Suara anjing adalah salah satu cara utama hewan ini untuk membangun komunikasi, baik dengan manusia maupun dengan hewan lain. Namun, perlu diketahui bahwa setiap suara yang dikeluarkan anjing bisa memiliki arti yang berbeda lho. Oleh karena itu, memahami arti suara anjing dapat membantu Anda lebih mengenali kondisi dan kebutuhan anjing kesayangan Anda.
Tidak sedikit orang menganggap semua suara anjing terdengar sama, bahkan mengganggu. Padahal, di balik setiap nada, volume, dan frekuensi suara yang dikeluarkan anjing dapat tersimpan pesan tersembunyi yang terkadang perlu diwaspadai lho.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui arti suara anjing, karena dengan memahaminya, hal itu dapat membantu Anda lebih peka terhadap kondisi dan keinginannya, serta meningkatkan hubungan antara Anda dengan anjing kesayangan Anda.
Beragam Jenis Suara Anjing dan Artinya
Berbagai suara yang dihasilkan anjing memiliki makna yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis suara anjing yang paling sering ditemui beserta arti di baliknya:
1. Menggonggong
Menggonggong adalah suara yang paling sering dikeluarkan oleh anjing. Biasanya, suara ini dikeluarkan oleh anjing sebagai bentuk reaksi mereka terhadap sesuatu di lingkungannya, seperti orang asing, suara mencurigakan, atau kehadiran hewan lain.
Selain itu, anjing juga bisa menggonggong saat merasa gembira ketika pemilik pulang ke rumah, saat anjing ingin bermain, atau ketika melihat sesuatu yang membuatnya antusias.
Namun, perhatikan jika anjing menggonggong terlalu sering tanpa alasan yang jelas. Pasalnya, itu bisa jadi tanda bahwa anjing kesayangan Anda sedang stres atau memiliki masalah perilaku.
2. Melolong
Suara anjing satu ini biasanya terdengar panjang dan bernada tinggi, mirip dengan suara serigala. Ini biasanya dikeluarkan anjing sebagai cara mereka untuk mencari perhatian, sedang merasa cemas, atau menandakan bahwa mereka sedang kesepian.
Namun, sering kali, lolongan juga muncul ketika anjing mendengar suara keras, seperti sirine ambulans, suara musik keras, atau ketika ia merindukan pemilik yang lama tidak pulang.
3. Merengek
Merengek adalah suara dengan nada tinggi yang biasanya terdengar ketika anjing merasa tidak nyaman, lapar, haus, atau ingin mengajak bermain. Selain itu, rengekan juga dapat muncul pada anak anjing yang baru dipisahkan dari induknya, sebagai bentuk ekspresi rasa kehilangan dan mencari kenyamanan.
Jika rengekan terjadi terus-menerus, perlu dicari tahu penyebabnya karena bisa mengindikasikan anjing sedang sakit atau mengalami stres.
4. Menggeram
Menggeram merupakan sinyal peringatan dari anjing bahwa ia merasa tidak nyaman, terganggu, atau terancam. Suara menggeram biasanya terdengar rendah, berat, bergetar, dan terkadang disertai dengan menunjukkan gigi.
Saat suara anjing ini muncul, jangan coba-coba untuk mendekati atau menyentuhnya ya. Pasalnya, pada kondisi ini, anjing bisa menyerang dan melukai Anda. tahu agar orang atau hewan lain tidak mendekat atau mengganggu.
5. Mengerang
Erangan adalah suara lirih dan lembut yang sering dikeluarkan anjing saat sedang merasa takut, tidak nyaman, atau sedang sakit. Namun, pada anak anjing, suara ini juga biasanya keluar ketika ia sedang mencari perhatian atau ingin didekap.
Jika erangan disertai gejala lain, seperti lemas, tidak mau makan, atau keluar cairan dari tubuh, segera periksakan ke dokter hewan karena bisa jadi tanda masalah kesehatan yang serius.
Cara Menangani atau Merespons Suara Anjing
Menangani suara anjing memerlukan pemahaman serta pendekatan yang tepat agar anjing merasa aman dan lingkungan tetap nyaman bagi semua. Nah, berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
1. Perhatikan waktu dan pola suara
Cermati kapan dan dalam kondisi apa anjing sering bersuara. Misalnya, apakah anjing sering menggonggong saat ada orang lewat di depan rumah, ketika sendirian, atau saat suara keras terdengar. Pasalnya, dengan memperhatikan dan mencatat pola ini, Anda bisa mencari tahu penyebab anjing mengeluarkan suara tersebut dan mengambil tindakan yang tepat, misalnya dengan membawa anjing ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan.
2. Berikan stimulasi fisik dan mental
Anjing yang kurang aktivitas biasanya akan mencari perhatian dengan bersuara berlebihan. Oleh karena itu, pastikan anjing mendapatkan cukup olahraga dengan berjalan-jalan rutin setiap hari, bermain lempar tangkap bola, atau diberi mainan interaktif.
Selain itu, latihan perintah sederhana, seperti duduk, diam, atau menunggu dapat membantu mengalihkan energi anjing dan membuatnya lebih tenang.
3. Tenangkan dengan pelukan atau suara lembut
Jika anjing terlihat cemas, takut, atau mulai mengeluarkan suara tidak biasa, dekati anjing dengan perlahan dan berbicara menggunakan nada suara lembut untuk menenangkan. Selain itu, memberikan sentuhan hangat atau pelukan pada anjing juga sering membuat anjing merasa aman dan nyaman.
Namun, perhatikan juga batasan anjing ya. Jika ia tidak ingin disentuh, beri ruang hingga perasaannya membaik dan jangan membentak atau memarahi anjing karena hal ini justru bisa membuatnya tambah stres.
4. Konsultasikan ke dokter hewan
Jika suara anjing tiba-tiba berubah, menjadi serak, atau terdengar tidak biasa, misalnya suaranya menjadi lebih pelan, diiringi lemas, tidak mau makan, atau keluar cairan dari mulut atau hidungnya, segera konsultasikan ke dokter hewan.
Pasalnya, hal tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan, infeksi, atau gangguan lain yang perlu ditangani secara medis. Tindakan cepat sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
5. Jaga lingkungan tetap tenang dan komunikatif
Apabila suara anjing mulai mengganggu lingkungan, lakukan upaya komunikasi dengan tetangga agar terjalin pengertian bersama. Jika perlu, gunakan peredam suara di rumah atau beri anjing tempat istirahat di area yang jauh dari sumber kebisingan.
Pada kasus suara anjing liar atau anjing tetangga yang berlebihan, diskusikan secara baik-baik atau minta bantuan pihak berwenang jika diperlukan.
Memahami suara anjing bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap kondisi fisik dan emosi anjing kesayangan Anda.
Oleh karena itu, Anda perlu peka terhadap perubahan suara, kebiasaan, maupun perilaku yang tampak janggal pada anjing kesayangan Anda sebagai langkah antisipasi terhadap masalah kesehatannya.
Namun, jika Anda ragu, kesulitan menenangkan anjing, atau menemukan suara anjing Anda berubah dan disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan ke dokter hewan melalui aplikasi ALODOKTER agar bisa mendapat solusi cepat dan tepat sesuai kebutuhan anjing Anda.