Ada ragam pilihan minyak esensial untuk bayi yang bisa Anda berikan. Namun sebelum mengoleskannya ke bayi, perhatikan jenis dan aturan pemakaiannya agar keamanannya tetap terjaga.

Sebagaimana pemakaian minyak esensial pada ibu hamil, pemberian minyak esensial untuk bayi tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Sebab selain kulit bayi masih tipis, sistem kekebalan tubuh bayi juga belum berkembang secara sempurna. Bayi rentan mengalami gangguan kesehatan, seperti keracunan, jika pemberian minyak esensial tidak dilakukan dengan tepat.

Pilihan dan Aturan Aman Pemakaian Minyak Esensial untuk Bayi - Alodokter

Memilih Minyak Esensial yang Aman untuk Bayi

Ada beragam pilihan minyak esensial untuk bayi yang dipercaya aman dan membawa manfaat. Berikut beberapa di antaranya:

  • Chamomile
    Minyak esensial untuk bayi satu ini bersifat menenangkan sehingga mampu mengatasi masalah sulit tidur pada bayi. Selain itu, minyak esensial chamomile juga terbukti mampu menenangkan bayi yang sedang rewel. Campuran minyak chamomile dengan minyak lavender juga mampu meredakan gejala kolik yang dialami bayi Anda.
  • Lavender
    Minyak esensial untuk bayi satu ini dapat dioleskan ke kulit bayi yang digigit serangga atau nyamuk, karena dapat meredakan rasa gatal. Selain itu, dengan memijat bayi menggunakan minyak lavender, bayi dapat tidur lebih nyenyak. Studi baru-baru ini mengungkapkan bahwa lavender efektif dalam mengatasi gejala kolik pada bayi.
  • Eucalyptus radiata
    Eucalyptus jenis radiata aman untuk diaplikasikan ke tubuh bayi dan diklaim mampu melegakan pernapasan, terutama saat bayi sedang pilek. Minyak esensial yang mirip dengan minyak kayu putih ini juga efektif menghindarkan bayi dari gigitan nyamuk.
  • Tea tree oil
    Tea tree oil dipercaya mengandung antimikroba alami dan antijamur. Campuran beberapa tetes tea tree oil dalam minyak alami lain bisa membantu mengatasi ruam popok dan infeksi jamur. Namun karena minyak ini cukup keras, sebaiknya dilakukan tes terlebih dulu pada sebagian kecil kulit bayi untuk melihat reaksinya. Disarankan untuk menghindari penggunaan tea tree oil pada bayi berusia kurang dari 6 bulan.
  • Mandarin atau Citrus reticulata
    Hampir sama dengan minyak lavender, minyak mandarin memiliki efek menenangkan sehingga mampu mengatasi bayi sulit tidur di malam hari. Dibanding minyak esensial jeruk lainnya, minyak mandarin memiliki aroma yang lebih manis dan bersifat lebih ramah di kulit sehingga tidak mudah menyebabkan iritasi kulit.

Aturan Penggunaan Minyak Esensial pada Bayi

Meski berbagai minyak esensial untuk bayi yang sudah disebutkan di atas dianggap aman, ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam memberikan atau mengoleskan minyak esensial pada bayi. Berikut beberapa di antaranya:

  • Periksa label kemasan
    Saat membeli minyak esensial, baca label kemasan terlebih dahulu. Penting untuk menggunakan minyak esensial sesuai dengan cara, khasiat, dan kecocokannya terhadap tubuh bayi. Dari label kemasan, Anda juga bisa mengetahui bahan pembuat minyak tersebut. Hindari penggunaan minyak esensial yang dicampur dengan alkohol dan wewangian sintetis, karena dapat menyebabkan iritasi pada kulit bayi. Pilihlah yang benar-benar murni.
  • Perhatikan umur bayi
    Sebenarnya tidak ada patokan khusus mengenai umur bayi yang aman untuk menggunakan minyak esensial. Namun untuk lebih aman, hindari penggunaan minyak esensial pada bayi berusia di bawah 3 bulan. Beberapa minyak esensial juga tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi dengan usia di bawah 6 bulan. Jangan ragu untuk bertanya atau berkonsultasi ke dokter sebelum mengoleskan minyak esensial pada bayi.
  • Encerkan terlebih dahulu sebelum dioleskan ke kulit
    Minyak esensial untuk bayi harus diencerkan terlebih dahulu dengan minyak pembawa sebelum dioleskan ke kulit bayi. Jika tidak memiliki minyak pembawa, Anda dapat memanfaatkan minyak kelapa atau minyak almond untuk mengencerkannya. Takaran pengenceran minyak esensial tergantung pada usia bayi. Untuk bayi berusia di atas 3 tahun, rasio pengenceran yang aman dan direkomendasikan adalah antara 0,5-1%.
  • Oleskan sedikit demi sedikit
    Anda disarankan untuk mengoleskan sedikit minyak esensial yang telah diencerkan ke kaki atau lengan bayi sebelum mengoleskannya ke bagian tubuh lainnya. Apabila dalam waktu 24 jam muncul reaksi berupa kemerahan atau peradangan, hentikan penggunaan. Bisa jadi hal ini merupakan reaksi alergi terhadap kandungan dalam minyak tersebut.

Pastikan minyak esensial untuk bayi aman untuk digunakan. Hindari pemberian minyak esensial jenis tertentu pada bayi. Di antaranya adalah minyak adas, eucalyptus jenis globus, verbena, peppermint, rosemary, dan wintergreen. Hal ini dikarenakan jenis-jenis minyak tersebut belum teruji keamanannya untuk bayi.

Selain itu, pada beberapa kondisi medis tertentu, penggunaan minyak esensial pada bayi juga tidak disarankan. Sebaiknya, orang tua bertanya kepada dokter sebelum menggunakan minyak esensial pada bayi.