Pada usia tiga bulan pertama, hampir 50% bayi mengalami gumoh, yaitu kondisi ketika sebagian isi lambung bayi naik kembali ke kerongkongan dan keluar melalui mulut. Meski tidak perlu terlalu dikhawatirkan, namun Anda dapat mencegah gumoh pada bayi yang terjadi berlebihan, agar tak menimbulkan gangguan kesehatan.

Gumoh merupakan kondisi normal yang disebabkan karena kerongkongan bayi belum sepenuhnya berkembang dan ukuran lambungnya masih sangat kecil, sehingga mudah penuh ketika dia minum susu. Biasanya gumoh pada bayi akan terjadi sampai usia 4-5 bulan, dan perlahan akan menghilang seiring dengan perkembangan organ tubuhnya.

Teknik Dasar Mencegah Gumoh pada Bayi untuk Para Ibu - Alodokter

Pahami Cara Mencegah Gumoh pada Bayi

Ketika bayi Anda mengalami gumoh, jangan terlalu khawatir karena itu adalah hal yang normal. Namun sebagai antisipasi agar frekuensi gumoh tidak berlebihan, Anda perlu memahami juga beragam cara mencegahnya. Ada beberapa teknik yang bisa dilakukan untuk mencegah bayi gumoh berlebihan, di antaranya:

  • Posisikan tubuh bayi tetap tegak setelah makan
    Ketika bayi selesai makan, posisikan tubuhnya tetap tegak selama setengah jam atau lebih untuk membuat makanan atau susu yang baru dikonsumsi tetap berada di bawah. Jika bayi harus berbaring, letakkan beberapa bantal untuk menopang tubuhnya sehingga badannya tetap tegak.
  • Hindari tekanan pada perut bayi
    Pastikan tidak ada tekanan pada perut bayi setidaknya selama 30 menit setelah makan untuk mencegah gumoh pada bayi. Usahakan untuk menghindari pemakaian celana dan popok yang terlalu ketat, atau mendudukkan bayi Anda di car seat, agar bagian perutnya tidak tertekan.
  • Bantu bayi untuk bersendawa
    Usahakan bayi bersendawa agar udara yang telanjur masuk dapat keluar. Anda bisa membuat bayi Anda bersendawa dengan cara mengambil jeda di tengah waktu minum susu atau setelah selesai minum susu. Sandarkan tubuh bayi ke dada Anda agar posisinya tegak, tetapi jangan sampai perutnya tertekan.
  • Perhatikan lubang pada dot
    Jika bayi minum susu menggunakan botol dan dot, gunakan dot dengan lubang yang pas. Lubang yang terlalu besar bisa menyebabkan bayi tersedak karena aliran susu terlalu cepat, sedangkan ukuran lubang dot yang terlalu kecil akan membuat bayi kesulitan mengisap susu dan malah mengisap udara.
  • Menyusui di ruangan yang tenang
    Usahakan untuk selalu menyusui di ruangan tertutup yang tenang dan bebas dari gangguan apa pun, agar bayi tidak panik. Bayi yang menyusu dalam keadaan panik akan cenderung menelan udara berbarengan dengan susu yang masuk dan berpotensi mengalami gumoh setelahnya.

Ingat, pastikan Anda selalu menjaga posisi tubuh bayi dalam keadaan tegak saat minum dan tidak memberinya susu terlalu banyak. Selain itu, perlu diketahui juga terkadang gumoh pada bayi bisa terjadi karena sesuatu yang Anda konsumsi, sehingga dapat berpengaruh kepada rasa atau kandungan ASI. Berkonsultasilah kepada dokter untuk mengetahui penyebabnya secara pasti.