi clotrimazole dan dexamethasone. Clotrimazole bekerja dengan cara merusak struktur membran sel jamur sehingga pertumbuhan jamur bisa dihentikan.

Sementara itu, dexamethasone merupakan kelompok obat kortikosteroid yang membantu mengurangi peradangan, bengkak, dan rasa gatal di kulit. Kombinasi bahan aktif dalam Scandexon krim ini efektif meredakan gejala infeksi jamur sekaligus mengurangi keluhan peradangan yang menyertainya.
Apa Itu Scandexon Krim
| Bahan aktif | Clotrimazole dan dexamethasone |
| Golongan | Obat resep |
| Kategori | Antijamur golongan azole (clotrimazole) dan kortikosteroid (dexamethasone) |
| Manfaat | Mengatasi infeksi jamur yang disertai peradangan pada kurap (tinea corporis), tinea cruris, dan kutu air (tinea pedis) |
| Digunakan oleh | Dewasa dan anak usia ≥17 tahun |
| Scandexon krim untuk ibu hamil | Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada ibu hamil. |
| Obat ini hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. | |
| Scandexon krim untuk ibu menyusui | Penggunaan Scandexon krim dalam jangka pendek umumnya aman bagi ibu menyusui. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter bila perlu menggunakan obat ini dalam jangka panjang. |
| Jika digunakan pada payudara, usahakan untuk mengoleskan obat ini setelah menyusui atau bersihkan area payudara terlebih dahulu sebelum menyusui bayi. | |
| Bentuk obat | Krim |
Peringatan sebelum Menggunakan Scandexon Krim
Scandexon krim harus digunakan sesuai arahan dokter. Simak beberapa hal penting berikut sebelum menggunakan obat ini:
- Beri tahu dokter mengenai riwayat alergi yang dimiliki. Scandexon krim tidak boleh digunakan oleh orang yang alergi terhadap dexamethasone, clotrimazole, atau obat antijamur golongan azole lain, seperti ketoconazole dan miconazole.
- Sampaikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang menderita katarak, diabetes, penyakit liver, glaukoma, atau gangguan kelenjar adrenal.
- Informasikan kepada dokter jika Anda pernah atau sedang mengalami infeksi kulit akibat bakteri atau virus, jerawat, rosacea, luka bakar yang luas, atau penipisan kulit.
- Konsultasikan ke dokter jika Anda sedang menggunakan obat atau produk herbal, terutama yang dioleskan ke kulit. Tujuannya adalah untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
- Pastikan untuk memberi tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
- Segera temui dokter jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping serius setelah memakai Scandexon krim.
Dosis dan Aturan Pakai Scandexon Krim
Berikut ini adalah dosis umum penggunaan Scandexon krim berdasarkan kondisi yang diobati dan usia pasien:
Kondisi: Kurap (tinea corporis) dan tinea cruris
- Dewasa dan anak usia ≥17 tahun: Oleskan krim tipis-tipis 2 kali sehari, selama 2 minggu. Dosis maksimal 45 gram per minggu.
Kondisi: Kutu air (tinea pedis)
- Dewasa dan anak usia ≥17 tahun: Oleskan krim tipis-tipis 2 kali sehari, selama 4 minggu. Dosis maksimal 45 gram per minggu.
Cara Menggunakan Scandexon Krim dengan Benar
Gunakan Scandexon krim sesuai anjuran dokter dan aturan pakai yang terdapat pada kemasan. Jangan memakai obat ini melebihi dosis yang dianjurkan.
Berikut ini adalah cara menggunakan Scandexon krim dengan benar:
- Cucilah tangan dengan air sebelum dan setelah menggunakan Scandexon krim. Bersihkan juga area kulit yang ingin diobati, kemudian keringkan dengan handuk.
- Oleskan krim tipis-tipis secara merata pada area kulit yang mengalami infeksi jamur. Jangan menutup area yang diobati dengan perban atau plester kecuali jika disarankan oleh dokter.
- Scandexon krim hanya boleh digunakan di kulit. Bila obat tidak sengaja mengenai area mulut, hidung, mata, atau vagina, segera bilas area tersebut dengan air bersih.
- Jika bagian yang diobati adalah kaki, pakailah kaus kaki berbahan katun atau sandal yang tidak membuat kaki mudah berkeringat. Pastikan kaki Anda tetap kering dan jangan berjalan tanpa mengenakan alas kaki.
- Apabila bagian yang diobati adalah selangkangan, jangan mengenakan celana atau pakaian dalam yang ketat selama menjalani pengobatan dengan Scandexon krim.
- Jika Anda lupa mengoleskan Scandexon krim, segera gunakan obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal pakai selanjutnya, abaikan dosis yang terlewat dan tidak perlu mengoleskan krim lebih banyak pada jadwal berikutnya.
- Gunakan Scandexon krim sesuai dengan lama pengobatan yang dianjurkan oleh dokter meski gejala sudah membaik sebelum itu.
- Periksakan ke dokter jika keluhan infeksi jamur tidak kunjung membaik setelah 1 minggu penggunaan, atau 2 minggu bila Scandexon krim digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada kaki.
- Simpan Scandexon krim di tempat bersuhu ruangan, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.
Interaksi Scandexon Krim dengan Obat Lain
Bahan aktif clotrimazole dan dexamethasone dalam Scandexon krim dapat menyebabkan interaksi obat jika digunakan bersama obat-obatan tertentu. Namun, interaksi ini biasanya hanya terjadi bila Scandexon krim digunakan dalam jumlah yang banyak atau pada area yang luas. Interaksi yang bisa terjadi, misalnya:
- Penurunan efektivitas obat antidiabetes, misalnya semaglutide
Agar aman dan terhindar dari interaksi obat yang tidak diinginkan, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Scandexon krim bersama obat lain.
Efek Samping dan Bahaya Scandexon Krim
Beberapa efek samping yang bisa muncul akibat penggunaan Scandexon krim adalah:
- Mati rasa, kesemutan, atau rasa menyengat
- Kulit kering atau ruam kulit
- Pembengkakan
- Infeksi baru
Konsultasikan lewat Chat Bersama Dokter jika efek samping tersebut tidak kunjung membaik atau bertambah parah. Dokter dapat memberikan saran atau meresepkan obat untuk mengatasi efek samping tersebut.
Jangan tunda untuk segera ke dokter atau IGD terdekat jika timbul reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius berikut:
- Kemerahan, teraba hangat, bengkak, keluar cairan, atau iritasi berat pada area kulit yang diobati
- Penglihatan kabur, penyempitan lapang pandang (seperti melihat terowongan), nyeri pada mata, atau melihat lingkaran putih di sekitar lampu
- Gula darah tinggi, yang ditandai dengan sangat haus, sering buang air kecil, mulut kering, atau napas berbau buah
- Berat badan naik, luka yang lama sembuh, warna kulit berubah, mudah lelah, atau perubahan suasana hati