Tahi lalat merah sering membuat orang merasa khawatir, apalagi jika tiba-tiba muncul atau jumlahnya makin banyak. Sebagian besar tahi lalat merah memang bersifat jinak, tetapi penting untuk mengenali penyebab dan tanda bahayanya agar kesehatan kulit Anda tetap terjaga.

Tahi lalat merah adalah benjolan kecil berwarna merah cerah hingga merah tua yang muncul di permukaan kulit. Kondisi ini terjadi karena adanya pertumbuhan atau pelebaran pembuluh darah kecil di bawah kulit. Berbeda dengan tahi lalat cokelat atau hitam yang berasal dari pigmen kulit, tahi lalat merah terbentuk dari pembuluh darah.

Tahi Lalat Merah, Ketahui Penyebab dan Tanda yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Tahi lalat merah sering mulai muncul setelah usia 30 tahun dan jumlahnya bisa bertambah seiring bertambahnya usia. Umumnya, kondisi ini tidak berbahaya dan tidak menimbulkan keluhan apa pun.

Tahi Lalat Merah dan Penyebabnya

Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya, tahi lalat merah pada dasarnya terjadi karena adanya pertumbuhan atau pelebaran pembuluh darah kecil di bawah kulit. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan pertumbuhan tahi lalat merah, yaitu:

1. Faktor usia dan proses penuaan

Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah kecil di kulit dapat melebar dan berkumpul. Kondisi ini membuat tahi lalat merah lebih mudah muncul, terutama setelah usia 30 tahun. Proses ini termasuk perubahan alami pada kulit.

Pada banyak orang, tahi lalat merah bertambah perlahan dari tahun ke tahun. Hal ini umumnya tidak berbahaya dan tidak menandakan penyakit serius. Namun, kemunculannya sering berkaitan erat dengan penuaan.

2. Faktor keturunan atau genetik

Tahi lalat merah juga dapat dipengaruhi oleh faktor keturunan dalam keluarga. Jika orang tua atau saudara dekat memilikinya, risikonya bisa lebih tinggi. Kondisi ini terjadi karena pola pembuluh darah yang diturunkan.

Meski dipengaruhi genetik, kemunculan tahi lalat merah tetap bisa berbeda pada setiap orang. Jumlah dan ukurannya pun bervariasi. Faktor ini biasanya tidak memerlukan penanganan khusus.

3. Perubahan hormon dalam tubuh

Perubahan hormon juga dapat memicu munculnya tahi lalat merah, misalnya saat kehamilan. Hormon tertentu dapat memengaruhi aliran dan pelebaran pembuluh darah. Akibatnya, benjolan merah kecil bisa terlihat di kulit.

Selain kehamilan, perubahan hormon juga dapat terjadi pada kondisi tertentu lainnya. Meski begitu, tahi lalat merah akibat hormon umumnya bersifat sementara atau jinak.

4. Kondisi medis tertentu dan faktor lingkungan

Dalam beberapa kasus, tahi lalat merah dapat muncul berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan pada pembuluh darah atau organ dalam. Meski begitu, hal ini tidak selalu berarti kondisi yang berbahaya.

Faktor lingkungan dan gaya hidup juga diduga ikut berperan. Paparan zat tertentu atau perubahan pada tubuh dapat memengaruhi pembuluh darah kulit. Sampai saat ini, tahi lalat merah sangat jarang dikaitkan dengan kanker kulit.

Tahi Lalat Merah dan Tanda Bahayanya

Sebagian besar tahi lalat merah tidak membutuhkan pengobatan khusus. Namun, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diwaspadai, seperti:

  • Tahi lalat merah berubah ukuran, bentuk, atau warnanya menjadi tidak merata
  • Keluar darah tanpa sebab yang jelas 
  • Muncul sangat banyak dalam waktu singkat 
  • Ada riwayat kanker kulit atau keluhan lain pada kulit
  • Tepian kasar dan tidak rata
  • Terdiri dari campuran 2–3 warna atau lebih

Pada dasarnya, tahi lalat merah tidak memerlukan perawatan khusus. Anda cukup menjaga kebersihan kulit dan mengamati perubahannya secara berkala. Supaya tidak mudah iritasi, hindari menggaruk, memencet, atau mencoba menghilangkan tahi lalat merah sendiri, ya.

Jika tahi lalat merah sering tergesek pakaian atau aksesori, sebaiknya lindungi area tersebut agar tidak mudah terluka dan berdarah.

Jika Anda merasa ragu, atau menemukan tahi lalat merah yang tampak berbeda dari biasanya, sebaiknya konsultasikan ke dokter dengan memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter untuk memastikan kondisinya dan mendapatkan saran yang sesuai.