Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Memilih Asuransi untuk Anak

Tak hanya orang dewasa, asuransi kesehatan untuk anak juga merupakan hal yang penting untuk dimiliki. Anak-anak memiliki kecenderungan untuk sakit dan menjalani rawat inap lebih tinggi daripada orang dewasa. Mengingat kondisi yang rentan tersebut, balita pun dianjurkan memiliki asuransi kesehatan yang bisa menunjang kebutuhan kesehatannya.

Tiap orang sebaiknya memiliki asuransi kesehatan sejak masih kecil. Apalagi sistem kekebalan tubuh yang belum kuat membuat anak-anak lebih rentan untuk sakit dan menjalani rawat inap. Berikut ini adalah hal-hal yang sebaiknya dipertimbangkan saat memilih asuransi kesehatan untuk anak.

Tidak Hanya Anda, Anak Juga Butuh Asuransi, LP

Pahami Arti Asuransi Kesehatan untuk Anak

Jika asuransi kesehatan orang dewasa berfungsi membagi risiko yang terjadi ketika sakit, asuransi kesehatan anak bertujuan memberikan fasilitas penunjang kebutuhan kesehatan, seperti biaya pengobatan rawat jalan, rawat inap, dan vaksinasi.

Mengikutsertakan Anak dalam Asuransi Orang Tua

Umumnya asuransi kesehatan untuk anak di bawah 24 tahun harus mengikutsertakan orang tua. Maka jika membeli asuransi kesehatan untuk diri sendiri dan pasangan, ada baiknya sekaligus mengikutsertakan anak. jika Anda dan/atau pasangan bekerja tetap di sebuah perusahaan, periksa dulu fasilitas kesehatan yang diberikan kantor. Cobalah untuk memeriksa:

  • Klaim persalinan: berapa nominal atau persentase biaya yang ditanggung oleh pihak asuransi atau perusahaan.
  • Klaim imunisasi wajib untuk anak di tahun pertama.
  • Klaim biaya rawat dan rawat jalan (jika ada) untuk anak.

Sebagian besar perusahaan memberikan asuransi yang menanggung keluarga hanya kepada karyawan pria, tapi tidak untuk pegawai wanita. Namun ada juga yang hanya menanggung biaya kesehatan si karyawan itu sendiri, tanpa anggota keluarga. Pada situasi inilah Anda perlu mempertimbangkan untuk membeli asuransi kesehatan sendiri untuk anggota keluarga.

Perusahaan juga diwajibkan mendaftarkan karyawannya pada program BPJS yang dimiliki pemerintah. Dan ternyata, anak Anda juga bisa ikut didaftarkan semenjak ia masih dalam kandungan atau sesudah lahir. Beberapa dokumen yang perlu Anda persiapkan untuk mendaftarkan Si Kecil, antara lain:

  • Fotokopi Surat Keterangan Lahir.
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi BPJS Bapak dan Ibu.
  • Fotokopi KTP Bapak dan Ibu.

Informasi lainnya mengenai pendaftaran BPJS anak dan fasilitas yang bisa didapatkan, Anda bisa mengakses situs resmi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial/BPJS kesehatan.

Asuransi jiwa plus kesehatan atau asuransi kesehatan saja?

Anak tidak perlu didaftarkan untuk asuransi jiwa, karena mereka tidak memiliki nilai ekonomis. Cukup orang tua saja yang memiliki asuransi jiwa karena anak-anak akan kehilangan sumber pendapatan jika salah seorang atau kedua orangtua meninggal. Selain itu, asuransi kesehatan yang hanya berfungsi sebagai tambahan/rider dari asuransi jiwa, tidak akan berfungsi secara maksimal.

Cek kelengkapan fasilitas asuransi

Pada umumnya asuransi hanya menjamin rawat inap. Tetapi, jika anak Anda relatif sering sakit, ada baiknya Anda menggunakan asuransi yang menyediakan rawat inap dan rawat jalan, serta vaksinasi. Sebagai konsekuensi, premi yang dibayarkan lebih mahal dibandingkan yang rawat inap saja. Periksa juga kelengkapan fasilitas seperti pertanggungan biaya kamar, obat-obatan, dokter, operasi, diagnosis dokter sebelum dan sesudah rawat inap.

Sesuai kemampuan

Sadari kemampuan Anda membayar premi. Tidak perlu memaksakan memiliki fasilitas kamar VIP jika Anda hanya dapat menyisihkan premi untuk kamar kelas 2.

Pada dasarnya, memilih asuransi untuk anak serupa dengan memilih asuransi kesehatan untuk diri sendiri, yaitu dapat menanggung biaya kesehatan anak-anak. Cermat dalam memilih asuransi untuk seluruh anggota keluarga dapat meringankan pengeluaran saat jatuh sakit.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi