Tanda-tanda kucing mau mati biasanya muncul secara bertahap dan bisa membuat pemilik merasa cemas atau sedih. Dengan memahami perubahan fisik dan perilaku yang terjadi, Anda dapat memberikan perhatian, kasih sayang, serta perawatan terbaik bagi kucing di masa-masa terakhirnya.

Kehilangan hewan peliharaan adalah pengalaman emosional yang berat bagi pemiliknya. Kucing yang sudah tua atau mengidap penyakit tertentu biasanya akan menunjukkan beberapa tanda-tanda kucing mau mati, baik dari perubahan fisik maupun perilakunya.

Tanda-Tanda Kucing Mau Mati yang Perlu Diketahui - Alodokter

Namun, karena tanda-tanda kucing mau mati sering mirip dengan gejala penyakit yang masih bisa diobati, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan. Segera konsultasikan ke dokter hewan agar kucing mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Tanda-Tanda Kucing Mau Mati

Ada beberapa tanda fisik dan perilaku yang umum ditemukan saat kucing mendekati akhir hidup, di antaranya:

1. Penurunan nafsu makan

Kucing yang mendekati akhir hidup umumnya mengalami penurunan nafsu makan dan minum secara signifikan. Bahkan, makanan atau minuman favoritnya pun sering kali ditolak.

Kondisi ini terjadi karena tubuh kucing mulai melemah dan sistem pencernaannya tidak bekerja dengan baik, sehingga rasa lapar dan haus pun berkurang atau hilang sama sekali.

2. Penurunan berat badan drastis

Ketika kucing mulai jarang makan dan minum, berat badannya akan turun drastis. Lapisan lemak dan otot yang semula menjaga kekuatan tubuh perlahan menyusut, membuat tubuhnya tampak kurus dan lemah.

Penurunan berat badan yang drastis sering kali menjadi salah satu tanda-tanda kucing mau mati, terutama jika disertai berkurangnya energi, gerakan yang melambat, dan hilangnya minat terhadap aktivitas sehari-hari.

3. Lemah dan sulit bergerak

Kucing yang mendekati akhir hidup biasanya terlihat jauh lebih pasif dan kurang berenergi. Mereka lebih sering tidur, tampak lemah, serta kesulitan bergerak atau berdiri. Aktivitas sederhana seperti berjalan atau berpindah tempat pun mulai jarang dilakukan karena tubuhnya semakin kehilangan tenaga.

4. Sulit bernapas

Perubahan pola napas juga termasuk tanda-tanda kucing mau mati yang perlu diwaspadai. Kucing mungkin bernapas dengan tempo yang tidak teratur, terlalu pelan, atau terputus-putus. Dalam beberapa kasus, napasnya bisa terdengar berbunyi aneh, yang menandakan fungsi organ pernapasan mulai menurun.

5. Perubahan suhu tubuh

Tanda-tanda kucing mau mati lainnya adalah perubahan suhu tubuh. Bagian kaki, telinga, atau ujung ekor kucing bisa terasa lebih dingin dari biasanya karena sirkulasi darah melemah dan tubuh tidak lagi mampu mempertahankan kehangatan dengan baik.

6. Kurang merespons lingkungan

Tanda lain yang sering muncul adalah berkurangnya respons kucing terhadap suara, sentuhan, atau kehadiran orang di sekitarnya. Ia mungkin tampak lebih diam, menarik diri, dan memilih bersembunyi di tempat yang tenang. Perilaku ini biasanya muncul karena kucing merasa sangat lemah atau tidak nyaman, sehingga ingin menghabiskan waktu sendirian.

7. Perubahan perilaku buang air

Menjelang akhir hidupnya, kucing mungkin mulai buang air sembarangan atau bahkan tidak lagi buang air sama sekali. Kondisi ini biasanya terjadi karena otot tubuhnya melemah, fungsi organ mulai menurun, atau kucing sudah terlalu lemah untuk berjalan ke tempat biasa ia buang air.

8. Pandangan mata tampak kosong

Ketika kucing berada di penghujung hidupnya, matanya sering terlihat kusam dan tidak lagi bercahaya. Pandangannya tampak kosong atau terpaku jauh tanpa arah, menandakan kesadarannya mulai menurun. Pada beberapa kucing, kelopak mata juga tidak menutup sepenuhnya karena tubuh sudah kehilangan tenaga.

Tips Merawat Kucing Saat Menjelang Akhir Hidupnya

Saat tanda-tanda kucing mau mati mulai terlihat, Anda bisa membantu memberikan kenyamanan dengan langkah-langkah berikut:

  • Sediakan tempat tidur yang hangat, tenang, dan empuk agar kucing merasa aman serta nyaman.
  • Pastikan selalu ada air minum dan bantu kucing minum sedikit demi sedikit jika masih mampu.
  • Berikan makanan lembut atau basah yang mudah dicerna jika kucing masih mau makan.
  • Temani kucing dengan sentuhan lembut dan beri ruang bila ia ingin menyendiri.
  • Jaga kebersihan tubuhnya dengan membersihkan bulu dan area tubuh dari kotoran atau air liur.
  • Rutin berkonsultasi dengan dokter hewan untuk mendapatkan saran perawatan dan penghilang nyeri agar kucing tetap nyaman.

Kucing yang berada di akhir hidupnya umumnya tidak menularkan penyakit berbahaya kepada manusia, kecuali jika menderita infeksi tertentu, seperti rabies. Meski begitu, tetap penting untuk menjaga kebersihan tangan dan lingkungan agar terhindar dari risiko infeksi.

Memberikan perawatan penuh kasih di masa-masa terakhirnya merupakan bentuk penghargaan dan kasih sayang Anda kepada hewan kesayangan yang telah menjadi bagian dari keluarga. Perhatikan setiap perubahan pada perilaku atau penampilannya, karena bisa saja itu merupakan tanda penyakit yang masih bisa diobati dengan bantuan dokter hewan.

Jika Anda mulai melihat tanda-tanda kucing mau mati atau kondisi kucing tiba-tiba memburuk, seperti kejang, perdarahan, atau pernapasan terhenti, segera bawa kucing kesayangan Anda ke dokter hewan.

Anda juga bisa memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran cepat mengenai langkah terbaik yang perlu dilakukan.